KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPakar Jerman Tentang Hasil Pilpres 2019: Konservatisme Bakal Makin Kuat oleh : Kabarindonesia
18-Apr-2019, 08:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin berdasarkan hitung cepat tampaknya menang jauh dalam Pilpres 2019. Apa artinya bagi perkembangan politik di Indonesia? Wawancara DW dengan pengamat Indonesia asal Jerman ,Timo Duile.

Hasil awal hitung cepat dari lima
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK (KPAI): Anak Indonesia dalam Lingkaran Darurat Narkoba
Oleh : Drs Melani Butarbutar, Mm | 30-Mar-2019, 04:13:22 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Anak-anak Indonesia khususnya anak Remaja dan Pra-remaja beserta putra dan putri Indonesia lsinnya, harus mampu menjaga dan melindungi diri dari segala bentuk serangan dan godaan narkoba dengan mengisi kegiatan-kegiatan keagamaan." Demikian Brigjen Pol. Dr. Victor SpB, FICS; DFM, simulator Anti Narkoba memulai aksinya pada acara Dialog Interaktif dan Simulasi Anti Narkoba bagi Anak Indonesia, Sabtu (23/3).

Dikabarkan, Dewan Koinonia HKBP Pasar Rebo, melalui kelompok Paduan Suara Kategorial Remaja dan Pemuda HKBP Pasar Rebo, pada hari Sabtu (23/3), CibuburJakarta Timur menggelar acara Dialog Interatif dan Simulasi Darurat Narkoba dikalangan Anak Indonesia.

Acara dialog dan simulasi ini dilakukan dalam rangka memutus mata rantai Narkoba di Indonesia, dihadiri anak-anak remaja dan pemuda didampingi para orangtuanya. Selain peserta, panitia menghadirkan simulator Anti Narkoba dari Badan Nasional Narkotika Brigjen Pol. Dr. Victor SpB, FICS, FFM dan Ketua Umum Komnnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.

Sebelum dialog dan simulasi, pendeta resort HKBP Pasar Rebo (sebagai pimpinan gereja-red) Pdt. Leonard Sigalingging membuka acara dengan kebaktian singkat. Pdt. Leonard Sigalingging dalam sambutannya selepas menyampaikan doa dan renungan, mengingatkan dan menyampaikan pesan pastoralnya kepada seluruh peserta yang hadir khususnya kepada anak-anak.

"Agar anak-anak Indonesia khususnya anak remaja dam remaja beserta NHKBP pasar Rebo tidak mengotori tubuh dengan mengonmsumsi Narkoba dan zat adiktif lainnya dalam bentuk apapun. Karena menurut pandangan theologia dan alkitabiah bahwa tubuh manusia itu adalah 'Imagodei' yakni segambar dengan Allah dan kudus adanya. Oleh sebab itu, jagalah dan lindungilah dirimu dengan sekuat tenaga dari serangan dan godaan narkoba," sebut Leonard.

Selanjutnya setelah acara pembukaan, presenter muda sekaligus bertindak sebagai host Debora Manurung dan Rinka Pasaribu memandu acara simulasi Anti Narkoba yang disampaikan Brigjen Pol. Dr. Victor SpB, FICS; DFM. Simulasi dikemas dalam bentuk penyuguhan data-data visual anak korban Narkoba serta permainan sulap. Simulasi ini mendapat perhatian dari seluruh peserta, khususnya anak usia rentang 12-17 tahun sangat bergembira dan antusias mengikuti seluruh proses acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu.

"Mengonsumsi narkoba adalah memperpendek hidup sementara masa hidup dan masa depan anak masih panjang. Isilah hidup dengan prestasi. Sebab dengan mengkomsumsi Narkoba bukan saja merugihkan dirimu sendiri namun juga keluargamu. Oleh sebab itu jangan coba-coba narkoba, 'Gaul Oke, Narkoba No Way'," pesan Brigjen Pol Dr. Victor dalam aksi simulasinya dengan penuh keakraban.

Sementara itu, Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam pesan presentasinya dihadapan ratusan anak-remaja menjelaskan bahwa anak-anak Indonesia saat ini berada dalam lingkaran bahaya Narkoba. Rumah, sekolah dan ruang terbuka anak dan ruang bermain anak tidak lagi steril dari bahaya narkoba. Rumah dan sekolah sudah menjadi sarang dan penyimpanan narkoba. Anak telah menjadi sasaran empuk dan pasar para para cukong-cukong narkoba. Data menunjukkan bahwa 33 anak Indonesia ditemukan meninggal dunia setiap hari akibat mengkomsumsi narkoba.

"Ditemukan 1.100.000 anak telah dinyatakan positip menjadi pelanggan narkoba. Pusdatin Komnas Anak melaporkan bahwa ditemukan 1.500 anak usia pelajar positif menggunakan Narkoba. Itu artinya anak-anak kita telah dikepung dan berada dalam lingkaran Narkoba", tambah Arist Merdeka.

Ditambahkannya, KPAI mendapatkan data yang sangat mengejutkan, akhir-akhir ini ditemukan anak tertidur lelap selama hampir 23 jam di salah sati kabupaten setelah mengonsumsi permen dan coklat. Ada lagi, baru-baru ini juga ditemukan jenis narkoba yang dikemas dalam bungkus merek minuman segar merk N dan kemasan-kemasan bentuk lainnya. Lingkungan sekolah juga ditemukan sudah dijadikan tempat penyimpanan Narkoba sebelum didistribusikan kepada anak-anak dilingkungan sekolah.

"Mengingat anak saat ini berada dalam lingkaran Narkoba, diminta kepada orangtua, guru, dan para pemangku kepentingan anak harus memberikan perhatian ekstra terhadap perkembangan perilaku dan perubahan-perubahan perilaku anak dilingkungan rumah dan dalam lingkungan peserta didik kita." pungkas Arist Merdeka.

Usai penjelasan Arist Merdeka, panitia terlebih dulu menguji peserta untuk mengetahui sejauh mana informasi-informasi yang disampaikan dua narasumber dapat terserap. Kemudian, presenter muda Debora Manurung dan Ribka Pasaribu mengajak seluruh peserta mendeklarasikan komitmen bersama untuk memutus mata rantai Narkoba dikalangan Anak Indonesia khususnya di lingkaran anak-anak remaja dan NHKBP Padar Rebo. #GAUL OKE, NARKOBA NO WAY, Debora dan Ribka mengkahiri acara. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia