KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Pelatihan Menulis Online Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniUrgensi Mengemballikan Pelajaran PMP di Sekolah oleh : Adolf Roben Lanapu
17-Feb-2019, 21:19 WIB


 
  KabarIndonesia - Dalam satu dekade ini terjadi perubahan besar pada lingkungan budaya di masyarakat, yang dipengaruhi oleh perkembangan pesat teknologi informasi dan persaingan industri elektronik. Murah dan mudahnya memiliki gadget canggih seperti smartphone berperan merubah perilaku masyarakat yang awalnya lebih
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Diam Dalam Rasa 18 Feb 2019 13:56 WIB

Hujan Lakukan Padaku 16 Feb 2019 12:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kekuatan Doa vs Kekuatan Pikiran (2): Sinergi Padu Mematahkan Kata “Tidak Mungkin”

 
ROHANI

Kekuatan Doa vs Kekuatan Pikiran (2): Sinergi Padu Mematahkan Kata “Tidak Mungkin”
Oleh : Tonny Djayalaksana | 10-Feb-2019, 17:31:25 WIB

KabarIndonesia - Dalan tulisan "Kekuatan Doa vs Kekuatan Pikiran (1)" saya telah menceritakan pengalaman mencari motor dengan bantuan kekuatan supranatural. Ternyata upaya saya itu berhasil. Tepat seperti yang dijanjikan Pak Sanen, motor saya pun kembali.

Kisah kedua yang ingin saya ceritakan adalah sewaktu saya bekerja di Logo Collection. Saya pernah menjadi kanvaser yang bertugas mengantar barang-barang mulai dari kota Cilegon, sampai ke banyuwangi  yang kurang lebih memakan waktu 3 hari di perjalanan karena seraya menurunkan barang pesanan di kota-kota yang saya lewati. Setiap malam tiba saya menginap di sebuah hotel kecil. Saking seringnya saya menginap di hotel, pikiran saya pun melayang-layang memikirkan betapa enaknya kalau saya bisa menjadi pemilik hotel tersebut.      

Selang beberapa tahun kemudian, saya mendapat kesempatan untuk pergi ke Beijing, ibu kota Republik Rakyat Tiongkok. Tujuannya adalah mengantar almarhum kedua orang tua saya yang sudah kurang lebih 25 tahun tidak bertemu dengan kakak saya. Kakak saya telah pergi ke Beijing pada tahun 1960. Karena sebelum tahun 1979 negara RRT adalah sebagai negara tertutup, maka orang asing susah masuk ke negara tersebut. Baru setelah berganti pimpinan dan kebijakan pemerintahannya sudah terbuka lagi, orang-orang banyak berkunjung ke negara tersebut. Almarhum ayah dan ibu saya minta tolong saya untuk mengantarkan mereka agar bisa bertemu kakak saya.     

Jujur saat itu justru ekonomi saya sedang carut marut, karena semua tagihan-tagihan banyak yang macet. Bisa dibilang posisi keuangan saya sedang minus. Namun, saya tetap bertekad agar kedua almarhum orang tua saya bisa berjumpa dengan kakak saya di Beijing.      

Singkat cerita, akhirnya saya dan kedua almarhum orang tua saya bertemu kakak saya di Beijing. Saya ditemani oleh sahabat saya yang banyak membantu soal finansial untuk akomadasi ke Beijing tersebut.   Pertemuan saya dengan kakak yang sudah terpisah kurang lebih 25 tahun itupun banyak mengungkapkan cerita yang kita bagi Bersama. Pasalnya, pada waktu kakak saya meninggalkan kota Bandung, pada waktu itu saya baru berusia 10 tahun. Dari cerita-cerita dengan kakak saya itu, akhirnya sampai ke satu titik yang mana kakak saya menawarkan kepada saya untuk investasi di bidang hotel yang saat itu kesempatannya bagus sekali.

RRT baru terbuka kepada dunia luar, jadi mengundang banyak sekali investor asing yang masuk dan mulai berbisnis dengan China.  Sementara itu, fasilitas hotel yang ada di kota Beijing sangatlah kurang. Akibatnya, terjadilah over demand, rata-rata occupancy rate hotel saat itu di atas 95%, bahkan Beijing hotel di waktu peak season bisa mencapai 120%, karena semua function roomnya dirubah menjadi kamar tidur.     

Kebetulan di distrik tempat kakak saya bekerja ada sebuah hotel lokal yang macet pembangunannya. Lalu kakak saya diberikan kesempatan untuk mencari investor yang mau membangun hotel tersebut. Entah kenapa, waktu itu saya langsung mempunyai keberanian untuk maju mengambil alih hotel tersebut dengan menjadi salah satu investornya. 

Padahal saya tidak mempunyai pengalaman binis di bidang perhotelan dan belum pernah sekalipun menjadi investor apalagi di luar negeri.  Kebetulan juga negara yang saya investasi ini merupakan negara yang juga belum punya pengalaman menangani investor-investor asing. Saya hanya betul-betul mengandalkan daya kekuatan dari pikiran saya saja, dan selalu yakin bahwa ini adalah sebuah peluang yang baik.      

Kalau diingat kembali, sungguh sebuah keajaiban. Di mana pada saat itu kondisi keuangan saya sedang minus. Bagaimana tidak, mau pergi ke Beijing saja harus minta bantuan teman meminjam dana untuk beli tiket pesawat. Sampai-sampai satu saat, sahabat saya terheran-heran mendengar saya hendak membangun hotel di Beijing, China. Uang untuk beli tiket saja harus ngutang dulu, apakah gak salah? Katanya kepada saya. Ternyata, sampai waktu yang ditentukan, hotel tersebut akhirnya jadi juga terbangun. Hotel kelas bintang tiga yang mempunyai 188 kamar. Dan saya adalah salah satu pemilik 25% saham hotel tersebut.     

Kita sudahi sampai di sini saja ceritanya ya. Karena inti persoalannya bukan soal bisnis hotelnya, melainkan sesuatu yang kita perkirakan tidak mungkin, ternyata dengan kekuatan pikiran dan tentu ditambah doa, akhirnya apa yang direncanakan bisa terwujud.     

Ada satu peristiwa lagi yang menurut saya juga hasil dari sebuah kekuatan pikiran. Sekitar tahun 2005, saya sangat suka pada sebuah mobil dua pintu. Dalam hati saya berkata, "Kalau dapat rejeki saya ingin punya mobil tersebut." Hampir setiap mau tidur saya suka membayangkan mobil tersebut.      

Singkat cerita, suatu hari saya melihat bos sedang mengendarai mobil yang saya inginkan tersebut. Lalu saya dekati mobil yang hendak jalan dengan disetiri oleh bos saya sendiri tersebut. Sambil memegang mobil tersebut, saya bilang sama bos, "Mobil ini dambaan saya, entah kapan saya punya kesempatan bisa memilikinya?"     

Sekitar tiga bulan kemudian, saya diajak bos pergi makan siang di Grand Hyatt hotel. Beliau menyuruh saya untuk menyetiri mobil yang saya suka tersebut. Bos saya duduk di samping kemudi.  Setelah tiba di depan pintu hotel Grand Hyatt, beliau turun dari mobil, lalu berujar pada saya. "Kamu jalan saja bawa mobilnya, kita gak jadi makan siang."     

Saya pun bertanya mau saya jemput jam berapa?  Beliau bilang tidak usah dijemput, nanti beliau bisa pulang sendiri seraya menunjuk sebuah mobil baru di tempat parkir depan hotel Grand Hyatt itu. Beliau melanjutkan ucapannya bahwa beliau pulang nanti pakai mobil itu sambil menunjuk mobil baru tersebut. Kemudian beliau pun melanjutkan pembicaraannya kapada saya. Beliau minta saya bawa pulang mobil yang sedang saya setiri ini. Saya pun menjawab garasi rumah saya tidak cukup untuk menyimpan mobil tersebut. Mendengar itu beliau pun berujar, "Itu urusan kamu. Toh mobil itu sekarang sudah punya kamu."     

Saya kaget mendengarnya. Tak percaya begitu saja, saya pun mencoba memastikan dengan bertanya sekali lagi untuk konfirmasi apakah ini betul atau sekadar bercanda saja? Namun sebelum kata-kata tersebut keluar dari mulut saya, beliau sudah melanjutkan pembicaraannya. Bos bilang adapun surat-surat mobil tersebut nanti si Zul yang akan kasih ke saya. Zul ini adalah teman sekantor saya. Setelah itu bos saya langsung jalan masuk hotel dan saya kembali ke kantor dengan perasaan yang campur aduk. Kaget, senang sampai tidak terasa saya meneteskan air mata.  

Dari beberapa cerita saya di atas tadi, menunjukkan bahwa begitu kuatnya pikiran positif itu bisa sampai memengaruhi semesta ini, untuk membantu mewujudkan apa yang saya pikirkan tadi. Oleh sebab itu saya sangat meyakini, Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas tidak mengenal kata "Tidak Mungkin".      

Dalam sepanjang perjalanan hidup saya, cerita yang mirip-mirip peristiwa tadi masih ada beberapa lainnya. Sampai-sampai selama ini saya merasa, bahwa dalam kehidupan saya kali ini banyak sekali keberuntungan yang dikarenakan "Blessing in Disguise".      

Seperti juga yang diceritakan oleh Rhonda Byrne, penulis buku "The Secret" yang terkenal fenomenal. Inti daripada materi yang ada di dalam buku tersebut adalah, pikiran yang positif adalah kekuatan pikiran itu sendiri, sehingga semesta bisa menuntun jalannya bagi si pemikir hingga tercapai tujuannya.     
 
Setelah mempelajari cara-cara untuk mencapai tujuan yang seperti yang kita inginkan di atas, jadi kesimpulan saya, alangkah baiknya jika kekuatan doa dan kekuatan pikiran bisa disinergikan menjadi satu kesatuan, maka saya yakin hasilnya tentu akan lebih dahsyat lagi.      

Dengan sinergi yang padu tersebut, maka Tuhan (Allah) sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas, tidak pernah mengenal kata "Tidak Mungkin".     

Penulis: Mualaf Zaman Now          

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Marc Marques Juara Dunia MotoGP 09 Feb 2019 02:01 WIB


 

 
 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia