KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

(Jangan) Terjebak Kitab Suci

 
ROHANI

(Jangan) Terjebak Kitab Suci
Oleh : Dr I Wayan Mustika | 25-Mei-2019, 07:30:53 WIB

Kabar Indonesia -  "Hati-hati membaca kitab suci. Bahkan jangan sampai terjebak teks dalam kitab suci."  Begitu pesan Nasrudin bagai petir di siang bolong pada musim kemarau.  Tentu saja Joko Kendal tersentak dengan kata-kata sahabatnya itu.

"Apa maksudmu, Nasrudin? Apakah kau mulai meragukan isi kitab suci? Atau kau sedang hendak melecehkan dan menistakan kitab suci?" tanya Joko Kendal penasaran.  Baru kali ini ia mendengar bahasa lugas Nasrudin tentang kitab suci.  Namun Nasrudin hanya tersenyum mendengar kegusaran Joko Kendal, lalu menyahut ringan.

"Tak ada kitab suci yang mampu dihina, dinistakan dan dilecehkan, kawan.  Bukankah kitab suci itu sendiri berisi ajaran untuk menguatkan batin, mental dan perasaan pembacanya agar tidak mudah merasa terhina, tersakiti dan dan terlecehkan hanya oleh kata-kata.  Lalu bagaimana sebuah kitab suci bisa mudah terlecehkan seperti sangkaanmu?  Bisa jadi justeru batinmu sendirilah yang masih rapuh dan mudah tersakiti, terhina, karena belum benar-benar menjalankan ajaran sejati dalam kitab suci itu."

Joko Kendal tersipu malu. Ia membenarkan kata-kata Nasrudin. "Baiklah kawan.  Kalau begitu, terangkan padaku lebih mendalam tentang apa maksudmu agar kita tidak terjebak pada isi kitab suci."

Mendengar kesungguhan dan kesiapan sahabatnya untuk berbincang mendalam, maka Nasrudin mengajaknya duduk di bawah pohon yang teduh.

"Begini kawanku.  Secara umum sebuah kitab suci itu biasanya berisi ajaran moral dan pengetahuan tentang kehidupan, kematian, Ketuhanan dan alam semesta.  Namun secara umum pula ada perbedaan antara teks dan konteks di dalamnya. Pada bagian ajaran dan tuntunan moral, ada ajaran-ajaran moral yang bisa berlaku sepanjang jaman karena ia memuat tuntunan moral yang universal, tak terbatas ruang dan waktu.  Namun ada juga aturan moral yang hanya berlalu dalam ruang dan waktu yang terbatas.  Ia bisa digunakan dalam sebuah tempat atau komunitas tertentu, namun tidak cocok digunakan di tempat dan komunitas lainnya."

"Begitu pun dalam hal ilmu pengetahuan yang tertuang dalam sebuah kitab suci.  Ilmu pengetahuan itu tidak semuanya berlaku sebagai kebenaran sepanjang jaman.  Namun pada saat kitab suci itu dibuat, mungkin konteksnya masih sesuai dengan situasi dan tingkat pemahaman masyarakat pada jaman tersebut."

"Misalnya saja tentang pemahaman yang tertuang dalam sebuah kitab suci masa lalu bahwa di alam ini matahari berputar mengelilingi bumi.  Sedangkan ilmu pengetahuan terkini telah membuktikan bahwa bumi dan planet lainlah yang mengelilingi matahari.  Jika orang terjebak hanya pada isi kitab suci, maka kebenaran ilmu pengetahuan akan tersisihkan."

"Contoh lain misalnya, bahwa bumi dan planet-planet lain berbentuk bulat menurut penielitian dan pengamatan para ahli astronomi.  Sedangkan sebagian orang menafsirkan berdasarkan kitab suci bahwa bumi ini datar.  Bila orang hanya terjebak pada apa yang diajarkan dalam kitab suci, tentu saja pengetahuan tidak akan berkembang."

Joko Kendal mengangguk perlahan.  Kini ia mulai memahami apa yang dimaksud oleh Nasrudin.  Ternyata selama ini memang banyak hal yang perlu dipahami dalam kitab suci.

"Nah, itulah sebabnya salah satu kitab suci menyatakan bahwa ia (kitab suci itu) merasa takut terhadap orang bodoh yang tidak tajam kecerdasan pikirannya.  Mungkin kitab suci memang takut apa yang dimaksudkan di dalamnya akan menjadi dangkal dan salah tafsir akibat kebodohan pembaca memahaminya."

"Namun kitab suci tetap harus dihormati, karena ajaran-ajaran di dalamnya merupakan tuntunan yang sangat penting pada masanya.  Meski penjelasan-penjelasan di dalamnya kadang tidak sesuai dengan apa yang ada saat ini, bisa jadi hal itu disebabkan oleh situasi kecerdasan manusia di jamannya.  Keterbatasan bahasa pada jamannya, membuat kitab suci pun kadang terbatas dalam penjelasannya.  Sehingga ia perlu dikupas lebih mendalam di setiap jaman yang baru."

Joko Kendal tersenyum.  Tiba-tiba ia teringat jawaban YM Dalai Lama, saat seseorang bertanya padanya tentang apa yang akan ia sarankan pada umatnya, seandainya ilmu pengetahuan atau sains ternyata terbukti tidak sesuai dengan apa yang pernah diajarkan dalam kitab suci agamanya.  Dengan tenang YM Dalai Lama menjawab;

"If scientific analysis were conclusively to demonstrate certain claims in Buddhism to the false, then we must accept the findings of science and abandon those claims." (Jika analisis ilmiah secara meyakinkan menunjukkan bahwa klaim tertentu dalam ajaran Buddha ternyata salah, maka kita harus menerima temuan sains dan mengabaikan klaim lama tersebut.) Sebuah jawaban yang sangat bijak dari seorang pemimpin agama.

Suara Nasrudin menyentak lamunannya namun menambah kuat pengertian Joko Kendal,

"Pengetahuan dalam kehidupan ini tak pernah berhenti mengevolusi dan mengevaluasi dirinya demi menghindari kepunahan akibat seleksi jaman.  Itu sebabnya pengetahuan terus beradaptasi agar tidak menjadi pengetahuan usang yang lemah dan mudah punah oleh perubahan jaman."

"Maka jangan terjebak hanya pada pengetahuan dalam kitab suci.  Teruslah bertumbuh bersama pengetahuan-pengetahuan dan ilmu terbaru.  Sebab pelajaran kehidupan akan terus dialirkan sesuai jaman dan kesiapan kecerdasan pikiran manusia memahami rahasia alam semesta ini. Kita semua adalah pelajar dalam kehidupan.  Kita perlu bertumbuh selaras dengan ilmu pengetahuan yang semakin berkembang pesat.  Atau, pemikiranmu akan ditertawakan oleh perubahan jaman."

Joko Kendal tersenyum penuh makna. Ia pun mendekat dan memeluk sahabat seperjalanan hidupnya. (*)   Kuta, 24 Mei 2019    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia