KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA CERPEN LAINNYA

  • Mimpi
  • 05-Des-2010, 01:37:30 WIB

  • Doyong
  • 28-Nov-2010, 04:24:21 WIB




  • MR X
  • 25-Okt-2010, 15:14:32 WIB






 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
CERPEN

Istriku Mantan Pelacur
Oleh : Zainul Arifin Siregar, Sag | 05-Des-2010, 22:15:29 WIB

Namaku Burhan. Usia 32 tahun. Sudah menikah dan dikaruniai seorang balita berusia 4 tahun. Buah hati kami gadis cilik yang imut-imut. Netty, begitu sapaannya.
Netty terlahir dari rahim seorang wanita cantik, genit dan bahenol. Dialah istriku. Panggilannya Dinda. Kehidupan rumah tanggaku bersama Dinda berjalan lancar. Kami cukup bahagia.

Satu hal yang membuat aku dan Dinda agak sedih. Hubungan keluarga kami retak. Orangtuaku tak mengakui Dinda sebagai menantunya. Keluargaku selalu mencibir istriku itu. Kondisi ini sudah terjadi sejak Netty masih dua bulan dalam kandungan. Sampai Netty berusia 4 tahun, keluargaku tetap tak mau menerima keberadaan istri dan anakku. Bahkan, Netty belum pernah kakek dan neneknya. Sedangkan hubunganku dengan kedua orangtuaku, makin hari semakin terasa renggang.
Yang menyebabkan keluargaku memutuskan hubungan keluarga ini adalah karena pilihanku memilih istri. Soalnya, menurut pandangan orangtuaku, istriku ini nggak selevel. Derajatnya rendah dan wanita murahan. Dan yang sangat membuat mereka marah, yaitu ketika mereka mendengar bahwa istriku pernah jadi pelacur.

Memang dia adalah mantan pelacur. Dia mengakui sendiri. Dia menjadi pelacur bukan karena kemauannya, karena akibat dipaksa. Waktu kecil, dia pernah diperkosa ayahnya. Karena ayahnya tergolong bengis, maka dia tidak berani berbuat apa–apa.
Bahkan ketika dia sudah remaja, dia malah disuruh jadi pelacur di Jakarta, untuk memenuhi hobi ayahnya sebagai penjudi. Awalnya, dia ditawarkan ke teman–teman atau kenalan ayahnya, untuk membayar hutang akibat kalah judi.
Istriku lahir dan besar di Kota Medan, Sumatera Utara. Karena dia tergolong cewek yang menarik, makanya dia dapat memikat banyak cowok. Dia bekerja keras sebagai pelacur, karena tuntutan ayahnya.

Semakin banyak pemasukan keuangan, judi ayahnya semakin menggila. Untungnya, istriku ini pintar menabung meski diam–diam, dan berusaha menyempatkan belajar. Tidak heran, dia bisa menyelesaikan pendidikannya sebagai sarjana.
Dia mengakui, semua biaya dia dapatkan dari bisnis seks. Karena dia berpikir, hanya pendidikanlah yang bisa dijadikan topangan hidup dimasa depan. Walau dia cepat mendapatkan uang, tetapi dia tidak menikmati kehidupan sebagai seorang cewek nakal.
Ayahnya meninggal beberapa hari, sebelum istriku diwisuda. Ayahnya juga mengetahui kalau dia kuliah, disela–sela waktunya memenuhi panggilan laki–laki. Ayahnya waktu itu mengijinkan, asal setoran ke rumah tetap terus berjalan.

Aku mengenal Dinda di kantor. Kami ketemu di sebuah perusahaan kawasan KIM Medan. Kami jatuh cinta pada pandangan pertama. Kami pun pacaran, hampir selama satu tahun. Yang unik, selama pacaran, istriku tidak mau dicium. Paling banter hanya gandengan tangan.
Ketika masa pacaran menjadi serius, aku ingin menikahinya. Aku ajak dia berjalan di Lapangan Merdeka Medan. Disaksikan bunga–bunga dan jerit klakson kendaraan yang lalu lalang, aku mengajaknya duduk di sebuah bangku taman.

Di saat warna merah tembaga senja sore sedang membias cerah, aku memegang tangannya. Aku mencium tangannya, dan bilang kalau aku berniat menikahinya. Mendengar kalimat tulus yang meluncur dari hatiku, Dinda menangis terisak–isak.
Dia bilang, kalau dialah wanita yang paling berbahagia saat itu. Akhirnya dia bercerita dengan terus terang, sebelum aku berniat untuk menikahinya. Dia bercerita tentang masa lalunya, yang pernah diperkosa ayahnya. Dan kehidupannya saat diceburkan kedalam lembah pelacuran, demi memenuhi kebiasaan buruk ayahnya sebagai penjudi.

Aku tidak tahan menahan air mata. Demikian juga dia. Kami berdua jatuh kedalam pelukan, dengan dipenuhi suara isak dan tangis. Dia juga bilang, kalau harus belajar untuk mencintai dan mempercayai pria dari awal.

Karena dia pernah diperkosa, tentu trauma itu selalu hadir. Trauma pada semua laki–laki. Juga pengalamannya sebagai penjaja seks, yang hanya bertemu pria–pria hidung belang. Dalam benaknya, laki–laki hanya menggunakan perempuan sebagai pelampias nafsu.
Makanya dia nggak pernah mau dicium saat pacaran, karena merasa risih. Dia sudah terbiasa dengan ciuman nafsu, sehingga merasa sangat kikuk, untuk mencium dengan orang yang sangat mencintainya.

Ternyata abangku mengenali istriku, aat Dinda kukenalkan kepada keluarga. Saya nggak tau, abangku kenalnya gimana. Yang jelas, dia mengetahui, kalau istriku pernah jadi pelacur.
Ayah dan ibu kecewa dengan pilihanku. Kami tidak direstui. Akhirnya kami menikah tanpa dihadiri keluarga. Dan hingga saat ini keluarga tidak mau berhubungan denganku, karena memperistri mantan pelacur.

Entahlah, sampai kapan. Aku dan istri hanya bisa berdoa. Kami saling mencintai dan menyayangi. Salahkah jika aku menyayanginya? Walau masa lalunya kelam, dia kini menjadi istri, ibu rumah tangga, dan wanita pekerja yang baik. (tamat)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Makassar Semarak, Target Revitalisasi 600 Halte Tercapai Senior Journalist Rappler Indonesia Uni Lubis (kanan) berinteraksi dengan 400 peserta dalam bedah buku Astra on Becoming Pride of the Nation bersama Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso (tengah), dipandu oleh Zilvia Iskandar
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia