KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWalau Sering Mogok, Mobil Jokowi Tidak Bobrok oleh : Chairil Makmun
27-Mar-2017, 21:28 WIB


 
 
Kabarindonesia, Jakarta -Walaupun sering mogok, mobil Presiden Jokowi bukanlah mobil bobrok. Pengertian mogok pada mobil Presiden tidak sama dengan mogok pada mobil masyarakat pada umumnya. Demikian penjelasan Kepala Sekretariat Kepresidenan Darmansjah Djumala kepada jurnalis di Jakarta, Kamis pagi (23/3/17).
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA





 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Langkah Menuju Pasti 23 Mar 2017 23:05 WIB

Walau Satu Detik Bersama Tuhan 10 Mar 2017 04:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Berdoa untuk Perdamaian Dunia
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 11-Mar-2017, 19:07:04 WIB

KabarIndonesia - Perdamaian merupakan suatu keadaan yang paling dirindukan pada saat ini. Kenapa? Karena berbagai macam konflik, kerusuhan, perselisihan, ketidakadilan, kekerasan, perang, dan sebagainya kerapkali terjadi secara bersamaan hampir di seluruh belahan dunia ini. Di Eropa, Amerika, Asia, Timur Tengah sering terjadi ledakan bom, penembakan, serangan teroris dan perang. Tidak ada lagi damai. Semua orang sedang bergumul dan berjuang untuk perdamaian itu, walaupun mungkin agak sulit untuk mendapatkannya.

Pada 18 Januari, hari pertama dunia merayakan Minggu Doa untuk Kesatuan Kristen 2017, suatu pelayanan doa ekumenis yang bertempat di Gereja Sacré Coeur di Jenewa, Swiss, mendatangkan lebih dari 70 orang dari berbagai jemaat dan denominasi. Minggu Doa untuk Kesatuan Kristen, yang secara tradisional dirayakan setiap tahun dari 18-25 Januari di belahan bumi utara, atau pada saat Pentakosta di belahan bumi selatan, mengundang orang-orang Kristen di seluruh dunia untuk mempersembahkan waktu khusus dan spiritual untuk alasan suci kesatuan Kristen dan untuk bertemu di dalam doa, tak peduli apapun identitas gereja atau denominasi mereka.

Ibadah ekumenis di Jenewa itu dikoordinir oleh Rassemblement des Eglises et Communautes Chretiennes de Geneve (RECG), suatu asosiasi gereja-gereja dan komunitas Kristen di Jenewa, bersama-sama dengan para perwakilan dari Dewan Gereja se-Dunia (DGD). Marc Passera, presiden dari RECG, mengatakan dalam kata-kata sambutannya, “Dialah yang membawa kita bersama-sama, Dialah yang menjadi sumber kesatuan kita”. Dalam roh tema Minggu Doa untuk Kesatuan Kristen tahun ini, “Perdamaian – kasih Kristus menguasai kita” (2 Korintus 5:14-18), Prof. Hans-Christoph Askani, wakil dekan dan professor teologi sistematika pada Universitas Jenewa, mengundang orang-orang Kristen untuk berdoa bagi kedamaian dan kesatuan atas kuasa pengorbanan salib sebagai simbol pendamaian bukan hanya antara Kristus dan diri kita sendiri tetapi juga antara denominasi-denominasi Kristen dan agama-agama di
dunia.

Askani juga mengarah pada tradisi orang-orang Swiss menancapkan salib-salib di atas bukit-bukit dan gunung-gunung sebagai suatu syafaat, sambil berkata, “hari ini, orang-orang mencopoti salib-salib, melihat salib-salib itu sebagai suatu simbol takhyul, suatu ancaman terhadap sekularisme dan tanda simbolis atas superioritas terhadap agama-agama lain”. Dia juga mengundang persekutuan itu untuk merefleksikan makna yang tepat dari salib-salib itu sebagai “suatu simbol kemenangan hidup atas kematian, yang dilakukan melalui pengorbanan Yesus Kristus.”

Para peserta berdoa menggunakan bahan-bahan untuk Minggu Doa untuk Kesatuan Kristen yang tahun ini disiapkan oleh gereja-gereja Jerman dengan koordinasi DGD dan Dewan Kepausan untuk Promosi Kesatuan Kristen, yang sudah secara bersama-sama mempublikasikan bahan-bahan untuk minggu doa itu dengan sebuah kelompok kerja nasional yang berbeda setiap tahun.

Sebagai bagian dari ibadah, Pastor Old Catholic Jean Lanoy mengundang untuk melakukan penyalaan lilin, dengan mengatakan, “sebuah lilin yang menyala benar- benar merupakan suatu simbol manusia. Ia (lilin yang menyala) memancarkan cahaya atas kegelapan, memberikan sebuah perasaan kehangatan, keamanan dan perasaan memiliki. Ia (lilin yang menyala) menggambarkan Kristus sebagai terang dunia. Biarkanlah terang Kristus memberikan pendamaian terhadap pemikiran-pemikiran, kata-kata dan perbuatan-perbuatan kita.”

Ibadah ekumenis, yang diadakan di jantung Jenewa internasional, membawa pengharapan bahwa pribadi-pribadi dan komunitas-komunitas bisa mewujudkan perdamaian di tempat-tempat dan konteks mereka sendiri dan menggabungkan usaha-usaha mereka untuk menyatakan kesatuan global yang terlihat. Sebagai bagian dari gerakan oikumene, Gereja-geja di Indonesia juga terpanggil untuk ambil bagian dalam Minggu Doa untuk Kesatuan Kristen ini, secara khusus untuk terus-menerus berdoa untuk perdamaian dunia. Sebagai bagian dari negara Indonesia, khususnya HKBP terpanggil untuk semakin aktif dalam kegiatan perdamaian, baik di ruang lingkup gereja, masyarakat maupun negara. Sebagai pengikut Kristus, warga Kristen juga terpanggil untuk terus-menerus memancarkan terang Kristus yang membawa perdamaian bagi sekitar dan bagi dunia ini. Ditulis Pdt.Merry Simarmata Sumber: WCC News Letter, 20 Januari 2017. *)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Cara Membangun TNI AD Yang Kuat 26 Mar 2017 21:53 WIB

Kavaleri Udara TNI AD 25 Mar 2017 11:08 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia