KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Berdoa untuk Perdamaian Dunia
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 11-Mar-2017, 19:07:04 WIB

KabarIndonesia - Perdamaian merupakan suatu keadaan yang paling dirindukan pada saat ini. Kenapa? Karena berbagai macam konflik, kerusuhan, perselisihan, ketidakadilan, kekerasan, perang, dan sebagainya kerapkali terjadi secara bersamaan hampir di seluruh belahan dunia ini. Di Eropa, Amerika, Asia, Timur Tengah sering terjadi ledakan bom, penembakan, serangan teroris dan perang. Tidak ada lagi damai. Semua orang sedang bergumul dan berjuang untuk perdamaian itu, walaupun mungkin agak sulit untuk mendapatkannya.

Pada 18 Januari, hari pertama dunia merayakan Minggu Doa untuk Kesatuan Kristen 2017, suatu pelayanan doa ekumenis yang bertempat di Gereja Sacré Coeur di Jenewa, Swiss, mendatangkan lebih dari 70 orang dari berbagai jemaat dan denominasi. Minggu Doa untuk Kesatuan Kristen, yang secara tradisional dirayakan setiap tahun dari 18-25 Januari di belahan bumi utara, atau pada saat Pentakosta di belahan bumi selatan, mengundang orang-orang Kristen di seluruh dunia untuk mempersembahkan waktu khusus dan spiritual untuk alasan suci kesatuan Kristen dan untuk bertemu di dalam doa, tak peduli apapun identitas gereja atau denominasi mereka.

Ibadah ekumenis di Jenewa itu dikoordinir oleh Rassemblement des Eglises et Communautes Chretiennes de Geneve (RECG), suatu asosiasi gereja-gereja dan komunitas Kristen di Jenewa, bersama-sama dengan para perwakilan dari Dewan Gereja se-Dunia (DGD). Marc Passera, presiden dari RECG, mengatakan dalam kata-kata sambutannya, “Dialah yang membawa kita bersama-sama, Dialah yang menjadi sumber kesatuan kita”. Dalam roh tema Minggu Doa untuk Kesatuan Kristen tahun ini, “Perdamaian – kasih Kristus menguasai kita” (2 Korintus 5:14-18), Prof. Hans-Christoph Askani, wakil dekan dan professor teologi sistematika pada Universitas Jenewa, mengundang orang-orang Kristen untuk berdoa bagi kedamaian dan kesatuan atas kuasa pengorbanan salib sebagai simbol pendamaian bukan hanya antara Kristus dan diri kita sendiri tetapi juga antara denominasi-denominasi Kristen dan agama-agama di
dunia.

Askani juga mengarah pada tradisi orang-orang Swiss menancapkan salib-salib di atas bukit-bukit dan gunung-gunung sebagai suatu syafaat, sambil berkata, “hari ini, orang-orang mencopoti salib-salib, melihat salib-salib itu sebagai suatu simbol takhyul, suatu ancaman terhadap sekularisme dan tanda simbolis atas superioritas terhadap agama-agama lain”. Dia juga mengundang persekutuan itu untuk merefleksikan makna yang tepat dari salib-salib itu sebagai “suatu simbol kemenangan hidup atas kematian, yang dilakukan melalui pengorbanan Yesus Kristus.”

Para peserta berdoa menggunakan bahan-bahan untuk Minggu Doa untuk Kesatuan Kristen yang tahun ini disiapkan oleh gereja-gereja Jerman dengan koordinasi DGD dan Dewan Kepausan untuk Promosi Kesatuan Kristen, yang sudah secara bersama-sama mempublikasikan bahan-bahan untuk minggu doa itu dengan sebuah kelompok kerja nasional yang berbeda setiap tahun.

Sebagai bagian dari ibadah, Pastor Old Catholic Jean Lanoy mengundang untuk melakukan penyalaan lilin, dengan mengatakan, “sebuah lilin yang menyala benar- benar merupakan suatu simbol manusia. Ia (lilin yang menyala) memancarkan cahaya atas kegelapan, memberikan sebuah perasaan kehangatan, keamanan dan perasaan memiliki. Ia (lilin yang menyala) menggambarkan Kristus sebagai terang dunia. Biarkanlah terang Kristus memberikan pendamaian terhadap pemikiran-pemikiran, kata-kata dan perbuatan-perbuatan kita.”

Ibadah ekumenis, yang diadakan di jantung Jenewa internasional, membawa pengharapan bahwa pribadi-pribadi dan komunitas-komunitas bisa mewujudkan perdamaian di tempat-tempat dan konteks mereka sendiri dan menggabungkan usaha-usaha mereka untuk menyatakan kesatuan global yang terlihat. Sebagai bagian dari gerakan oikumene, Gereja-geja di Indonesia juga terpanggil untuk ambil bagian dalam Minggu Doa untuk Kesatuan Kristen ini, secara khusus untuk terus-menerus berdoa untuk perdamaian dunia. Sebagai bagian dari negara Indonesia, khususnya HKBP terpanggil untuk semakin aktif dalam kegiatan perdamaian, baik di ruang lingkup gereja, masyarakat maupun negara. Sebagai pengikut Kristus, warga Kristen juga terpanggil untuk terus-menerus memancarkan terang Kristus yang membawa perdamaian bagi sekitar dan bagi dunia ini. Ditulis Pdt.Merry Simarmata Sumber: WCC News Letter, 20 Januari 2017. *)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Makassar Semarak, Target Revitalisasi 600 Halte Tercapai Senior Journalist Rappler Indonesia Uni Lubis (kanan) berinteraksi dengan 400 peserta dalam bedah buku Astra on Becoming Pride of the Nation bersama Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso (tengah), dipandu oleh Zilvia Iskandar
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia