KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PARIWISATA

Pesona Taman Eden 100 Tobasa Yang Terlupakan
Oleh : Sesmon Toberius Butarbutar | 02-Sep-2017, 14:52:36 WIB

KabarIndonesia - Balige, Kabupaten Toba Samosir merupakan salah satu daerah pemekaran di Propinsi Sumatera Utara Indonesia. Daerah ini memiliki potensi wisata menarik, di sana kita dapat melihat banyaknya objek wisata, seperti objek wisata alam, objek wisata sejarah, maupun objek wisata rohani.

Keindahan alam sektor pariwisata daerah ini sangat berpotensi untuk dikembangkan untuk dapat dipasarkan menjadi suatu daerah tujuan wisata untuk dinikmati wisatawan domestik, nasional, regionalmaupun internasional. Salah satu bukti dari kekayaan alam Kabupaten Toba Samosir adalah dengan adanya Taman Eden 100, yang lebih difokuskan terhadap pelestarian lingkungan hidup dan wisata.

Taman Eden 100 terletak di atas ketinggian 1.100 s.d. 1.750 meter di atas permukaan laut. Taman ini berada di perbukitan desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara Propinsi Sumatera Utara. Marandus Sirait, pengelola Taman Eden 100, kepada awak media KabarIndonesia Sabtu pagi (2/9) mengatakan bahwa taman eden 100 ini terlahir dari kegelisahannya akan kemiskinan dan kerusakan lingkungan di daerah itu (kawasan danau toba)

Marandus Sirait, yang juga perah menjadi guru musik di Medan, menceritakan bahwa pihaknya mengelola Taman Eden 100 ini bermula dari keinginannya untuk pulang kampung untuk membangun demi peningkatan perekonomian dan pelestarian lingkungan.

Keinginannya itu dimaksudkan untuk menghutankan lahan 40 hektar milik keluarganya yang tidak terawat, tandus dan gersang. Dia menjual satu demi satu peralatan musiknya seperti gitar elektrik, keyboard, dan seperangkat drum dan televisi sebagai modal awal untuk digunakan mengelola Taman Eden 100. Diantaranya biaya untuk melakukan survey, membeli bibit pohon, dan proses pemeliharaan tumbuh-tumbuhan yang ada di areal tersebut.

“Pohon produktif yang saya tanam selain melindungi lingkungan juga bermanfaat dalam meningkatkan perekonomian keluarga dan warga di sekitar, seperti penjualan buah-buahan,” katanya.

Lebih lanjut Marandus menjelaskan bahwa arti dari “Taman Eden 100” adalah hutan lindung yang ditumbuhi 100 jenis tanam-tanaman berbuah yang hasilnya dapat dinikmati langsung oleh para pengunjung dan dipasarkan ke luar wilayah Kabupaten Toba Samosir. 
Taman Eden 100 memiliki pesona alam yang indah, seperti, air terjun yang sangat indah, sejuk yang jaraknya sekitar 500 meter dari pintu pos masuk, goa kelelawar, bukit manja (red: lake toba view), kebun anggrek toba, suasana alam bebas. Taman ini juga dapat dimanfaatkan untuk tracking, camping ground. Taman Eden 100 yang kaya bibit bunga, buah, pohon dan alami, kaya akan flora dan fauna. Di taman ini masih bisa ditrmukan binatang hutan seperti  harimau Sumatera, kera, babi hutan dan kelelawar. Khusus bagi para pencinta alam yang senang berpetualang di alam terbuka dapat mendaki gunung Sipangulubao dan bukit manja.
Keistimewaan dari Taman Eden 100 adalah pengunjung dengan bebas dapat menikmati buah-buahan hutan konservasi seperti buah durian, marquisa, alpukat, jeruk, jambu air, andalehat (tanaman khas Tapanuli-Toba), strowberry dan jambu.

Hutan tropis yang bersuhu rata-rata 20 derajat celsius di siang hari ini juga cocok bagi pencinta tanaman atau bunga, di dalam hutan terdapat area konservasi anggrek Toba “Orchid Park”, anggrek ini merupakan satu-satunya hasil konservasi hutan yang ada di Sumatera Utara. Selain itu tanaman endemik khas Toba terdapat di taman ini utk dilestarikan dan dikembangkan.

Keberagaman tanaman khas Batak yang ada di Taman Eden ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, seperti pohon sampinur, hariara, jabi-jabi, tahul-tahul, andaliman dan tanaman lainnya. Pohon ara atau tin yang bibitnya sengaja didatangkan langsung dari Israel seperti pohon butter nut dari hutan Amazon kedua pohon ini juga tumbuh subur.

Di taman ini disediakan wilayah apabila pengunjung ingin menanam pohon dan diperbolehkan mencantumkan label plat nama sesuai dengan nama dan asal wisatawan. Taman konservasi milik keluarga Marandus ini sudah dikenal di kalangan pelajar/siswa sebagi tempat wisata sekaligus belajar tentang tanaman hutan dan budidaya rakyat.

Berbagai penghargaan atas objek wisata ini sudah pernah diterima dari lembaga lingkungan hidup, kehutanan dan sebagainya. Penghargaan Hadiah Kalpataru di masa Presiden SBY atas pelestarian hutan taman eden seluas 40 H dan penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu.
Kini Marandus Sirait sudah kewalahan mencari dana untuk pengembangan dan pelestarian tanaman di taman eden 100, bahkan dia pernah mengaku menjual medali penghargaan untuk mendapatkan modal dan berharap perhatian pemerintah dan pemerhati lingkungan.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia