KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDr Ir H Salahuddin Wahid (Gus Sholah) Adik Kandung Presiden ke-4 RI Tutup Usia oleh : Danny Melani Butarbutar
02-Feb-2020, 18:29 WIB


 
 
KabarIndonesia  - Breaking News Kompas tv kemarin (2/2) sekitar pkl. 23.00 dan Dandy Bayu Bramasta KOMPAS.com memberitakan jika KH Salahuddin Wahid atau biasa disapa Gus Sholah, meninggal dunia pada Minggu (2/2/2020) malam.

Almarhum  Gus Sholah yang juga pengasuh
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA





 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PARIWISATA

Pembangunan Kawasan Danau Toba Terasa Sulit Karena Krisis Kepemimpinan
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 02-Feb-2020, 11:16:07 WIB

KabarIndonesia - Sebagaimana dilansir Medanbisnisdaily.com bahwa upaya membangun pariwisata di Kawasan Danau Toba (KDT) dirasa begitu sulit. Salah satu penyebab hal ini terjadi karena unsur-unsur stakeholder belum berada dalam "frekuensi" yang sama. Pemerintah, masyarakat, pemerhati maupun pelaku usaha, mempunyai pendapat sendiri-sendiri. Alhasil, tenaga, waktu dan biaya yang dikeluarkan jadi tidak efektif. Sebaliknya justru kurang produktif karena tidak jarang menimbulkan persoalan baru.

Dikabarkan, kesimpulan ini menjadi salah satu poin yang mengemuka dalam diskusi "Membangun Danau Toba dari Beragam Perspektif", di Caldera Coffee, Jalan Sisingamangaraja, No 132, Medan, Jumat malam (31/1/2020).

Diskusi menghadirkan pembicara dari beragam latar belakang profesi. Antara lain, Martogi Sitohang (pemusik etnis Batak) Sutrisno Pangaribuan (politikus) Rosramadhana Nasution (akademisi/antropolog) dan dimoderasi Rico Nainggolan.

"Sebagai pemusik, istilah saya kita perlu menyamakan frekuensi. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, politisi, media, selama ini jalan sendiri-sendiri. Kalau tak sama frekuensinya, jadi beda-beda yang didengar," kata Martogi.

Martogi merasa yang terjadi adalah krisis kepemimpinan. Tidak ada yang bisa menjadi pemimpin dan dijadikan pemimpin.  "Kalau dalam musik, puncak kehebatan sebuah karya adalah ketika sampai menciptakan hening. Sunyi. Jadi intinya harus ada yang bicara, harus ada yang dengar, jadi frekuensinya sama," kata Martogi.

Sutrisno Pangaribuan mengkritisi pembangunan KDT menjadi begitu rumit, karena sejak awal konsepnya sudah salah. Ditambah lagi tidak ada riset yang dilakukan sebelumnya.

"Kita tahu Otorita Batam itu gagal, kenapa lagi dibuat badan semacam itu untuk pembangunan KDT. Belum lagi kalau dari sisi masyarakat yang tak diberdayakan. Infrastrukturnya dibangun, tapi masyarakatnya terusir," aku Sutrisno.

Dari sisi berbeda, antropolog yang juga akademisi dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Rosramadhana Nasution mengungkapkan pendapatnya. Menurutnya, peran perempuan menjadi sangat penting diperhatikan dalam upaya mengembangkan KDT.

Selama ini, kata Rosramadhana, kelompok perempuan memegang kunci ekonomi di Tanah Batak. Merekalah yang paling sering berinteraksi langsung dengan turis. Termasuk di dalam keluarganya.

Sementara itu diperoleh kabar bahwa persoalan yang mengemuka di masyarakat kawasan danau toba sejak lama adalah masalah pencemaran air danau toba, penebangan kayu (hutan) serta terjadinya pembuangan sampah/limbah hingga danau terluas ini dijuluki "tong sampah raksasa"
Kehadiran perusahaan perikanan dan perusahaan kayu ditengarai menjadi sumber pencemaran.

Yang teranyar pemicu masalah adalah kehadiran BOPDT yang kurang komunikatif dan koordinasi dengan warga kawasan danautoba sebagai pemilik lahan (adat), hingga sering terjadi "penolakan" masyarakat terhadap kegiatannya. Seperti yang terjadi tahun lalu di kawasan Sigapiton, kaum perempuan berunjuk rasa kepada Pemerintah dalam hal ini BOPDT.

"Kalau mereka dilibatkan, diajak berdiskusi, dibina dan didengarkan pendapatnya, mungkin pintu masuknya sudah lebih terbuka. Tapi semua kepentingan harus diakomodir, jangan sampai pembangunan hanya untuk pengusaha dan penguasa," kata Rosmaradhana.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababanoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
04-Jan-2020, 04:31 WIB


 
  Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababan Artis papan atas, Judika Sihotang, menyedot ribuan pengunjung dalam acara hiburan terbuka Old and New 2020 yang dikemas oleh Pemkab Tapanuli Utara di lapangan Serbaguna Tarutung, Kamis (2/1) malam. Massa membludak di lokasi sehingga pengunjung berdesakan di lapangan. Bupati Nikson
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 
IMLEK AGAR KITA MELEK 23 Jan 2020 05:21 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia