KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit, dan Tol Media (Sebuah Kesaksian untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
FamGofest 2019 Hadir di BSD City 21 Nov 2019 09:18 WIB

 

 
 
ROHANI

Apakah (Cukup) Anda Senang?
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 16-Aug-2019, 11:04:41 WIB

KabarIndonesia - Sejak ribuan tahun orang berusaha untuk mencari jawaban atas pertanyaan dalam dirinya: Tujuan HIDUP kita itu UNTUK APA? Mulai dari Socrates sampai Kong Hu Chu, mereka telah berusaha untuk memaparkannya!

Namun kalau kita berpikir secara realistis dan tanpa kemunafikan, menurut saya TUJUAN HIDUP manusia itu hanya DUA SAJA ialah untuk:
1. Mencari Makan, dan
2. Mencari Kesenangan Hidup

Dan fatwa ini sudah diberikan oleh Tuhan ketika Adam diusir dari Taman Firdaus. Terbuktikan pula bahwa kenyataannya, saya bisa hidup tanpa Berdoa selama limapuluh tahun silam. Namun kebalikannya, saya akan Mati Kelaparan apabila harus hidup lima hari tanpa Makan.

Yang menjadi persoalan adalah Kenyang dan Senang itu tidak bisa didefinisikan !. Apa bedanya kenyang makan "nasi kusing seharga Rp. 3.000 dengan kenyang makan "kobe beef" seharga Rp. 3 juta?. Begitu, bagaimana enak maupun mahalnya makanan tersebut toh kenyangnya tetap sama.

Bahkan kalau kita jujur; rasa ENAK itu hanya bisa dinikmati selama beberapa detik saja, terasa di lidah (yang panjang lebih kurang 5 cm), bukannya selama 30 menit di dalam Usus (3 m).

Percaya atau tidak, perasaan senang saya rasakan yang jauh lebih besar dan jauh lebih bahagia ketika saya mendapatkan hadiah Sepeda di masa kecil, dibandingkan ketika mendapatkan mobil Ferrari. Coba kita renungkan sendiri, mana lebih bahagia masa kecil kita dengan segala keterbatasannya ataukah sekarang dengan uang yang berlimpah?

Ternyata rasa KENYANG dan SENANG itu tidak bisa selamanya kita miliki, karena rasa itu memang hanya sekedar pinjaman untuk dicicipi atau di icip-icip saja. Sekarang kota KENYANG, paling lambat besok sudah LAPAR lagi.
Begitu juga dengan perasaan SENANG; tidak akan bisa bertahan lebih dari tiga hari. Namun kebalikannya rasa SUSAH bisa dirasakan bertahun-tahun lamanya.

Ketika saya reningkan tujuan hidup ini dan orang-orang disekeliling, saya mendapat pikiran bahwa ternyata seseorang jadi KORUPTOR bukannya karena KEBUTUHAN melainkan karena ingin SENANG.

Rumah seluas 75 m2 seharusnya cukup, namun kalau dirubah menjadi 750 m2, barulah saya senang. Mobil AGYA seharusnya cukup, namun kalau ALPHARD baru saya lebih senang. Satu isteri sebetulnya cukup senang, kalau bisa tambah jadi 2 atau 3 bisa jadi bersenang-senang.

Orang bersedia mengambil risiko dipenjara lima tahun hanya untuk bisa mendapatkan dan merasakan Kesenangan selama lima menit saja, saat kita nge-DRUGS atau nge-Bonk.

Banyak orang termasuk saya sendiri bersedia menghancurkan rumah tangga yang sudah kita bina selama puluhan tahun lamanya, hanya sekedar untuk mendapatkan kesenangan "esek-esek" beberapa menit saja.

Terbuktikan pula bahwa hampir selama hidup, saya diperbudak hanya untuk berburu KESENANGAN. Namun kenyataannya, ini sama saja seperti BERBURU ANGIN yang hingga kapanpun juga tidak akan bisa kita miliki.
Kesenangan itu hanya sekedar ILUSI. Sama seperti juga BUSA sabun yang INDAH; namun tidak bisa dimiliki. Saat kita pegang ia akan pecah!

Tuhan menyadarkanku, daripada berburu KESENANGAN, lebih baik kita belajar MENSYUKURI dengan apa yang telah kita miliki dan dapatkan setiap hari. Mumpung masih diberi-Nya kesempatan, jangan lagi disia-siakan.

Oleh sebab itu saya "TIDAK AKAN PERGI KE DUGEM" lagi untuk mencari kesenangan; karena semuanya itu sudah Tuhan berikan dan sediakan di rumah. Untuk itulah saya mensyukurinya!

Percayalah bahwa perasaan SYUKUR dan DAMAI ini akan menjadi MILIK kita selamanya. Apabila kita bisa menghayati ucapan isi doa kita: “Jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga.” Amin. (Seperti ditulis Mang Ucup di laman Whatsapp pribadinya kepada saya).

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia