KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA CERPEN LAINNYA



 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
CERPEN

Terlambat
Oleh : Naufa Rafsanjani | 08-Jan-2019, 14:09:39 WIB

KabarIndonesia - Aku menutup buku yang sejak dari tadi sudah ku baca, rasa nya perasaan ini sedikit membaik dari sebelumnya. Ntah mengapa, setiap ada yang mengganggu pikiranku, aku langsung mencari buku agar sesuatu yang mengganjal di pikiranku ini langsung hilang. Tidak peduli dengan buku yang sedang aku baca, ntah buku itu baru atau sudah sesering mungkin aku membacanya. 

Jujur, ini bukanlah diriku yang sebenarnya. Aku merasa bingung dengan apa yang kulakukan jika ada yang menganggu pikiranku, aku akan lari pergi ke almari buku bagaimana itu caranya dan aku akan mengunci diri di ruangan ini. Sudah lama aku selalu bertanya dengan diriku sendiri, sampai-sampai aku harus sebisa mungkin menutupinya dari mereka. Aku tidak ingin masalah ini menjadi lebih rumit, jika diketahui oleh orang banyak. 

Awalnya aku tidak menyangka jika semuanya menjadi serumit ini. Dan ini pertama kalinya sejak dia pergi meninggalkanku untuk selama nya. Perubahan dari raut wajah dan sifat masing-masing membuatku tidak cukup mengerti waktu itu.Aku masih remaja umur 16 tahun yang hanya bisa menerima ketika ada yang menyuruhku dengan pilihan positif. Ketika aku disuruh meninggalkan saudara kandungku dan akan melanjutkan study di kota lain, hati ini rasanya ingin menjerit. 
Namun aku tetap kalah dengan keinginannya, ya mungkin akan menjadi awal kebaikanku untuk di masa mendatang. Orang-orang memeluk dan mencium pipiku, hingga kurasakan air mengalir di pipi. Ada perasan berat hati kala itu, namun aku tidak bisa menundanya lagi karena ini sudah menjadi keputusan bersama ketika dia masih ada.

Sudah tiga tahun aku disini. Hati ini sangat bersyukur selalu mendengar kabar masih seperti sebelumnya, namun katika hati kecil ini mencoba untuk memulai nya dan memilih menunggu. Namun nyatanya mereka sudah tidak seperti dulu, aku tidak memahami situasinya. Mengapa mereka bisa melukakan ini terhadapku, terhadap keluargaku. Apa keluargaku pernah melakukan kesalahan kepada mereka. Padahal waktu aku memilih melanjutkan study disini, mereka sangat mendukungku dan mendukung pilihan orang tuaku. Hingga aku percaya jika masih ada mereka, keluargaku akan baik-baik saja.

Bulan Desember sudah berlalu, pikiranku yang gampang berubah-ubah membuatku tidak bisa memilih secara bijak seperti sebelumnya. Sejak kejadian itu, aku menjadi gadis yang tidak pernah peduli kepada mereka. Mereka mencoba menghubungiku, namun aku selalu menghindarinya. Benar cara seperti ini tidak akan menyelesaikan permasalahan dipikiranku. Tetapi aku anak tertua dan harus bisa menjaga harga diri orang tuaku di depan mereka. Aku tidak terlalu paham dengan jalan pikiran dari mereka masing-masing. Sayangnya, semua itu gagal. Aku merasa kalah menjadi anak pertama, karena tidak bisa membuat orang tuaku tersenyum lagi. 

Ingin rasanya aku menjadi orang yang berpikiran bijak, dan menjadi penengah di antara mereka. Namun aku belum mampu untuk melihat semuanya, jika aku melakukannya. Perasaan ini selalu menghantuiku jika di antara mereka mencoba menghubungiku. Sangat salah jika aku sudah mempunyai pemikiran seperti ini, tetapi hal itu pasti akan terjadi tanpa aku harus memulainya duluan. 

Sekarang aku harus bisa menjadi lebih bijak dari yang paling bijak. Aku tidak ingin menjadi gadis egois dari keduanya. Aku akan mencoba bersikap hangat kepada mereka, walaupun masa lalu belum mampu aku lupakan sampai saat ini. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia