KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKota Pintar akan Ciptakan Peluang Besar, Bagaimana dengan Indonesia? oleh : Rohmah Sugiarti
20-Mei-2017, 05:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sejumlah negara di dunia, menerapkan kemajuan teknologi informasi pada proses adaptasi untuk melahirkan model pendekatan pembangunan yang relatif baru yang disebut Kota Pintar (Smart City).

Kota Pintar didesain mampu meningkatkan produktivitas manusia yang tinggal di dalamnya,
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Nantikanlah Kedatanganku 25 Apr 2017 23:06 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PARIWISATA

Kementerian Pariwisata Fasilitasi FGD Penetapan Destinasi Wisata Tradisi dan Seni Budaya di Samosir
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 11-Apr-2017, 20:35:26 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Dalam rangka mengembangkan destinasi wisata yang berdaya saing khusus wisata tradisi dan seni budaya, Kementerian Pariwisata melalui Asdep Pengembangan Destinasi Wisata Budaya menyelenggarakan kegiatan FGD (focus discussion group) penetapan destinasi wisata tradisi dan seni budaya pada hari Selasa, (11/4) di Tabo Cottage, Tuktuksiadong-Samosir, Sumatera Utara.
 
Menurut pantauan pewarta KabarIndonesia, kabupaten Samosir adalah salah satu dari 7 Kabupaten di kawasan Danau Toba dan secara geografis berada di tengah Danau Toba yang sudah ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional Kaldera Toba. Geopark Kaldera Toba yang sedang diusul menjadi anggota Unesco GGN tahun 2018 terdiri dari 4 geoarea dan Samosir satu-satunya geoarea yang persis sama dengan pemerintahan kabupaten.

Ditilik dari sisi kepariwisataan, sejak lama Samosir dikembangkan sebagai destinasi wisata alam dan budaya (adat-istiadat), lebih dari ratusan situs budaya dan situs alam terdapat di kabupaten ini telah menjadi sasaran kunjungan wisatawan lokal, nusantara dan manca negara terkait dengan keunikan dan kekhususannya. Tradisi kehidupan masyarakat telah berlangsung lebih dari 500 – 700 tahun yang lalu, apalagi bila dikaitkan dengan sejarah meletusnya gunung Toba, terbentuknya kaldera Toba lebih dari 75.000 tahun yang lalu hingga terangkatnya dasar danau menjadi Pulau Samosir.

Sejak terbentuknya Kabupaten Samosir yang dimekarkan dari kabupaten induk Toba Samosir tahun 2004, Samosir telah menetapkan visi dan misi pembangunannya berbasis pariwisata, hingga 10 tahun kemudian ditetapkan tagline “Samosir negeri indah kepingan surga”.

Focus Discussion Group (FGD) Penerapan Destinasi Wisata dibuka resmi oleh Kadis Pariwisata Samosir Drs.Ombang Siboro, MSi sekaligus menyampaikan paparan tentang kondisi dan potensi tradisi, adat dan seni budaya yang ada di kabupaten Samosir. Hadir Ibu Ana Sunarti, Kabid Pengembangan Wisata Tradisi dan Seni Budaya Kementerian Pariwisata, para fasilitator-sosialisator Prof.Dr.Phil. Janianton Damanik, M.Si dari UGM dan Prof Nunung Prajarto juga Bambang Paningron.

Peserta FGD yang diundang hadir antara lain pemilik Makam Raja Sidabutar ( Tomok) Mangiring Sidabutar; pemilik Batu Kursi (Siallagan) Gading Siallagan dan Hotber Siallagan; Pengelola Tortor Sigale-gale (Hutabolon Simanindo); Delima Silalahi, perwakilan LSM-KSPPM; Luker Sidabutar dan Melani Butarbutar (Penggiat Tata Kelola Pariwisata- FPP Samosir); pemilik sanggar seni budaya Sitanggang dari Salaon, pengelola ruma parsaktian Lumbanraja-Onanrunggu, beberapa orang staf Kemenpar dan staf Dinas Pariwisata Samosir.

Menurut Kadis Pariwisata Samosir Drs.Ombang Siboro, bahwa sesungguhnya Samosir memiliki potensi besar dalam atraksi tradisi dan seni budaya, namun memiliki kelemahan terutama di bidang kemasan, tata kelola dan marketingnya. Samosir memiliki objek dan tradisi-budaya yang sifatnya intangible dan tangible, ada juga objek wisata sejarah yang menjadi unggulan dalam pengembangan pariwisata diSamosir.

Prof.Dr.phil. Janianton Damanik menyampaikan bahwa urusan pariwisata bukanlah urusan orang-orang tertentu saja tetapi sudah menjadi urusan semua orang. Masyarakat Batak memiliki sejarah, situs, adat-budaya, seni namun tidak ada yang menunjukkan tradisi-kebiasaan sebagai cirri khas seperti yang dapat dilihat di beberapa daerah. “Orang bertanya, mana budaya Batak, mana tradisi Batak, bagaimana mengenali Batak yang sesungguhnya. Salah satu strategi yang dapat kita lakukan adalah memunculkan tradisi dalam berpakaian, makanan khas juga seni budayanya, misalnya para pegawai hotel menggunakan ornament ulos apakah sebagai topi, ikat pinggang atau juga ada ukiran Batak dipajang di setiap hotel” jelas Janianton memberi contoh.

Sehari sebelumnya Tim Asdep Pengembangan Destinasi Wisata Tradisi dan Seni Budaya telah melakukan peninjauan dan pembicaraan lapangan, hingga mereka menetapkan 3 destinasi wisata tradisi dan seni budaya yang akan dikembangkan secara professional dan dapat dijual menjadi atraksi wisata karena memiliki sejarah, tradisi-kebiasaan, adat budaya yang sudah berkembang. Destinasi dimaksud adalah Makam Raja Sidabutar, Batu Kursi Persidangan dan Hutabolon Simanindo.

Lebih lanjut Januanton berharap, membangun suatu tempat sebagai destinasi wisata tradisi dan seni budaya harus di organisir (ada lembaga yang menangani) dan melibatkan masyarakat sekitar. Selain itu harus dilakukan pewarisan, pelatihan regenerasi agar kapan pun tradisi itu tetap eksis di masyarakat, menjadikan tradisi sebagai identitas dan komoditas wisata.

Pada sesi selanjutnya, Bambang Paningron, seorang pegiat seni pertunjukan dan festival menyatakan bahwa sejarah, cerita, dongeng yang berkembang di masyarakat Batak dapat dijadikan menjadi atraksi yang dapat ditonton oleh masyarakat dan pengunjung. “Cerita tunggal panaluan, cerita sigale-gale, dapat dibuat narasi, synopsis, kemudian dikemas menjadi sebuah pertunjukan yang dijual kepada wisatawan” jelas Bambang. Menurut penjelasan dari pihak Kementerian Pariwisata, akan dilakukan fasilitasi dan pelatihan kepada pelaku destinasi wisata tradisi dan seni budaya untuk membangun dan meningkatkan mutu festival seni tradisi dan layak jual di dunia wisata internasional. “Kami siap membantu masyarakat di Samosir bagaimana membangun seni pertunjukan dari sisi artistic dan manajemennya” pungkas Bambang.

Dalam diskusi yang berlangsung usai paparan fasilitator, diperoleh rekomendasi antara lain, pemerintah daerah perlu menyusun regulasi pewarisan nilai-nilai tradisi melalui design bangunan bermotif/ornamen Batak, penetapan seni tradisi sebagai salah satu kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, Pengelolaan destinasi wisata tradisi (milik pribadi/keluarga) dilakukan secara terpadu dan lebih professional (ada manajemen) dan harus melibatkan masyarakat sekitar.

Selain itu dihimbau agar warga masyarakat dapat menunjukkan tradisi penggunaan ulos dalam aktivitas sehari-hari, hotel-hotel memanfaatkan produk tradisi seni dan budaya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah upaya pewarisan nilai-nilai tradisi yang sejak lama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keseharian masyarakat, sehingga tidak hilang ditelan masa. *)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babeloleh : Rohmah Sugiarti
17-Mei-2017, 12:26 WIB


 
  Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babel Gubernur Babel Erzaldi Rosman (berdiri) menyemangati peserta Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2017 didampingi Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UI Emil Salim (kedua kiri) dan Wamen Diknas RI 2010-2012 Fasli Jalal (ketiga kanan), Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2013 Hardinisa
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia