KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKota Pintar akan Ciptakan Peluang Besar, Bagaimana dengan Indonesia? oleh : Rohmah Sugiarti
20-Mei-2017, 05:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sejumlah negara di dunia, menerapkan kemajuan teknologi informasi pada proses adaptasi untuk melahirkan model pendekatan pembangunan yang relatif baru yang disebut Kota Pintar (Smart City).

Kota Pintar didesain mampu meningkatkan produktivitas manusia yang tinggal di dalamnya,
selengkapnya....


 


 
BERITA CERPEN LAINNYA


  • Mimpi
  • 05-Des-2010, 01:37:30 WIB

  • Doyong
  • 28-Nov-2010, 04:24:21 WIB




  • MR X
  • 25-Okt-2010, 15:14:32 WIB





 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Nantikanlah Kedatanganku 25 Apr 2017 23:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Subuh Berdarah

 
CERPEN

Subuh Berdarah
Oleh : Arief Kamil | 18-Okt-2010, 22:44:04 WIB

Deringan jam weker dikamar membangunkan tidurku yang mulanya begitu lelap. Jarum jam menunjukan pukul empat tepat, sudah waktunya untuk subuh, menunaikan shalat wajib sebelum matahari terbit.

Sedikit sempoyongan ku langkahkan kaki ke kamar mandi. Sisa-sisa kantuk memaksaku mencari cara lain untuk mengusirnya. Kalau boleh memilih, menlanjutkan sisa tidur sepertinya jalan terbaik dari pada bangun dan menunaikan shalat subuh. Tapi untunglah rayuan syetan itu berhasil ku tepis hingga akhirnya mendaratkan kaki di kamar mandi.

Baru saja mengatur langkah ke kamar, tiba-tiba mataku menangkap sosok asing yang berdiri di teras depan. Rasa penasaran yang memuncak memaksaku mencari tahu tentang siapa laki-laki asing itu. Dengan sedikit keberanian, kuputuskan membuka daun pintu. Pria asing itu terlihat terkejut dan memaksakan tersenyum kearahku, ada luka kecil yang masih mengeluarkan darah di pergelangan tangannya.

"Maaf, bapak ini siapa kok tiba-tiba ada dirumah saya," buka ku yang membuat laki-laki itu salah tingkah.

"Saya yang seharusnya minta maaf karena sudah lancang memasuki rumah ini. Nama saya Jalaludin," ujarnya seperti menggantung ucapan.

"Lantas mengapa bapak bisa berada disini?" ujarku menuntaskan rasa penasaran.

"Saya seorang musafir yang sedang melanjutkan perjalanan, kebetulan bekal saya habis, makanya saya putuskan datang kesini."

"Subhanallah, silahkan masuk, kebetulan saya mau shalat subuh, bapak subuh, disini saja," tawarku.

Rasa keingintahuan tadi terjawab sudah sekaligus melunturkan dugaan buruk yang sempat bermain dibenakku. Rasa kasihan seketika menyeruak masuk dan bersarang disudut hati tatkala menyaksikan kondisi laki-laki bernama pak Jalal itu yang
terlihat kuyu.

Tuhan telah menuntun langkahnya hingga kami bisa bertemu. Aku adalah orang yang paling mudah tersentuh dengan keadaan orang-orang yang kurang beruntung. Rasa iba tanpa diundang selalu membimbingku untuk bersikap baik. Pak Jalal bukanlah orang pertama yang pernah kusantuni, sebelumnya sudah cukup banyak anak jalanan, fakir miskin dan janda-janda tua yang menerima pemberianku. Aku sangat bersyukur di berikan limpahan berupa rejeki yang selalu mengalir, dengan itu aku bisa berbagi dan menyantuni orang miskin yang kurang beruntung.

"Saya beruntung sekali sudah diperbolehkan shalat disini, semoga Tuhan membalas kebaikan yang anda berikan."

"Jangan bicara seperti itu pak, ini sudah kewajiban saya, sebagai sesama Muslim kita diwajibkan saling tolong menolong," jawabku berusaha merendah.

Setelah semua selesai, pak Jalal pun memutuskan melanjutkan perjalannannya, namun belum sempat ia menjauh, kuberusaha menahan keinginannya.

"Tunggu sebentar, ini sedikit dari saya, semoga bisa membantu bapak di perjalanan nanti," dua lembar uang lima puluh ribuan ku berikan kertangannya.

Laki-laki itu menyambut pemberianku dengan ucapan terimakasih yang terlihat tulus. Tidak berapa lama pak jalal melangkah membelah subuh yang masih begitu gelap.

Ada kepuasan bathin yang terasa tatkala aku masih diberikan kesempatan untuk berbuat kebaikan, semua lakukan bukan bertujuan untuk pamer apalagi sok berlagak dermawan, emua kulakukan dengan tulus semata berharap ridho Allah. Mungkin
karena itu pula Tuhan tidak pernah berhenti memberi segala rezkinya. Seperti ribuan penjuru mata angin, disetiap sudut selalu kutemukan kebaikan yang datangnya tidak pernah disangka-sangka.

Selepas pak Jalal hilang dari pandangan, kulangkahkan kaki kedalam, melanjutkan tidurku yang sempat tertunda.

Keributan yang bersumber dari sebuah rumah yang tidak begitu jauh dari tempatku, memancing naluriku untuk mengetahui masalah apa yang sedang terjadi. Puluhan warga terlihat panik, berlalu lalang tanpa henti.

Kuputuskan mengunjungi keramaian itu, ada sesuatu yang baru saja terjadi di dalam rumah bercat putih persis didepanku berada.

"Kejadiannya subuh sebelum sahur tadi, pelakunya laki-laki tua dengan pakaian lusuh," telingaku menangkap sebuah percakapan serius seorang laki-laki dengan beberapa anggota Polisi yang tak jauh dari tempatku berada.

Rasa penasaran yang berusaha ku tepikan ternyata balik memaksaku untuk menghampiri kelompok kecil itu.

"Maaf, maksud Bapak, laki-laki tua memakai kemeja kotak-kotak dan menyandang sesuatu yang terbungkus kain sarung," tanyaku yang membuat sebagaian warga terkejut.

"Benar, dia yang membunuh istri saya dan lantas menguras seluruh isi lemari."

"Apa anda  kenal dengan laki-laki itu," sambung seorang Polisi yang sedang menyelidiki TKP.

"Tidak, kebetulan adzan subuh tadi dia lewat didepan rumah saya," ujarku berbohong.

Pukulan telak terasa memukul roboh perasaanku. Ternyata laki-laki yang pernah kutolong dan bahkan sempat shalat subuh dirumah ternyata seorang pembunuh. Dan bisa saja target pencurian dan pembunuhan selanjutnya ditujukan kepada ku. Subhanllah, tenyata Tuhan telah menyelamatkan aku dari marabahaya yang sempat
mengancam.

Rasa syukur pantas ku ucapkan kehadapan sang khlik yang telah membolak-balik hati manusia, dengan kebaikan dan pertolonganku yang benar-benar tulus ternyata bisa menyelamatkan diri ini dari niat buruk yang telah direncanakn oleh mereka yang berniat jahat. Allah sungguh maha besar akan kuasanya, satu lagi nikmat yang ku peroleh yang membuatku semakin beriman padanya. Subahanlallah (*)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babeloleh : Rohmah Sugiarti
17-Mei-2017, 12:26 WIB


 
  Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babel Gubernur Babel Erzaldi Rosman (berdiri) menyemangati peserta Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2017 didampingi Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UI Emil Salim (kedua kiri) dan Wamen Diknas RI 2010-2012 Fasli Jalal (ketiga kanan), Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2013 Hardinisa
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia