KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Doa yang Sia-Sia

 
ROHANI

Doa yang Sia-Sia
Oleh : Dr I Wayan Mustika | 25-Mei-2019, 14:32:26 WIB

KabarIndonesia - Diantara lebih dari 7 miliar manusia di bumi ini, mungkin sebagian besarnya memeluk salah satu dari beragam agama atau kepercayaan.  Rata-rata dalam doa-doa mereka terpanjat harapan akan kehidupan yang bahagia, damai, sejahtera, sehat dan penuh sukacita.  Namun lihatlah, setelah ribuan tahun umat manusia mengenal agama, memanjatkan doa-doa sepanjang hari, sepanjang waktu, bertahun-tahun, kehidupan manusia tak juga lepas dari pertikaian, penghancuran diri, peperangan. 

Bahkan peperangan itu justru juga banyak terjadi berkaitan dengan agama dan keyakinan pada Tuhan.  Semestinya, pertikaian, peperangan dan saling menghancurkan di antara umat manusia tidaklah terjadi di kalangan mereka yang beragama.  Tapi fakta selalu berbicara sebaliknya. Tak ada yang mampu mencegah pertikaian di antara sesama manusia, entah pada mereka yang beragama atau tidak beragama.  Entah pada mereka yang rajin berdoa atau tidak pernah berdoa.  Entah pada mereka yang percaya Tuhan atau tidak.

Kenapa kontradiksi ini mesti menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindarkan dalam kehidupan?  Kenapa kenyataan seperti sedang menunjukkan bahwa agama bukanlah sepenuhnya jalan utama yang mampu menjauhkan manusia dari perilaku buruk terhadap sesama mahluk hidup?

Sederet pertanyaan serupa selalu menghantui pikiran Joko Kendal setiap kali dia mengamati peristiwa-peristiwa menyedihkan dan menggenaskan yang sedang terjadi di negeri ini, di bumi ini.  Ia tak menemukan kesimpulan apa pun dalam kenyataan itu.  Maka ia hanya bisa mengeluh pada Nasrudin.

"Menurutmu apakah lagi gunanya beragama, Nasrudin?  Bila kenyataan selalu saja membuktikan bahwa beragama atau tidak beragama ternyata tidak banyak mengubah nafsu manusia untuk saling menyakiti sesama."

Nasrudin menggamit tangan Joko Kendal lalu mengajaknya mengamati dari jauh kehidupan manusia yang hiruk pikuk.

"Manusia itu sesungguhnya mahluk yang aneh dan paling sulit di kehidupan ini, kawan.  Tubuh manusia diberikan berkah otak untuk memahami segala keadaan hidup dan mencari solusi bagi masalah-masalah hidup mereka.  Namun dengan pikiran tajam itu manusia justeru menciptakan banyak masalahnya sendiri."

"Dengan ketajaman pikirannya, manusia menciptakan senjata, menciptakan alat untuk saling menyakiti sesama.  Bahkan dengan berkah kemampuan menciptakan bahasa dan berkomunikasi dengan bahasa itu, manusia justeru saling menyakiti sesama dengan bahasa dan kata-kata ciptaan mereka sendiri."

"Mereka memiliki perasaan yang lebih peka dibanding mahluk hidup lain, namun justeru dengan perasaan itu mereka menciptakan suasana saling tersakiti dalam perasaan.  Mereka tidak menjadikan kepekaan rasa itu untuk memahami dan empati para perasaan duka cita dan derita sesamanya, melainkan mereka menciptakan cara untuk menyakiti dan membuat penderitaan pada perasaan sesama manusia."

"Termasuk mereka memohon tuntunan pada Tuhan yang mereka yakini ada.  Lalu mereka menciptakan agama untuk mencapai kedamaian dalam hidup, namun seringkali menjadikan agama sebagai benih pertikaian dalam hidup mereka."

"Manusia yang beragama selalu memohon berkah cinta kasih Tuhannya, sembari gemar menyakiti sesama mahluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan yang mereka mohonkan cinta kasih-Nya.  Mereka mengejar sorga sembari meninggalkan jejak-jejak kobaran api neraka di setiap langkah mereka di kehidupan bumi."

"Mereka berdoa memohon kedamaian dan suka cita kehidupan, namun selalu berpikir, berkata, bersikap serta berperilaku negatif dan buruk terhadap kehidupan.  Mereka tidak menyadari bahwa doa-doa itu hanyalah harapan.  Sedangkan isi pikiran, kata-kata, sikap dan perilaku keseharian dalam hidup mereka adalah bahan-bahan yang dipakai oleh kehidupan ini untuk diproses menjadi takdir dalam hidup mereka."

"Dari semua itu kau akan mengerti, kawan.  Kenapa orang beragama ataupun tidak beragama akan mengalami hal yang sama dalam hidupnya.  Sebab semua hasil yang akan mereka nikmati dalam hidup ini, bahan dan prosesnya berasal dari pikiran, kata-kata, sikap dan tindakan mereka.  Doa mereka baru akan terjadi ketika bahan dan prosesnya sesuai dengan apa yang mereka mohonkan dalam doa-doa itu."

"Nah, jika kau adalah seseorang yang beragama, sesuaikan isi pikiran, kata-kata, sikap dan tindakan keseharianmu dengan kebajikan yang diajarkan dalam agamamu.  Hanya dengan itu doa-doamu akan mewujud nyata dalam kehidupan ini."

Tanpa jeda sedikit pun Nasrudin mengalirkan kata-katanya kepada Joko Kendal, rupanya Nasrudin juga sudah lama mengamati kontradiksi dalam kenyataan hidup ini. Sehingga ketika mendengar keluhan Joko Kendal, ia seperti sedang mendapat ruang untuk meluapkan seluruh isi hatinya yang juga gundah dengan semua itu.(*)   

 

 

Kuta, 25 Mei 2019    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kacang Panjang Terpanjang Tumbuh di Pennsylvania, USAoleh : Fida Abbott
21-Sep-2019, 10:58 WIB


 
  Kacang Panjang Terpanjang Tumbuh di Pennsylvania, USA Kacang panjang ini saya tumbuhkan dari biji saat musim panas di Coatesville, Agustus 2019, salah satu kota di negara bagian Pennsylvania, USA. Panjangnya mencapai 95 cm sehingga dapat dikalungkan. Tak ada perlakuan khusus dalam menanamnya, hanya cukup ditanam di tanah
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia