KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiJerman Bahas Larangan Berjilbab buat Anak TK dan SD oleh : Kabarindonesia
24-Mei-2019, 14:50 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jerman bergulat dengan fenomena jilbab di kalangan siswa taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Kebiasaan tersebut dinilai mempersulit proses integrasi. Tapi apakah larangan serupa di Austria adalah langkah bijak?

Perdebatan tentang larangan jilbab di sekolah dasar di Jerman
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB


 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998 22 Mei 2019 14:14 WIB

 

Kunci Merubah Akhlak Adalah Meningkatkan Kesadaran

 
ROHANI

Kunci Merubah Akhlak Adalah Meningkatkan Kesadaran
Oleh : Tonny Djayalaksana | 21-Apr-2019, 14:18:40 WIB

KabarIndonesia - Saya sering mendengar, bahwa tujuan setiap Nabi dan Rasul diturunkan ke muka bumi ini adalah untuk memperbaiki akhlak umatnya. Namun seberapa besar efektifitas ini? Hal tersebut memang mudah diucapkan, tetapi sungguh sulit untuk dijalankan. Yang terjadi hanya sebatas retorika semata. Pasalnya sepanjang tingkat kesadaran manusianya masih rendah, maka adalah suatu hal yang mustahil untuk bisa merubah akhlaknya menjadi baik.

Sampai saat ini, saya sudah menulis puluhan artikel. Tetapi terkadang saya masih terjebak dengan ke-aku-an saya sendiri. Seringkali saya mengeluarkan air mata tatkala di tengah malam nan sunyi, tiba-tiba seperti ada yang mengingatkan saya tentang satu peristiwa yang sungguh tidak saya sadari tersebut. Ternyata saya masih menyimpan ego dan ke-aku-an saya.         

Salah satu contohnya adalah ketika saya ingin memiliki sebuah barang seni yang saya sukai. Namun saya lupa bahwa kemampuan saya sedang tidak memungkinkan untuk membeli barang tersebut. Saya pun tetap ngotot dengan keinginan untuk memiliki barang tersebut. Akibatnya saya berani pinjam dana kepada sahabat saya untuk mewujudkan keinginan saya tersebut. Padahal seandainya pun saya tidak jadi membeli barang tersebut, tidak akan menjadi masalah yang besar.         

Setelahnya barulah saya menyadari, bukankah di semesta ini tidak ada yang milik saya? Sudah begitu, tanpa saya sadari juga, gara-gara menunggu proses transaksi pembelian barang tersebut, telah mengakibatkan sahabat saya harus menunggu juga. Sampai-sampai akhirnya dia turut menjadi korban dari para pedagang kaki lima yang dengan setengah memaksa meminta sahabat saya juga membeli barang yang sebetulnya tidak ingin dia beli. Sungguh hal ini merupakan sebuah peristiwa yang sangat mengganggu pikiran saya.         

Ada juga contoh lainnya ketika saya hendak pergi atau baru pulang bepergian dari luar negeri. Biasanya kita harus mengantri melewati imigrasi untuk diperiksa paspornya. Namun karena saya memiliki kenalan orang yang biasa mengurus masalah pemeriksaan paspor tersebut, akhirnya saya bisa jalan duluan tanpa harus ngantri seperti orang-orang pada umumnya.         

Tentu kalau dari segi kenyamanan sungguh sangat nyaman, tapi di balik kenyaman itu menyisakan banyak persoalan. Diantaranya melanggar aturan yang berlaku, melakukan KKN yang notabene hal tersebut merupakan tindak pidana. Bisa juga mengganggu jadwal orang yang harusnya sudah tiba bagiannya dari hasil antriannya dari tadi. Dan di antara semuanya, dampak yang paling parah adalah menumbuhkan lagi budaya KKN, yang mana seharusnya saya justru menjadi bagian yang ikut memberantas kebiasaan buruk tersebut.         

Bukankah cikal bakal rusaknya sebuah peradaban adalah dimulai dari hal yang kecil-kecil ini? Bagaimana mungkin saya yang saat ini sedang ikut berjuang dan berpartisipasi walau sekecil apapun untuk bisa merubah peradaban ini, tapi sebaliknya saya justru merupakan bagian yang harus direhabilitasi juga? Sungguh sangat ironis. Saya hanya bisa meneteskan air mata saja, dan jujur saya berjanji pada diri saya sendiri, sebelum melangkah lebih jauh, saya harus bisa SADAR betul dan segera keluar dari kebiasaan buruk yang dilakukan selama ini.         

Apa sih definisi akhlak itu? Menurut saya akhlak itu mencakup beberapa aspek. Diantaranya: budi pekerti, etika, kejujuran, keadilan, kebijaksanaan dan seterusnya.         

Banyak orang bicara tentang akhlak, tapi dalam kesehariannya masih suka membicarakan keburukan orang lain. Menghukum bahwa orang tersebut akhlaknya jelek, tanpa sadar bahwa dirinya sendiri sama jeleknya bahkan mungkin lebih jelek akhlaknya daripada orang yang dihukum olehnya tadi.         

Ada juga yang merasa bahwa akhlak dirinya sudah berubah menjadi lebih baik, karena merasa sering "berbuat baik" kepada orang lain. Namun tanpa disadarinya, tatkala dia merasa sudah "berbuat baik" terhadap orang lain, ternyata ada orang yang tersakiti akibat dari "perbuatan baik" dia terhadap orang lain tersebut.         

Menurut saya peristiwa yang diceritakan di atas tadi, semata-mata hanya dikarenakan tingkat kesadaran orang tersebut yang belum cukup tinggi. Akibatnya dia belum bisa bertindak secara objektif. Masih terpengaruh ego dan pikirannya sendiri, sehingga dia tidak menyadari apa yang telah dilakukannya. Yang ada dibenaknya hanya ada perasaan sudah berbuat baik, padahal perbuatan baiknya itu masih sebatas ego, pikiran dan keinginannya sendiri. Belum mencakup masalah keadilan sehingga tanpa disadari telah menyisakan duka kepada orang lain.         

Menurut pemahaman saya, kalau bicara soal akhlak, kuncinya ada pada tingkat kesadaran masing-masing manusia. Jika tingkat kesadarannya rendah, mustahil akhlaknya bisa baik.         

Jadi tidaklah salah jika setiap Rasul yang diutus ke bumi ini, salah satu misinya adalah memperbaiki akhlak umatnya.  Sebut saja Rasulluah SAW, sebelum mengemban tugas mulia tersebut, beliau pergi mik'raj dulu ke Sidratul Muntaha=Puncak kesadaran paling tinggi. Setelah itu, barulah beliau turun dengan membawa misi untuk mengubah akhlak umatnya, yang pada saat itu tingkat kesadarannya sudah di titik paling rendah.         Maka kata kunci untuk merubah akhlak seorang manusia adalah meningkatkan "KESADARAN" manusia tersebut.         

SELURUH TUJUAN MENCAPAI KEILAHIAN ADALAH AGAR HIDUPMU DAPAT MEMILIKI SINAR REMBULAN DAN SINAR BINTANG-BINTANG. HAL ITU SUDAH SEMESTINYA DIMILIKI, KARENA MANUSIA MEMILIKI HAL PALING UNIK DI KESELURUHAN SEMESTA: KESADARAN       

OSHO-The Last Morning Star #4      

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com       

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Air Danau Toba Tercemar Berat 24 Mei 2019 15:17 WIB


 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia