KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Dipimpin langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakeraan secara resmi meluncurkan pembentukan  Satgas Pengawasan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Diharapkan mampu menjadi penyeimbang atas kebijakan sebelumnya yang dianggap mempermudah masuknya TKA, maka pembentukan Satgas TKA
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Prili 16 Mei 2018 14:49 WIB

Terimakasih Kuucapkan 02 Mei 2018 14:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

FUKRI Serukan Doa Bersama Menghadapi PIlkada 2018 dan Pemilu 2019

 
ROHANI

FUKRI Serukan Doa Bersama Menghadapi PIlkada 2018 dan Pemilu 2019
Oleh : Argopandoyo Tri Hanggono | 21-Jan-2018, 13:20:30 WIB

KabarIndonesia - Untuk memperlengkapi masyarakat dalam memasuki kegiatan aktifitas pilkada serentak Forum Umat Kristiani Indonesia atau FUKRI menggelar acara jumpa wartawan. Acara ini mengambil tempat di gedung Bala Keselamatan, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, tanggal 18 Januari 2018 yang lalu. Para pimpinan gereja dari masing-masing aras nasional itu hadir untuk menyatakan sikap sebagai FUKRI, terkait Pilkada Serentak 2018.

Bersamaan seruan FUKRI itu pekan doa yang dilakukan di semua tempat wilayah Indonesia bergulir. Pekan doa bagi Indonesia berlangsung sepanjang tanggal 18 Januari 2018 hingga tanggal 25 Januari 2018. Pekan doa menurut Jeiry Sumampouw, untuk mendoakan permasalahan Indonesia. "Terutama pilkada serentak dan pemilu 2019," begitu ungkap Sumampouw, Kepala Humas Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia.

Di sela acara itu FUKRI dihadapan para wartawan, seruan dibacakan Sekretaris Eksekutif KWI, Romo Siprianus Hormat, yang isinya dimulai dengan ungkapan bahwa umat Kristiani Indonesia mendukung penyelenggaraan Pilkada serentak dan Pemilu tahun 2019 sebagai upaya mewujudkan demokrasi dan menjaga eksistensi Bangsa. Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 adalah sarana memilih pemimpin sehingga semua warga harus berperan secara bertanggungjawab.

Pilkada serentak tahun 2018 di 171 daerah dan Pileg serta pilpres di tahun 2019, diharapkan bisa dimanfaatkan warga sebagai pesta demokrasi rakyat yang berjalan tanpa kekerasan dalam bentuk apapun. Kewaspadaan dari upaya dan usaha siapapun untuk memecah belah atau adu domba demi suatu target politik harus menjadi perhatian bersama termasuk menghindari penggunaan isu sentimen agama demi memperoleh suara atau dukungan.

Hal tersebut perlu dihindari, karena selain mencederai semangat demokrasi, juga bisa menimbulkan disharmoni sebagai warga bangsa. Menjaga Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019, dapat memajukan dan mewujudkan demokrasi. tetapi potensi-potensi persoalan yang menyertainya selalu ada. Karena itu, Gereja bersama semua warga negara terpanggil untuk terselenggaranya Pemilu dengan baik dan bermartabat.

Sebagaimana bunyi Firman Allah, “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu” (Yer.29:7). 

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa dan perlu diperankan oleh Umat Kristiani: Pimpinan Lembaga Gereja atau pemuka jemaat hendaknya mendorong jemaat menggunakan haknya dalam pilkada. Pemimpin Lembaga Gereja harus memastikan tidak membawa lembaga Gereja ke ranah politik praktis. Pemimpin jemaat diharapkan hadir untuk membimbing jemaat agar tidak mudah terpecah oleh pilihan politik yang berbeda, tahan terhadap berbagai kampanye yang berbau SARA, dan mendorong jemaat yang ikut kontestasi politik untuk memegang teguh moralitas dan integritas sebagai orang beriman.

Umat Kristiani yang telah memenuhi syarat harus ikut terlibat menentukan dan memilih siapa yang akan menjadi pemimpin di daerahnya melalui mekanisme yang telah ditentukan. Ikut memilih, selain merupakan hak, juga merupakan panggilan Umat Kristiani sebagai bagian dari warga negara.

Para calon pimpinan daerah yang akan dipilih adalah orang baik, menghayati nilai-nilai agama dengan baik dan jujur, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan. Hati-hatilah dengan sikap ramah-tamah dan kebaikan yang ditampilkan calon hanya ketika berkampanye. Pastikan tidak terjebak atau ikut dalam politik uang yang dilarang oleh ajaran Kristiani, karena dapat memutarbalikkan kebenaran. FUKRI.  Berpedoman pada Alkitab menuliskan “Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar.” (Kel. 23:8).

Demi terjaga dan tegaknya bangsa ini, calon pemimpin harus yang berjuang menjaga dan menegakan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia. FUKRI juga mengajak semua meluangkam  waktu, untuk berdoa bagi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, agar berlangsung dengan damai, berkualitas dan bermartabat, hingga menghasilkan pemimpin yang memperhatikan rakyat dan setia berjuang demi terwujudnya cita-cita bangsa dan Negara kita tercinta!

Pada saat pembacaan seruan itu tampak hadir Ketua Umum PGI Pendeta Dr. Henriette Hutabarat Lebang, Ketua PGPI Pendeta Mulyadi Sulaeman, Sekretaris Umum PGLII Pendeta Freddy Soenyoto dan beberapa tokoh lain dan yang mewakili dari berbagai aras gereja.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Rayakan Ramadhan, Shopee Ajak Pengguna Berbelanja dan Beramal di Bulan Suci Rezki Yanuar, Brand Manager Shopee Indonesia memaparkan kampanye Ramadhan Shopee dalam menyambut bulan suci Ramadhan tahun 2018.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 
Tempat Sampah Pintar 17 Mei 2018 22:48 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia