KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalMendagri Tjahjo Kumolo Himbau Masyarakat Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa oleh : Danny Melani Butarbutar
16-Okt-2019, 10:13 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Mengutip Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor111/11285/SJ tanggal15 Oktober 2019, dikabarkan bahwa Komunitas Lintas Agama dan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa akan menggelar Doa Bersama. Doa bersama tersebut akan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Rayuan Gombal vs Cinta Sejati 11 Okt 2019 08:58 WIB


 

BISAKAH SEORANG ATEIS MENJADI PENDETA? (2): Agama Adalah Sebuah Komoditi Untuk Jualan

 
ROHANI

BISAKAH SEORANG ATEIS MENJADI PENDETA? (2): Agama Adalah Sebuah Komoditi Untuk Jualan
Oleh : Tonny Djayalaksana | 30-Sep-2019, 15:34:53 WIB

KabarIndonesia - Seperti yang sudah saya tuliskan pada artikel "Bisakah Seorang Ateis Menjadi Pendeta" bagian (1), saya telah memaparkan tentang munculnya betapa banyak para pastor yang tidak lagi percaya akan keberadaan Tuhan. Mereka tidak lagi percaya kepada apa yang diajarkan oleh agama karena dianggap tidak sesuai dengan kenyataan.

Berbekal fenomena tersebut, menurut pemahaman saya tentang agama, seringkali agama digunakan untuk komoditi berjualan Tuhan.   Setiap agama mempunyai konsep yang sama, yaitu Dosa, Taubat, datang Mesias/Juru selamat yang akan mengantarkan kita ke Surga.    

Padahal makna dari Dosa itu sama dengan Salah.   Jadi kalau ada orang bersalah lalu dikatakan berbuat Dosa, maka dia akan langsung ingat Neraka. Ingat Tuhan untuk bertaubat, dan belajar kitab suci yang dibawa Sang Mesias/Juru Selamat agar Dosanya bisa diampuni Tuhan, dan sehingga akhirnya bisa masuk Surga dan selamat dari Neraka.     

Akan tetapi kalau ada orang yang berbuat kesalahan, terus dikatakan kamu Salah, maka dia tidak mungkin akan ingat Neraka dan perlu bantuan dari Tuhan. Pasalnya, kalau berbuat salah, ya tinggal diperbaiki saja. Tidak perlu meminta batuan Mesias/Juru Selamat.    

Menurut saya, agama utamanya didasarkan pada rasa takut. Sebagian merupakan ketakutan pada teror yang ditimbulkan oleh sesuatu yang tidak diketahui, dan sebagian lain merupakan angan-angan bahwa mereka mempunya sejenis saudara tua yang akan selalu menjaga dan menyelesaikan masalah mereka.      

Ketakutan adalah dasar agama: takut akan hal-hal misterius. Takut kalah. Takut mati. Takut merupakan induk dari kekejian, oleh karena itu tidak mengherankan jika kekejian dan agama senantiasa berjalan seiring.

Seperti yang sudah pernah kita saksikan, peristiwa yang terjadi di dalam negeri tentang bom bunuh diri, baik itu yang pernah terjadi di Bali 1 dan Bali 2. Bom bunuh diri di hotel Marriot sebanyak 2 kali juga. Konflik Maluku, Maluku Utara, Poso. Bom bunuh diri satu keluarga mapan, serta yang baru-baru ini terjadi yaitu pembantaian di sebuah mesjid Selandia Baru.     

Belum lagi terjadinya peristwa konflik yang muncul di Negara-negara Timur Tengah yang dikenal dengan sebutan Arab Spring, yang hingga saat ini masih berlangsung dan tidak berkesudahan. Belum lama ini, kita juga baru menyaksikan peristiwa pilgub dan pilpres yang hasil akhirnya harus menunggu keputusan dari Makamah Konstitusi (MK). 

Terlihat bagaimana ketika peristiwa pilgub dan pilpres berlangsung, agama dijadikan sebagai komoditi untuk tercapainya ambisi sebuah kekuasaan, dengan menebar isu-isu berita hoax, fitnah yang keji, dan ancaman-ancaman. Semua etika dilanggar, rakyat terpecah menjadi dua kubu yang sama-sama punya militansi. Semuanya itu sudah melampaui nalar yang sehat.    

Adapun penyebab utamanya adalah karena agama sudah dijadikan sebuah komoditi yang bisa dipakai oleh kelompok yang mempunyai bermacam-macam kepentingan yang disesuaikan dengan situasi dan kebutuhannya.   Sering saya ungkapkan agama berbeda dengan spiritual. Dasar dari agama adalah Kerumunan-kerumunan baik itu berupa Sekte, Kelompok, Organisasi Keagamaan, Ormas dan sebagainya, sedangkan spiritual adalah individual.    

Saya sebagai seorang Mualaf yang sudah belajar Agama Islam selama 39 tahun, dan baru ter-SADAR-kan dalam waktu -/+ dua tahun yang lalu. Barulah dengan mempelajari spiritualitas atau dalam agama Islam dikenal sebagai Ilmu Ma'rifatullah, maka saya bisa lebih SADAR dan memahami keberadaan Tuhan/Allah sabagai Sang Kecerdasan Semesta Tanpa Batas, adalah Satu-satunya Penguasa dan Pemilik Alam Semesta beserta seluruh isinya.     

Setelah saya merasa ter-SADAR-kan, maka saya mencoba merumuskan metode yang sederhana agar bisa lebih fokus serta lebih mudah dipahami. Ketika mempelajari Ilmu spitualitas atau Ma'rifatullah, saya mengajukan 5 pertanyaan terhadap diri saya sendiri, sebagai berikut:    

1. Sebelum Alam Semesta ini ada, seperti apakah keadaannya?   
2. Untuk apa Tuhan/Allah sebagai Sang Kecerdasan Semesta Tanpa Batas menciptakan Alam Semesta ini?     
3. Siapa sejatinya diri saya ini?    
4. Untuk apa saya dihadirkan di Alam Semesta ini?    
5. Darimana Awal diri sejati saya dan kemana diri sejati saya harus kembali.     

Sampai akhirnya jawaban dari ke 5 pertanyaan tersebut saya tuliskan di dalam buku perdana saya yang berjudul "AKU BERSAKSI ALLAH MAHA NYATA."     

Dengan berpegang kepada ke 5 jawaban tersebut, saya meyakini kita masing-masing bisa lebih SADAR dan lebih memahami semua makna dari kehidupan di Alam Semesta ini.    

Dengan demikian saya sangat berharap semua penduduk di muka bumi ini bisa ter-SADAR-kan, sehingga Semesta ini bisa lebih damai, sejahtera dan bahagia.    

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com          

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia