KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Jakarta,  Saat ini Indonesia dalam keadaan darurat ekologis yang mengancam kelangsungan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu Walhi bersama rakyat pengelola sumber daya alam, organisasi masyarakat sipil, dan unsur lainnya mendesak pemerintah kini dan ke depan menjalankan dan
selengkapnya....


 


 
BERITA CERPEN LAINNYA


  • Mimpi
  • 05-Des-2010, 01:37:30 WIB

  • Doyong
  • 28-Nov-2010, 04:24:21 WIB









 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

MR X

 
CERPEN

MR X
Oleh : Arief Kamil | 25-Okt-2010, 15:14:32 WIB

KabarIndonesia - Isu  tertangkapnya sosok berjubah hitam di kamera CCTV saat tragedi berdarah di apartemen Sudirman kian hari semakin santer terdengar. Banyak yang mengira sosok laki-laki berbadan tegap dengan membawa senjata laras pendek disertai penutup kepala berwarna hitam itu adalah pembunuh bayaran yang sengaja dikirim oleh seseorang.

Belum jelas tujuan sebenarnya. Namun tidak sedikit juga yang berspekulasi kalau  pembunuhan tiga pejabat itu berlatar belakang politik.

Lia membalik halaman koran yang ada di tangannya. Aksi nekat yang dilakukan  MR. X begitu menarik minatnya. Terlebih yang menjadi korban adalah tersangka koruptor kelas kakap yang tidak tersentuh sama sekali dengan hukum.

Prokontra seputar MR X menjadi perbincangan hangat siapa saja. Banyak yang mendukung, namun tidak sedikit pula yang  menolak aksi itu.

"Menurut ku yang dilakukan MR. X patut diacungi jempol," tutur Lia yang membuat wajah Reza sedikit memerah.

"Bukannya itu termasuk tindakan kriminal?"
"Di negara kita hukum bisa diperjualbelikan. Para koruptor yang dihabisi  bukannya pelaku kriminal juga?," balas Lia tanpa sedikit pun mengalihkan  pandangannya dari halaman koran.

"Tapi bagaimana pun juga MR. X, kamu itu tetap saja melanggar hukum karena sudah menghilangkan nyawa orang lain".
"Apa bedanya dengan mereka yang merampas uang negara?"

Reza tidak mampu lagi berkata apa-apa, laki-laki itu lebih memilih sibuk dengan berita olah raga, bacaan favoritnya.

Hampir di setiap sudut, orang-orang membicarakan seputar keberanian MR  X. Di warung-warung kaki lima, di pusat perbelanjaan, perkantoran  sampai ke istana negara kabar itu selalu menjadi topik pembicaraan. Isu hangat itu mengalahkan berita tentang teroris yang berhasil ditangkap Densus 88 dan isu ketegangan antara Indonesia dan Malaysia yang kian semakin  meruncing.

Rekaman aksi MR X ternyata juga berdampak kepada tersangka korupsi yang sedang menjalani masa persidangan. Mereka takut menjadi korban pembunuhan berikutnya.

Diam-diam Lia mulai mengidolakan sosok misterius yang kian menjadi buah bibir itu. Keberaniannya membuat decak kagum banyak  orang, terlebih korbannya kebanyakan orang-orang yang kebal atas hukum  yang begitu riang gentayangan menilap uang negara. Banyak rakyat kecil menyatakan sikap  mendukung perjuangan yang dipilih sang laki-laki berjubah.

Foto MR. X banyak ditempel di berbagai tempat, tiang listrik dan 
warung-warung kampung menjadi lokasi yang paling banyak dijumpai. Ia sudah terlanjur menjadi pahlawan pemberantas korupsi, gelar yang diberikan sebagian orang untuknya.

Pernak-pernik yang berhubungan dengan MR.X  banyak dijual di pasaran seperti jubah hitam berikut kalung  berwarna putih  yang biasa dipakainya saat menjalankan aksi. Malah foto nya juga bisa di jumpai pada baju kaos yang dipakai anak-anak.

Sebelum  kasus pembunuhan di apartemen Sudirman, sebulan yang lalu juga pernah terjadi kasus sama. Saat itu yang  menjadi korban masih pelaku korupsi yang sedang marak diberitakan di media massa. Namun nasib korban masih terbilang baik, laki-laki itu  tidak mengalami nasib naas bahkan tidak terluka sedikit pun. Karena buru-buru berjanji akan mengaku di depan publik jika nyawanya selamat.

Benar juga, tiga hari setelah  itu, pengakuan laki-laki itu tersebar di televisi, koran, media online hingga radio. Satu persatu tersangka yang terlibat dalam jaringannya  menyerahkan diri ke polisi.

Kehadiran MR. X lambat laun menghadirkan ketakutan tersendiri bagi perampas uang negara. Komunitas koruptor sepertinya lebih takut dengan sosok laki-laki berjubah dibanding polisi dan kalangan jaksa.

***

Sebuah  stasiun  televisi nasional menayangkan secara langsung proses  penangkapan  seorang yang di duga MR. X di salah satu hotel yang berada di pusat kota. Baku tembak terjadi antara puluhan orang personil polisi dengan seorang yang berada di salah satu ruangan hotel. Jumlah polisi  yang begitu banyak membuat peluang meloloskan diri laki-laki yang  terkepung terbilang sangat kecil sekali. Belum lagi di luar gedung banyak terdapat aparat yang berjaga-jaga, dilengkapi senjata lengkap. Sebuah helikopter pun disiagakan tak jauh dari areal baku tembak. Terlihat sekali proses penangkapan itu sudah dirancang sedemikian rupa sebelumnya.

Petugas memang tidak mentolelir aksi yang dilakukan MR. X selama ini. Menurut catatan kepolisian sedikitnya telah terjadi tiga  kali pembunuhan yang diduga dilakukan oleh laki-laki misterius itu di  tiga tempat berbeda. MR. X  disejajarkan dengan teroris yang menebar  teror hingga menghilangkan nyawa orang lain yang  tak berdosa.

Warga yang menyaksikan siaran itu hanya bisa terdiam, tidak tahu harus  berbuat apa. Ada raut ketakutan serta rona kepedihan yang terlihat pada wajah orang-orang yang kebetulan disorot kamera. Mereka begitu takut bila pahlawan yang terlanjur menjadi idola tewas ditembus timah panas polisi.

Aksi penggerebekan itu sudah berlangsung selama dua jam. Belum ada sinyal menyerah yang diisyaratkan dari laki-laki yang ada di dalam gedung. Polisi mengalami  kesulitan karena target menyandera adalah seorang petugas hotel. Negosiasi akhirnya menjadi jalan tengah yang akhirnya diambil aparat.

Terlihat kehati-hatian  dan tidak  mau mengambil resiko akan jatuhnya korban yang tidak  bersalah. Keberanian laki-laki bertopeng itu benar-benar merepotkan pihak berwajib, nyalinya tidak ciut sedikitpun meski barisan senjata lengkap  yang siap menumpahkan peluru ke arahnya. Satu persatu akhirnya anggota  yang ada di dalam  hotel mulai keluar, itu permintaan tersangka yang bila tidak diikuti  akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. perempuan muda yang berada dalam dekapannya bisa saja tewas karena senjata api  terus menempel di kepala wanita malang itu.

Helikopter yang sengaja di siagakan tak jauh dari areal TKP  terpaksa digunakan  untuk mengantar sang pria bertopeng, dalam misinya kabur dari kepungan. Dengan masih mengarahkan senjata api ke arah kepalasan-deraannya, pria berjubah itu pun naik dan menghilang dari pandangan.

Misi penangkapan sosok yang di duga MR. X akhirnya gagal. Polisi lebih memilih menyelamatkan nyawa perempuan yang dibawa penyandera daripada  memberondongkan peluru ke arah target sasaran.

Tidak berapa lama ratusan orang yang menyaksikan langsung proses pengepungan  yang dilakukan polisi, satu persatu mulai meninggalkan tempat perkara. Ada raut wajah puas dari sebagian warga. Pahlawan yang selama ini mereka agung-agungkan untuk sementara selamat dari ancaman penangkapan.

Suara  ketukan pintu yang lumayan keras memaksa Lia bangkit dari tempat  duduknya. Jeda iklan yang ditayangkan televisi membuatnya sedikit lega dari ketegangan.

"Reza! Kamu kenapa?," sambutnya ketika menyaksikan sahabatnya dalam keadaan terluka.

"Kecelakaan, cepat tutup pintu," perintahnya.

Lia membimbing laki-laki itu menuju ruang tengah. Sebuah luka tembakan di  bagian punggung menghadirkan rasa keingintahuan yang besar pada perempuan itu.

"Ini luka tembak, kita harus ke rumah sakit."
"Jangan, biar di sini saja," ralat Reza sambil menahan rasa sakit.
"Apa sebenarnya yang terjadi?"
"Nanti aku ceritakan."
"Aku ambil kain dan air panas dulu."

Tanda tanya seketika bermain, Lia tidak habis pikir dengan kejadian yang menimpa sahabat kecilnya. Berlahan sederet  bayangan buruk menguasai  rongga otaknya.

"Za bilang sama aku, apa sebenarnya yang terjadi. Kita tidak bisa terus di sini, darah yang keluar sudah terlalu banyak."

"Nanti  kuceritakan, sekarang  kunci semua pintu dan jendela. Kalau ada polisi  datang ke sini, segera kasih tahu aki," perintah Reza yang tak  kuasa oleh perempuan yang ada di sebelahnya.

***

Satu  bulan setelah pengepungan yang dilakukan polisi suasana kembali tenang.  Sepak terjang MR. X tidak pernah terdengar lagi. Pahlawan itu seolah  menghilang ditelan perut bumi seiring  meninggalnya Reza sebulan yang  lalu. Laki-laki itu pergi saat berada di pangkuan Lia sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit.
(*)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Mengenang Hari Juang Kartika 13 Des 2017 11:39 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia