KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiBerkat di Balik Wabah Corona oleh : Fida Abbott
09-Apr-2020, 01:17 WIB


 
 
KabarIndonesia - Tahun 2020 ini merupakan tahun bersejarah bagi dunia. Siapa yang tak kenal Covid-19? Makhluk kasat mata ini menjadi populer di mana-mana saat ini. Dia bukan pahlawan dunia yang umumnya dikenang sepanjang masa melainkan sebuah musuh yang dikenal oleh masyarakat
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA











 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemunafik 05 Apr 2020 16:00 WIB

Rembulan di Celah Matamu 07 Mar 2020 15:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

KRP HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar: Beriman Dan Berhikmat Ditengah Pandemik Virus Corona (1)
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 21-Mar-2020, 09:23:07 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Ditengah adanya kekuatiran dan rasa takut masyarakat atas pandemik Corona yang melanda 180 negara di dunia, selain berharap agar masyarakat negeri ini mengikuti himbauan dan kebijakan yang diambil Pemerintah, maka Pemimpin Agama pun harus ambil peran untuk memberi penjelasan dan penguatan iman percaya jemaatnya.

Hal ini dikatakan Pdt Dr Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBP melalui jaringan Whatsappnya pada kabarindonesia.com, Kamis (18/3/2020), mencermati pro-kontra atas adanya permintaan dan himbauan agar masyarakat menunda acara pengumpulan orang banyak termasuk beribadah ke gereja.

"Bapak/Ibu/Saudara/Abang/KakakKerabat/Jemaat di Tanah Air, kita dapat belajar dari Jerman yang masyarakatnya belum begitu banyak terinfeksi Covid 19. Tetapi secara bersama seluruh jemaat baik Katolik maupun Protestan disana berkerjasama intensif untuk menghentikan penyebaran virus corona," sebutnya.

Ditambahkannya, salah satu upaya menghentikan penyebaran virus tersebut, pihak pemerintahnya bersama-sama pemimpin Gereja dan jemaat. Mereka sepakat untuk tidak melakukan Ibadah/kebaktian di Gereja pada hari Minggu tanggal 15 Maret yang lalu.

"Keputusan itu tidak bertentangan dengan Iman dan roh ke-Kristen-an bahkan itu adalah keputusan yang didorong oleh roh bijak-kebijakan (Batak: partondion na marbisuk)," ujar Pdt Robinson.

Karena itu, selaku Ketua Rapat Pendeta, Pdt Robinson Butarbutar mengajak seluruh Pelayan Gereja terutama Pendeta untuk memberi pemahaman atas kebijakan melakukan Ibadah/kebaktian hari Minggu di rumah masing-masing, dengan menyediakan tata ibadah yang akan dipakai setiap minggu.

Untuk lebih menguatkan pengertian dan pemahaman jemaat, Pdt Dr Robinson Butarbutar yang pernah selama 8 tahun melayani di Jerman, menyertakan status testimoni yang ditulis Pdt Mika br Purba (HKBP) yang sedang melayani di Jerman (tahun ke empat).

Selain itu, Pdt Dr. Robinson Butarbutar, KRP HKBP juga menyertakan pesan nya yang diunggah di youtube (https://youtu.be/uaFfbmmRtdw)

Berikut kutipan lengkap Pdt Mika br Purba ditayangkan untuk kita di Indonesia:

Semoga informasi ini berguna bagi teman-temanku setanah air di Indonesia.

Tentang apa ini Virus Corona dan bagaimana penyebaranya serta akibatnya, kita sudah banyak membaca informasi di Media Elektronik, maupun Surat Khabar ataupun penjelasan dari para Dokter. Saya tidak akan menceritakan banyak hal detail tentang Virus Corona ini, bagaimana di negara-negara lain karena kita bisa mencari sebanyak banyaknya update Informasi tentang Corona ini di Google.

Tetapi saya ingin membagikan apa yang sedang kami alami dan juga informasi seputar Corona di Jerman, berkaitan dengan tingkat penyebarannya dan bagaimana pemerintah dan seluruh lembaga kemasyarakatan, tidak terkecuali lembaga keagamaan menghadapinya bersama-sama.

Saya mengikuti update pernyebaran Virus Corona ini dari sejak awal sampai sekarang dari Media, juga dari situs resmi pemerintah pusat, juga pemerintah setempat di mana kami tinggal di Jerman, juga dari Kedutaan Besar Indonesia di Jerman serta website gereja-gereja di Jerman. Selain itu saya juga setiap hari menerima Email dari pimpinan-pimpinan gereja di Jerman, sama seperti pendeta lainnya di Jerman. 2 Minggu terakhir ini, para pemimpin negara dan para pemimpin gereja seperti berpacu dengan waktu, menyampaikan informasi aktual dan langkah-langkah yang tepat dan cepat untuk menghadapi serangan Virus Corona yang sangat agresif. Bahkan kita bisa menerima sampai 4 kali Email dalam sehari, karena situasi ini sudah darurat, sehingga kita sebagai bagian dari warga negara dan juga sebagai pemimpin di gereja, harys peka terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di negera ini juga di dunia.

Sampai tanggal 29 Januari 2020, keadaan dan kehidupan di Jerman masih normal, walaupun kita melihat di berita Virus Corona sudah melumpuhkan China, dan kita berpikir, itu masih jauh di China dan mungkin hanya terjadi di China. Tetapi pada tanggal 29.Januari 2020, media dan juga pemerintah Jerman menyatakan untuk pertama kali satu orang di Bayern Jerman terinfeksi Covid-19.

Sampai pertengahan Pebruari 2020, kami masih menjalani kehidupan seperti biasa, normal, seperti tidak terjadi apa apa. Virus Corona ini masih jauh dari kita. Anak anak pergi sekolah, semua bekerja normal, saya masih sering naik train bertugas ke beberapa kota di Jerman. Kegiatan di masyarakat dan di gereja masih normal. Orang-orang bersalaman dan berpelukan ketika berjumpa. Sampai pada tanggal 23-25 Pebruari, orang-orang di Jerman masih merayakan Karnaval, dengan kostum kostum yang bagus, musik dan pesta. Kegiatan di gereja berjalan normal.

Hari Minggu tanggal 23 Pebruari 2020, saya masih naik kereta ke arah Rattingen, karena saya mau berkotbah di ibadah Perkumpulan Indonesia (Perki Düsseldorf). Waktu itu cuaca tidak bagus, sehingga banyak kereta tertunda, bahkan tidak berangkat. Saya terjebak di kerumunan banyak orang, sampai dompet yang berisi uang dan semua kartu identitas dan kartu kartu berharga lainnya pun hilang dicopet orang. Orang-orang berkostum dan yang tidak berkostum sangat penuh memadati stasiun Kereta, beramairamai mau ke Karnaval. Begitulah Karnaval dirayakan sampai tanggal 25 Februar di beberapa Wilayah, di sekolah dan di lingkungan masyarakat, terutama di Bundesland Nordrhein-Westfalia ( NRW di wilayah di mana kami tinggal dan bekerja).

Berita tanggal 26. Februar 2020 pukul 10.48 jumlah yang terinfeksi di Jerman bertambah 2 orang, dan pertama sekali di wilayah NRW berusia 25 dan 47 tahun. Berita sore hari sudah bertambah jadi 6 orang terinfeksi.

Pemerintah langsung menyikapi hal agar masyarakat tidak panik, tetapi tetap menjaga kebersihan tangan, dengan lebih sering menyucinya dengan Desinfektanmittel. Yang terinfeksi di Karantina, yang ada kontak langsung dengan yang terinfeksi juga keluarga di Karantina dan kalau ada anaknya, maka sekolah tempat di mana anak itu sekolah, diliburkan beberapa hari. Tetapi hari demi hari semakin cepat peningkatan jumlah yang terinfeksi. Orang-orang berusaha membeli masker, tetapi itu tidak lagi ada, karena sebelumnya sudah dikirim untuk membantu masyarakat di China, demikian juga dalam satu bulan terakhir kita tidak lagi bisa membeli Desinfektanmittels, karena banyak orang panik dan membelinya dan memborongnya. Bukan hanya itu saja, masyarakat pun panik belanja Tepung dan Tissu Toilet, sampai kemarin itu masih kosong.(bersambung)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Cara Mudah Mulai Investasi Saham 27 Mar 2020 16:14 WIB


 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia