KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Pelatihan Menulis Online Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniIslamophobia di Amerika, “Christianophobia” di Indonesia oleh : Kabarindonesia
21-Mar-2019, 16:44 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jika sebagian penduduk di AS dan barat mengidap Islamophobia, maka sebagian penduduk Indonesia dan kawasan mayoritas Muslim di berbagai belahan dunia mengalami gangguan penyakit "Christianophobia". Opini Sumanto al Qurtuby.

Islamophobia atau Islamfobia mengacu pada pengertian ketakutan atau
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA




 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

Kucinta Danau Toba 23 Mar 2019 08:01 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PARIWISATA

Menko Maritim Resmikan KMP Ihan Batak dan Ajak Masyarakat Merawat Danau Toba
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 06-Mar-2019, 07:22:43 WIB

KabarIndonesia – Guna mendorong pengembangan kepariwisataan di kawasan Danau Toba melalui pelayanan penyeberangan yang semakin baik khususnya dari segi prosedur keselamatan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membangun 8 pelabuhan/dermaga danau yang menelan anggaran mencapai Rp428 miliar.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi disela-sela peresmian KMP Ihan Batak mengungkapkan bahwa akannada 8 pelabuhan yang dibangun secara bertahap. Kedelapan pelabuhan danau toba tersebut yakni, Ajibata, Ambarita, Simanindo, Tigaras, Muara, Balige, Tongging dan Marbun Toruan. Namun, baru dua pelabuhan siap dibangun, yakni Pelabuhan Ajibata dan Pelabuhan Ambarita.

"Kedua pelabuhan penyeberangan ini, baik di Ajibata dan Ambarita secara operasional telah siap untuk digunakan," ucap Budi Setiyadi, usai peresmian operasional KMP Ihan Batan di Pelabuhan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Sabtu 2 Maret 2019.

Ditambahkannya, anggaran pembangunan pelabuhan penyeberangan Ajibata mencapai Rp76 miliar dengan fasilitas bongkar muat menggunakan jembatan bergerak, serta dibangun juga trestle sepanjang 123 meter.

Selain pembangunan pelabuhan bertaraf nasional, Kemenhub juga membangun dermaga rakyat dengan sistem ponton, pembangunan gedung terminal dan kantor pelabuhan, areal parkir, serta fasilitas perpindahan moda dan pedestrian serta penataan dan pembangunan fasilitas penunjang lainnya di area darat.

"Akses bagi pengguna kendaraan umum juga disediakan fasilitas angkutan bus Damri yang disediakan dari Bandara Silangit ke Pelabuhan Ajibata dan sebaliknya," kata Budi.

Sementara itu, Delima Silalahi, Direktur Eksekutif KSPPM yang bergerak di pemberdayaan sosial ekonomi kemasyarakatan dan lingkungan hidup, mengatakan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan perhubungan di Sumatera Utara khususnya di kawasan Danau Toba.

"Penyediaan KMP oleh negara patut disyukuri. Sebab tindakan ini mencerminkan kesungguhan Negara memperhatikan nasib KDT. Selama bertahun-tahun transportasi air yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang hidup dan tinggal di KDT selalu tampak apa adanya dan tidak terurus dengan baik. Tenggelamnya KM Sinar Bangun pertengahan tahun lalu sangat memilukan, tapi tidak mengagetkan jika mencermati kondisi transportasi selama ini." tulis Delima di akun facebooknya.

Dikatakannya, penyediaan KMP yang memadai karenanya merupakan kesungguhan sikap dan tindakan Pemerintah yang sudah lama ditunggu dan kewajiban negara yang sudah lama kadaluwarsa. Dalam hal ini Pemerintah perlu diapresiasi karena masyarakat KDT sekarang memiliki alat transportasi yang aman dan nyaman.

Lebih lanjut Delima Silalahi yang juga pemerhati kehidupan sosial dan lingkungan hidup ini menyebut bahwa Kawasan Danau Toba (KDT) memerlukan lebih dari sekedar Ihan Batak (red. transportasi). Masalah lingkungan hidup dan kebersihan adalah kebutuhan prioritas buat masyarakat KDT terutama dalam mengembangkan kepariwisataan.

"KMP Ihan Batak saja tidak cukup. Menambah lagi dua KMP yang serupa seperti dijanjikan Menteri Perhubungan pun bukan jawaban terhadap persoalan-persoalan mendasar di KDT." sebut Delima.

Diakui, buruknya transportasi air di kawasan ini selama puluhan tahun sangat terkait dengan kenyataan bahwa mayoritas penggunanya adalah masyarakat golongan menengah ke bawah. Masyarakat golongan atas akan menyaksikan sebagian besar sarana transportasi yang melintas Danau Toba dalam puluhan tahun terakhir dengan “kengerian” karena tampak tak aman, apalagi nyaman, dan memilih merogoh koceknya untuk mengadakan transportasi privat yang lebih menenangkan." sebut Delima.

Artinya, transportasi yang buruk selama bertahun-tahun adalah bagian yang tak terelakkan dari ketimpanagn ekonomi dan lemahnya keberpihakan Negara terhadap masyarakat golongan menengah ke bawah. Kemiskinan berkontribusi besar terhadap lemahnya kekuatan masyarakat menekan negara untuk melaksanakan kewajibannya menyediakan fasilitas publik yang memadai.

Dikatakan, pencermatan kita atas realitas masyarakat, sikap tidak berimbang yang ditunjukkan Pemerintah menjadi salah satu sumbu utama berbagai persoalan sosial, ekonomi dan politik; mulai dari tenggelamnya kapal, terusirnya masyarakat adat dari tanahnya sendiri, bencana alam yang makin sering terjadi dan masih banyak lagi.

Tegasnya, tanpa menghentikan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada perusahan, ketimpangan sosial dan ekonomi sulit diatasi, masalah seperti trasnportasi yang buruk akan terus tumbuh. Dengan lain perkataan, transportasi yang buruk hanya simptom saja. Persoalan sesungguhnya pada kesenjangan struktural yang terus memburuk dan tidak pernah terkoreksi dengan memadai.

"Sekarang ini, selain transportasi air yang aman dan nyaman, masyarakat KDT juga menunggu sikap Pemerintah yang lebih adil dan fair. Sudah saatnya negara bukan saja menunjukkan gesture yang berpihak pada masayarakt miskin, tapi juga perlu segera bersikap tegas terhadap perusahan. Sikap tegas tidak berarti memusuhi. Sikap tegas adalah setidaknya kemampuan mengambil tindakan yang sesuai peraturan yang berlaku terhadap perusahan-perusahan yang jelas-jelas telah melakukan pelanggaran." tambah Direktur eksekutif KSPPM Delima Silalahi.

Dalam sambutannya pada peresmian KMP Ihan Batak, Menteri Luhut Binsar Panjaitan mengajak segenap masyarakat KDT untuk merawat danau dan melindunginya dari sampah. Ajakan yang sudah tentu perlu didukung. Tapi bukankah selama ini perusahan-perusahan besarlah yang menjadi kontributor utama kerusakan lingkungan KDT? Dalam rangka sikap tegas, apakah Pemerintah berani mengambil tindakan terhadap perusahan-perusahan yang melanggar, termasuk yang terbukti merusak lingkungan?

Tanpa sikap tegas terhadap perusahan-perusahan besar, sangat dikhawatirkan KMP Ihan Batak perlahan-lahan akan menjadi gesture yang basi. Kapal lumayan megah ini juga mudah dicurigai lebih melayani kepentingan pariwisata ketimbang kebutuhan masyarakat KDT akan transportasi yang manusiawi.

Sekali lagi ini semua tidak untuk mengatakan Ihan Batak tidak ada gunanya. Transportasi yang aman dan nyaman harus ada dan menjadi kewajiban negara menyediakannya. Tapi bahkan berpuluh-puluh KMP sekelas Ihan Batak pun masih tidak cukup, jika kondisi-kondisi mendasar di atas yang menyebabkan masalah-masalah seperti buruknya transportasi dan kerusakan lingkungan, tidak pernah ditanggulangi.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Berkah TMMDoleh : Agus Rizal
10-Mar-2019, 16:26 WIB


 
  Berkah TMMD TMMD ke-104 Kodim 0601/Pandeglang membawa berkah bagi para pemilik warung di lokasi tersebut. Anggota Satgas TMMD pada saat istirahat meluangkan waktu untuk melaksanakan kegiatan komsos dengan warga masyarakat di salah satu warung milik warga sambil menikmati jajanan di kampung Saluyu,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
AGAMA Vs ATHEIS 22 Mar 2019 16:46 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia