KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniICTUS Kalung Emas Menjalani Waktu Kehidupan Tahun 2019 oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Jan-2019, 15:38 WIB


 
 
KabarIndonesia - Kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan, esok adalah harapan. Ketiganya akan berjalan terus menerus tanpa dapat dihentikanm bergulir seiring perjalanan hidup jagad raya. Manusia menyebut ketiganya sebagai zona waktu, kemarin telah berlalu, hari ini sedang bergerak dan
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Filosofi Kopi 20 Jan 2019 01:57 WIB

Senja Kan Berlalu 19 Jan 2019 14:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 

Apa Yang Disebut Tuhan (Allah) Maha Adil? (2)

 
ROHANI

Apa Yang Disebut Tuhan (Allah) Maha Adil? (2)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 07-Jan-2019, 16:19:57 WIB

KabarIndonesia - Dalam tulisan "Apa yang Disebut Tuhan (Allah) Maha Adil?" bagian pertama (1), telah disebutkan bahwa Allah menciptakan alam semesta ini hanya dengan satu tujuan yaitu agar melalui makhluk dan ciptaan-Nya, eksistensi-Nya bisa dikenal. 

Hal demikian itu bisa dibuktikan dengan nyata, setiap saya pergi kemana saja, baik itu dalam negeri maupun luar negeri, tidak ada yang diam tanpa ada pembangunan. Untuk membuat peradaban manusia dari waktu ke waktu semakin maju, dan tidak ada satupun yang abadi. 

Setelah satu karya sudah jadi, lalu dipelihara, selanjutnya sampai tiba saatnya dihancurkan. Kemudian dilebur dan dibangun ulang dengan kemajuan yang disesuaikan dengan keperluan pada zamannya. Beruntung sekali di era saya, bisa menyaksikan betapa pesatnya pembangunan di segala sector. Khususnya di sektor teknologi, Allah terlihat sekali menunjukan kecerdasaan semesta tanpa batasnya. 

Kemajuan di bidang teknologi sangat terasa kemajuannya yang sangat pesat, bahkan cenderung sangat fenomenal. Timbul pertanyaan saya, mengenai istilah Amal Jariah. Pasalnya, selama ini pemahaman saya hanya dibatasi dengan pemahanan yang sangat eksklusif. 
Amal Jariah itu seolah-olah hanya diperuntukan bagi orang=orang Muslim dalam menjalankan ibadah agamanya, sehingga mendapatkan pahala yang bisa dinikmati dalam kehidupan yang abadi di akhirat nanti. Contohnya, supaya mendapatkan pahala yang bisa mengalir tanpa henti tatkala kita sudah meninggalkan alam semesta ini, sewaktu masih hidup di dunia kita dihimbau agar berlombalomba untuk membangun rumah ibadah. 

Harapannya, rumah ibadah tersebut akan digunakan secara terus menerus sampai tiba pada hari kiamat nanti. Selama hal itu berjalan, maka pahalanya akan mengalir terus untuk kepentingan kita di akhirat nanti. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, "Kalau kita sodaqoh/menyumbang untuk bangun rumah ibadah itu kan mengacu kalau fisik rumah ibadahnya sudah jadi, lalu bisa dipergunakan orang-orang untuk beribadah, Baru setelahnya pahalanya mengalir." Sesederhana itu. 

Namun kenyataan yang terjadi, proses itu sesungguhnya telah melibatkan ribuan orang, bahkan mungkin lebih. Untuk membangun sebuah bangunan tersebut, bukankah diperlukan bahan bangunan? Nah segala bahan bangunan dan alat-alat penunjang lainnya itu, tentunya juga melibatkan banyak orang. Bisa mulai dari penemu, pencipta, pembuat, distribusi dan seterusnya. Tentunya dengan mata rantai yang sangat panjang sekali. Saya tidak mampu untuk mengurainya satu persatu. 

Apakah mereka-mereka yang terlibat itu, hanya dikarenakan beda kepahaman, lalu semuanya tidak mendapatkan pahala, bahkan terancam masuk neraka? Padahal kalau mau jujur, para ilmuwan-ilmuwan yang berhasil menciptakan listrik, bohlam, AC, karpet, kaca, semen, bata, engsel, kunci dan seterusnya, bukankah hasil karya produknya itu sudah digunakan oleh jutaan bahkan milyaran manusia? 

Begitu besar manfaatnya yang diberikan mereka untuk semesta ini. Bukankah Nabi dalam sebuah hadits pernah mengatakan, "Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat bagi manusia lainnya? Saya pribadi berpendapat seorang ilmuwan yang berhasil menciptakan sebuah produk yang bisa bermanfaat bagi milyaran orang secara tidak putus, tidak kalah mulia dibanding seorang Nabi atau Rasul. 

Nah contoh di atas, kita baru membicarakan membuat sebuah bangunan saja, sudah harus melibatkan ribuan orang mungkin bisa lebih. Apalagi jika kita berbicara mengenai membangun semesta ini? Bisa dibayangkan, tentunya seluruh penghuni semesta ini akan semuanya terlibat. 

Sejarah telah membuktikan, kemajuan peradaban manusia dari zaman ke zaman --di usia penulis yang saat ini sudah mencapai 69 tahun saja, sudah mengalami sedemikian dahsyat kemajuan. 

Saya masih ingat ketika masih SD, paman dan bibi saya berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekkah menggunakan kapal laut yang harus memakan waktu hampir satu bulan baru tiba. Begitu lama sehingga ketika selesai menunaikan ibadah haji, dalam perjalanan pulang ke Indonesia paman saya meninggal di kapal. Karena masih dalam perjalanan, jenazahnya pun dibuang ke laut. 

Berbeda jauh dengan di zaman saya. Ketika berangkat haji pertama di tahun 1982 , saya sudah bisa naik pesawat. Fasilitas yang ada di sana juga sudah cukup nyaman. Apalagi kalau berangkat haji saat ini. Tentu sudah sangat jauh berbeda. 

Hal tersebut merupakan salah satu contoh agar kita bisa merenung ke dalam diri sendiri. Bahwasannya saya/ kita hadir di semesta ini tidak sendirian. Melainkan bersama milyaran penduduk dunia. 

Allah menghadirkan manusia di dunia ini agar saling mengenal, menebar kasih sayang, menjalin persaudaraan, dan membangun satu sinergi, untuk satu tujuan yaitu mengabdi kepada Allah Sang Maha Segala Maha agar eksistensinya bisa dikenal.
 
Saya dan seluruh makhluk di semesta ini, hanya digunakan sebagai perpanjangan tangannya Allah, semata-mata hanya untuk mengabdi kepada-Nya Seandainya semua manusia yang ada dimuka bumi ini sudah sadar, bahwa kita semua sama. 

Semua adalah makhluk Allah dan dengan tujuan yang sama, yaitu semata-mata untuk beribadah kepada Allah dan menjadi perpanjangan tangannya Allah dalam berkarya agar eksistensinya dikenal, niscaya tidak akan lagi ada perbedaan ras, suku. agama dan bangsa, sehingga akan tercipta suasana damai, sejahtera dan berkah. 

Di akhir dari tulisan ini bisa disimpulkan, bahwa mengacu kepada ayat-ayat Al Quran dan Hadits, ditambah dengan kenyataan yang ada, tidak mungkin Allah yang memiliki sifat Maha segala Maha, diantaranya sifat Maha Adil, akan mempraktekan ketidakadilan. 

Salah satunya adalah seperti yang difirmankan-Nya dalam QS. Al Baqarah ayat 62 yang terjemahannya sebagai berikut, "Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (*)    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia