KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahPemprov Jateng Keliru Tafsirkan UU Kebudayaan oleh : Gunoto Saparie
16-Jan-2018, 22:54 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dinilai keliru dalam menafsirkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Undang-undang tersebut mengamanatkan pembentukan Lembaga Wali Amanat (LWA), namun pemprov justru memfasilitasi pendirian Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN).  
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sekeping hati 06 Jan 2018 16:05 WIB

 

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

500 Tahun Reformasi Gereja Bukan Menyesuaikan tetapi Membaharui

 
ROHANI

500 Tahun Reformasi Gereja Bukan Menyesuaikan tetapi Membaharui
Oleh : Argopandoyo Tri Hanggono | 31-Okt-2017, 07:09:25 WIB

KabarIndonesia - Dunia internasional tidak pernah melupakan perubahan sosial yang menggetarkan dunia, terutama di belahan Eropa barat. Guncangan sosial dalam hal ini keimanan global gereja pada masa itu. Hampir kebanyakan masyarakat dunia mengenal dan mengetahui adanya gerakan yang mempengaruhi perubahan global pada hari itu. Gerakan yang dimulai oleh Marthin Luther itu terjadi pada 500 tahun tanggal 31 Oktober tahun 1517 yang lalu itu, kini dikenal dengan nama Hari Reformasi Gereja.

Pendeta Gomar Gultom, M.Th, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia mengingatkan bahwa peristiwa itu menyisakan adagium terkenal dari para reformator, yang salah satunya adalah; "Ecclesia reformata semper reformanda est". Maksud dari adagium itu adalah gereja yang membaharui masyarakat adalah gereja yang senantiasa membaharui dirinya. "Saya kira benar!" begitu timpal Pdt. Gultom menanggapi kata-kata tersebut. "Gereja membutuhkan kelenturan tersendiri kalau mau ikut dalam membaharui masyarakat," lanjutnya lagi memaparkan.

Fleksibelitas organisasi gereja tampaknya dapat membuat gereja melebur dengan masyarakat, sehingga dengan mudah gereja membantu masyarakat untuk hidup lebih baik. Dengan demikian Pdt. Gultom ingin kelenturan gereja terjadi. "Kalau tidak, dia akan menjadi fosil yang tak bermakna apa-apa," tukasnya melanjutkan. Hal ini mengingat bahwa dalam pergerakan waktu kehidupan, masyarakat tidak pernah berhenti berubah. Ia juga mengingatkan bahwa jati diri gereja akan menjadi pepesan kosong dengan sendirinya bila selalu bersembunyi di balik ungkapan "Gereja adalah Gereja".

Namun begitu, Pdt. Gultom juga menegaskan bahwa kelenturan sebagai bagian dari masyarakat itu bukan berarti gereja menjadi sama, "Not conformed but transformed!" begitu ungkapnya. "Bukan menyesuaikan diri tetapi membaharui," lanjutnya menjelaskan. "Itu berarti gereja tidak bisa begitu saja ikut arus dunia ini, dia harus tetap menjadi gereja," paparnya menekankan. Hal ini kembali mengingatkan ada adagium lain dari para reformator gereja, yaiiu; "Let the church be the church". Hal itu merujuk pada pembaharuan yang bukan terjadi akibat tuntutan eksternal, namun lebih karena adanya pancaran nilai-nilai yang didorong oleh budi yang telah terbaharui.

500 tahun sudah sejak Martin Luther menancapkan 95 dalilnya di pintu Gereja Wittenberg pada 31 Oktober 1517, sebagai gerakan bersejarah yang mengawali reformasi gereja. Saat ini menurut Pdt. Gultom, gelombang reformasi itu telah menampilkan dua wajah gereja, yaitu pro dan kontra pembaharuan tersebut. "Hingga kini baik di lingkungan Katolik maupun di lingkungan Protestan dan aliran-aliran yang muncul kemudian," begitu ungkap Pdt. Gultom. Dalam kondisi ini Pdt. Gultom pun mengajak semua gereja-gereja di Indonesia untuk kembali merenungkan makna kehadiran dari Reformasi Gereja itu. "Kini dan di sini!" harap Pdt. Gultom mengajak untuk merenungkan dalam situasi saat ini.

Bertepatan Hari Reformasi Dunia ini, di Indonesia beberapa Gereja-gereja di Indonesia yang juga mengingat-rayakan kehadirannya pada tanggal yang sama setiap tahunnya. Seperti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat atau GPIB yang berusia 69 tahun, lalu Gereja Masehi Injili di Timor atau GMIT yang berusia 70 tahun. "Selamat Hari Reformasi," begitu tutur Pdt. Gultom. "Dan selamat ulang tahun kepada gereja-gereja yang berulang tahun hari ini, seperti GPIB, GMIT, Gekindo, dan GKST," tambahnya lagi menutup perbincangan.(*).
foto : milik beritasatu.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Belajar Menjadi Orang Kaya 16 Jan 2018 08:56 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia