KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAROMA KEPENTINGAN DALAM AGENDA TERSENDIRI oleh : Tonny Djayalaksana
18-Aug-2019, 15:58 WIB


 
 
KabarIndonesia - Upaya-upaya lawan Jokowi untuk menjatuhkannya sangat militan sekali. Sebagai pelengkap telah saya sertakan tulisan Denny Siregar yang menggambarkan bagaimana sebuah konspirasi dijalankan untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi. Namun akhirnya perlindungan dari Allah bisa menggagalkan semua itu. 

Semua
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Benarkah Allah Itu Maha Menyiksa,  Dan Neraka Itu Betul-Betul Ada?

 
ROHANI

Benarkah Allah Itu Maha Menyiksa, Dan Neraka Itu Betul-Betul Ada?
Oleh : Tonny Djayalaksana | 13-Jan-2019, 08:59:17 WIB

KabarIndonesia - Selama belajar agama, saya selalu ditakut-takuti tentang siksa neraka yang sungguh dahsyat. Selalu didoktrin dengan ajaran pahala dan dosa (reward and punishment). Jadi selama belajar agama itu yang dipicu adalah andrenalin saya. Kita dituntut dan wajib takut sebenar-benarnya takut kepada Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, namun sekaligus juga yang Maha Penyiksa?

Setelah saya memahami bahwa alam semesta ini diciptakan Allah, semata-mata hanya karena Allah ingin dikenal eksistensinya, maka saya adalah salah satu orang yang tidak sependapat dengan keterangan di atas. Dari tulisan-tulisan saya yang terdahulu, dijelaskan bahwa sebelum alam semesta ini diciptakan, keadaannya kosong. Dan Dia (Allah) yang awal mula mengisi kekosongan tersebut. 

Selanjutnya Allah mempunyai kehendak agar eksistensinya bisa dikenal, maka jadilah alam semesta berikut seluruh penghuninya Allah ciptakan. Tujuannya adalah agar melalui ciptaan-ciptaan-Nya itulah Dia dikenal.

 Melalui tulisan sebelumnya, saya juga sudah jelaskan, semua kehidupan di alam semesta ini ada, hanya dikarenakan bersatunya dua unsur yaitu materi/nyata dan imateri/tidak nyata/ghaib. Unsur materi itu diciptakan Allah melibatkan banyak pihak, seperti tubuh manusia, melibatkan unsur, tanah, air, api, dan udara. Selanjutnya Allah menggunakan media sepasang manusia laki-laki dan wanita. Setelah tubuh/jasad itu tercipta dengan sempurna, barulah Allah meniupkan ruh-Nya kedalam tubuh/jasad tersebut. 

Barulah terjadi sebuah kehidupan, yang namanya ditiupkan itu. Allah tidak lagi menggunakan marga lantaran, langsung dari Allah sendiri. Jadi sepanjang pemahaman saya, yang disebut ruh-Ku itu adalah percikan cahaya kehidupan Allah yang dimasukan ke tubuh/jasad manusia. 

Artinya kalau percikan cahaya kehidupan itu dari Allah sendiri, tentu tidak ada perbedaan dengan sumbernya percikan cahaya kehidupan tersebut. 
Proses kejadian peristiwa tersebut seperti ayat yang tertera dalam Al-Quran surat Al-Hjir ayat 29, yang berbunyi sebagai berikut: "Maka ketika Aku telah menyempurnakan penciptaannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepada-Nya dengan bersujud." 

Hal ini bisa kita analogikan, seperti setetes air dari samudera tanpa batas, sifatnya pasti sama dengan sumbernya, yaitu air di samudera tanpa batas tersebut. Ruh adalah Essensi Dzat Allah yang berada didalam setiap ciptaan-Nya.   

Lalu, pertanyaannya adalah, ruh-Ku yang notabene merupakan percikan dari cahaya kehidupan tanpa batas tersebut, apakah mungkin karena dianggap berbuat dosa besar, lalu harus menanggung hukuman berupa siksaan yang se-lama-lamanya serta kekal abadi? Tentu jawabannya adalah tidak mungkin. Kenapa tidak mungkin? Karena sepercik cahaya kehidupan yang Allah tiupkan ke tubuh/jasad manusia tersebut, tidak lain dan tidak bukan adalah Allah itu sendiri. Adakah di semesta ini yang mampu menyiksa dirinya sendiri selama-lamanya serta kekal abadi? 

Jangankan bersifat selama-lamanya kekal abadi, untuk menyiksa dirinya sendiri dalam waktu yang sangat singkat saja merupakan satu peristiwa yang mustahil. (bersambung)       

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
KETAKUTAN ADALAH DASAR AGAMA? 17 Aug 2019 14:18 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia