KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PARIWISATA

Kementerian Pariwisata Selenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Pelayanan Pariwisata di Kawasan Danau Toba
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 08-Apr-2017, 00:13:23 WIB

KabarIndonesia – Selama sehari penuh Kementerian Pariwisata melaksanakan workshop peningkatan kapasitas pelayanan pariwisata di kawasan Danau Toba dan sekitarnya pada hari Kamis (6/4) di Hotel Atsari Parapat. Workshop yang difasilitasi Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat mengundang peserta stakeholder kepariwisataan dari Kabupaten Samosir, Simalungun, Karo, Dairi dan Pakpak Bharat.
 
Workshop dibuka resmi oleh Staf Ahli Bupati Simalungun bidang Perekonomian, Ir.Debora Hutasoit, M.Si, bersama para narasumber Kabid Tata Kelola Destinasi Kemenpar Ibu Widyati Bandia, Kadis Pariwisata Provsu Simson Siregar, Staf Kementerian PUPR Ibu Ida. Basar Simanjuntak Direktur Pemasaran BODT. Peserta yang hadir mengikuti workship ini antara lain Kepala Dinas Pariwisata Simalungun, Karo, Dairi;, Local Work Group (LWG) Forum Pengembangan Pariwisata Samosir, Simalungun, Dinas Perhubungan Simalungun, Korps Ulubalang Simalungun, Pengelola Taman Eden 100, Pemilik Restoran Sekapur Sirih, Pemilik Hotel di Parapat. HPI Simalungun, PHRI Simalungun.

Materi workshop yang disampaikan para narasumber antara lain Tupoksi Deputi Pengembangan Destnasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata sebagai cantolan lembaga Forum Tata Kelola Destinas dan Pemberdayaan Masyarakat; Kebijakan Pengembangan Infrastruktur PUPR mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional; Sosialisasi tugas dan wewenang Badan Otorita Danau Toba; Strategi Pengelolan Destinasi Pariwisata dari praktisi-pelaku usaha pariwisata antara lain Marandus Sirait, pengelola Taman Eden 100; Strategi Peningkatan Usaha Pariwisata oleh Dewi Juita Purba-BPD PHRI Sumut;

Sesuai dengan tema workshop : ‘ Peningkatan Kapasitas Pelayanan Pariwisata di kawasan Danau Toba” maka dalam diskusi dan pembahasan secara umum yang dibicarakan adalah menyangkut masalah umum yang dihadapi dalam upaya pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba terutama menyangkut sumber daya manusia. Untuk itu Kementerian Pariwisata menyampaikan harapan agar Kabupaten di kawasan Danau Toba membentuk Forum Tata Kelola Destinasi (FTKD) yang dulunya disebut Forum Tata Kelola Pariwisata (FTKP).

Menurut penjelasan Drs.Melani Butarbutar. MM, Sekretaris Forum Pengembangan Pariwisata (FPP) Samosir , Pengembangan tata kelola destinasi pariwisata Danau Toba yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dilaksanakan dengan proses partisipatif. Dalam mendukung proses tersebut, telah dilakukan program Pengembangan DMO (Destination Management Organization). “ Tahun 2014 yang lalu telah ditandatangani komitmen untuk terus mendukung pengembangan tata kelola destinasi pariwisata menuju pariwisata yang bertanggungjawab” jelasnya.

Pada waktu itu, kesepakatan ditandatangani oleh Tim Formatur dari unsur masyarakat dan pelaku wisata yang tergabung dalam Forum Pengembangan Pariwisata Kabupaten Samosir (FPP-Samosir); Forum Pengembangan Pariwisata Kabupaten Simalungun (FPP-Simalungun); Local Working Group Inganan Asa Sonang Kabupaten Toba Samosir (LWG I.A.S – Tobasa); Pemda Kabupaten Samosir; Pemda Kabupaten Simalungun; Pemda Kabupaten Toba Samosir; Pemda Kabupaten Humbang Hasundutan; Pemda Kabupaten Tapanuli Utara; Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta beberapa Private Sector dan Akademis.

“Kesepakatan itu ditandatangani untuk membentuk Forum Tata Kelola Pariwisata Danau Toba yang akan bekerja mengoptimalkan dan menyinergikan pengembangan Pariwisata Danau Toba, termasuk tentang bentuk, fungsi dan struktur Forum Tata Kelola Pariwisata Danau Toba yang akan dirumuskan oleh team formatur” lanjut Butarbutar

Melani Butarbutar mengakui, walaupun sudah ditunjuk tim formatur pembentukan Forum Tata Kelola Pariwisata Danau Toba, namun hingga tahun 2017 belum semua Kabupaten di kawasan Danau Toba membentuknya termasuk di Provinsi Sumatera Utara.
Diperoleh informasi bahwa hari Rabu (5/4) Bupati Tapanuli Utara telah melantik FTKP Tapanuli Utara, sementara Kab.Simalungun, Toba Samosir dan Samosir yang sudah membentuk Forum Pengembangan Pariwisata (FPP) sebagai embrio FTKP tahun 2014 hingga sekarang belum mendapat penetapan dan pelantikan, demikian juga Kabupaten Humbang Hasundutan, Karo, Dairi dan Pakpak Bharat belum membentuk FTKP atau FPP.

Kementerian Pariwisata berharap agar daerah-daerah sekitar Danau Toba segera membentuk FTKP yang merupakan lembaga partisipasi masyarakat dan pelaku pariwisata untuk mengembangkan dan meningkatkan kepariwisataan di kawasan Danau Toba. Di dalam lembaga FTKP ini diharapkan terdiri dari orang-orang yang memiliki komitmen, kapasitas dan hati nurani untuk membangun dan mengembangkan kepariwisataan di kawasan Danau Toba.

Sementara itu Basar Simanjuntak, Direktur BODT menyampaikan penjelasan tentang status dan tupoksi Badan Otorita Pariwisata Danau Toba. "Badan Otorita Danau Toba sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah bertugas dalam koordinasi, sinkronisasi, sinergitas semua stakeholder dan kementerian untuk menggunakan dan melaksanakan anggaran masing-masing dalam pengembangan kepariwisataan di kawasan Danau Toba" jelasnya.

Dengan demikian dipahami bahwa BODT tidak mengambil alih wewenang dan tugas Kepala Daerah untuk menangani destinasi untuk berkelas dunia. Menurut Basar, BODT mendapat tugas dalam 2 zonasi yakni  Kawasan Koordinatif  pada 7 Kabupaten seluas 300.000 Ha, Zona Otoritatif yang akan dijadikan Badan Usaha oleh BODT  di Tobasa 600 Ha dan 873 Ha di Humbang Hasundutan akan dibangun menjadi Kebun Bunga.  "Kami di BODT proaktif untuk mendorong Kepala Daerah melaksanakan perintah Presiden untuk menangani Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba dengan membuat regulasi investasi dan usaha" pungkas Basar Simanjuntak. *)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Makassar Semarak, Target Revitalisasi 600 Halte Tercapai Senior Journalist Rappler Indonesia Uni Lubis (kanan) berinteraksi dengan 400 peserta dalam bedah buku Astra on Becoming Pride of the Nation bersama Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso (tengah), dipandu oleh Zilvia Iskandar
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia