KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiJerman Bahas Larangan Berjilbab buat Anak TK dan SD oleh : Kabarindonesia
24-Mei-2019, 14:50 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jerman bergulat dengan fenomena jilbab di kalangan siswa taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Kebiasaan tersebut dinilai mempersulit proses integrasi. Tapi apakah larangan serupa di Austria adalah langkah bijak?

Perdebatan tentang larangan jilbab di sekolah dasar di Jerman
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB


 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998 22 Mei 2019 14:14 WIB

 

Kitab Suci dan Pedang

 
ROHANI

Kitab Suci dan Pedang
Oleh : Dr I Wayan Mustika | 16-Mei-2019, 15:44:24 WIB

KabarIndonesia - Konon ada ajaran agama yang menyatakan bahwa kapan saja kebenaran runtuh di muka bumi serta angkara murka merajalela dan berkuasa, di situ akan datang utusan Tuhan ke bumi demi menegakkan kembali kebenaran.  Ciri utusan Tuhan itu digambarkan sebagai seorang kesatria yang mengendarai kuda putih, membawa pedang di tangan kanan dan kitab suci di tangan kiri.

Konon pula kesatria itu akan menyebarkan ajaran dalam kitab suci yang digenggamnya, sedangkan pedang tajam di tangan kanan akan digunakannya untuk melawan siapa pun yang hendak menghancurkan, menghina dan melecehkan kitab sucinya.  Sungguh gambaran kesatria masa depan yang sangat didambakan oleh masyarakat yang sudah mulai jenuh melihat tingkah laku para bromocorah di jaman ini.

Saat mengingat kembali cerita tersebut, Joko Kendal pun dengan penuh semangat berseru pada Nasrudin.

"Ayo Nasrudin.  Kita ikut menjadi serdadu dari kesatria itu bila ia telah tiba di bumi ini.  Aku pun ingin menegakkan kebenaran di muka bumi ini.  Aku ingin turut menjadi pasukan penjaga dan pelindung dari ajaran dalam kitab suci itu.  Aku tidak takut mati demi sebuah kebenaran.  Jiwaku akan bangga berkorban demi kebenaran dan kitab suci itu."

Nasrudin yang tersentak oleh seruan menggelegar Joko Kendal yang sungguh mengagetkan itu, segera menenangkan diri, lalu tersenyum manakala sudah mencerna maksud kata-kata Joko Kendal.

"Apakah kau sungguh mengerti makna gambaran dari utusan Tuhan yang dikatakan akan hadir sebagai kesatria berkuda putih yang membawa pedang dan kitab suci itu, kawan?"

Joko Kendal terkejut.  Ia menggeleng tanpa bisa menjelaskan banyak.  "Biasanya, kalau sudah menaiki kuda putih dan berpakaian perang, itu adalah kesatria yang siap bertempur.  Dengan membawa kitab suci dan pedang, pastilah pedang itu untuk melindungi kitab suci dari tangan-tangan jahat.  Apakah ada makna lain, kawan?"

"Ada banyak sekali kuda putih di bumi.  Ada banyak orang bisa menunggangi kuda putih.  Juga ada banyak penunggang kuda putih yang bisa saja membawa sebuah kitab dan pedang.  Lalu bagaimana nanti kau akan memastikan bahwa salah satu dari mereka itu adalah utusan Tuhan, lalu bergabung dengannya?  Apakah kau tahu di belahan bumi mana ia akan diturunkan?" tanya Nasrudin dengan santai.

Joko Kendal kembali menggelengkan kepala tanda tak mengerti.  Sesungguhnya ia memang tidak tahu banyak tentang cerita itu, namun ia menyangka bahwa kesatria itu sudah turun saat ini.  Sebab sudah banyak sekali didengarnya pertempuran dan pertikaian yang terjadi dalam situasi yang serupa dengan cerita tersebut.

"Sahabatku, Joko Kendal.  Kasihanilah dirimu, kasihanilah keberkahan Tuhan pada dirimu dalam bentuk pikiran dan hati dalam tubuh itu.  Sungguh sayang jika otak dan hati itu tidak kau gunakan sebaik mungkin untuk mencerna pelajaran kehidupan ini dan hanya mengandalkan keyakinan membabi buta atas suatu cerita."

"Coba saja kau renungkan.  Mungkin saja pesan penting dari cerita tentang hadirnya utusan Tuhan untuk menegakkan kebenaran lewat gambaran kesatria berkuda putih, membawa kitab suci dan pedang itu sesungguhnya kisah tentang diri kita semua sebagai Jiwa-Jiwa yang diutus Tuhan sebagai manusia yang menjadi pembawa berkah di muka bumi ini."

"Kuda putih ibaratnya tubuh yang telah mampu terkendali dalam sifat dan perilaku suci, sedangkan Jiwa kita adalah kesatria yang teguh dalam sumpah janji untuk menegakkan kebenaran dalam tubuh dirinya.  Kitab yang berisi ajaran-ajaran suci adalah batin kita yang dipenuhi tuntunan kebenaran hati nurani.  Sedangkan pedang tajam itu adalah ketajaman akal pikiran yang akan melindungi diri kita dari segala gangguan, godaan dan tipuan dari berbagai bentuk angkara murka di muka bumi."

"Hanya dengan menjadikan diri kita semua sebagai kesatria seperti itulah maka kebenaran akan merebak dan terus berkembang di kehidupan bumi ini.  Sebab perubahan besar kehidupan manusia dimulai dari perubahan masing-masing individu yang terlibat di dalamnya."

"Peperangan ke dalam diri itulah tugas kita sebagai seorang kesatria penegak kebenaran diri.  Peperangan ke luar diri tidak akan diperlukan manakala kebenaran sudah dimenangkan dalam diri masing-masing.  Peperangan ke dalam diri akan menghasilkan perbaikan kehidupan, sedangkan peperangan ke luar diri hanya akan menyisakan hancurnya kehidupan dan kemanusiaan."

"Nah, Joko Kendal sahabatku.  Jika kau sungguh ingin menjadi serdadu dari kesatria seperti itu, mulailah saat ini juga berjuang mengalahkan ego-ego negatifmu.  Kalahkan sifat angkara murka dalam dirimu.  Gunakan ketajaman akal pikiran dan tuntunan kebenaran hati nuranimu.  Sebab saat ini adalah momentum waktu yang tepat bagimu untuk menjadi seorang kesatria berkuda putih suci."

Nasrudin menepuk bahu sahabatnya yang hanya bisa menunduk tanpa kata.  Joko Kendal butuh waktu untuk memahami kata-kata Nasrudin.  Lebih dari itu, ia perlu memutuskan apakah sungguh-sungguh ingin menjadi kesatria seperti itu.  Sebab ia tahu, berperang ke dalam diri jauh lebih sulit dibanding berperang ke luar diri.(*) Kuta, 16 Mei 2019    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Air Danau Toba Tercemar Berat 24 Mei 2019 15:17 WIB


 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia