KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

Tentang Dia 21 Okt 2018 11:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB

 
 
PARIWISATA

Kearifan Lokal Tonggo Raja Digelar Menyongsong Festival Pasir Putih di Samosir
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 25-Mar-2018, 11:37:53 WIB

KabarIndonesia - Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedi bebas, istilah 'Tonggo Raja' adalah salah satu upacara adat Batak Toba yakni pertemuan keluarga secara sepihak yang diselenggarakan oleh keluarga pihak mempelai Perempuan bersama kerabatnya (dongan sabutuha), boru/bere, pariban, aleale dan teman sekampung (dongan sahuta) untuk membicarakan persiapan acara tertentu, yang akan diselenggarakan oleh Hasuhuton (penyelenggara acara/pesta) dan pada acara ini pihak hulahula belum diikutkan sesuai dengan adat yang berlaku.

Dalam pemaknaan umum, pada tatanan adat Batak, tonggo raja adalah semacam pembentukan panitia (parhobas) sekaligus untuk membahas hal-hal apa yang perlu persiapkan/direncanakan pada acara tertentu tersebut. Tonggo raja diselenggarakan tuan rumah sebuah acara/pesta yang mengundang pihak-pihak terkait, termasuk warga lokasi tempat penyelenggaraan acara tersebut. Tonggo raja dari sisi budaya adalah salah satu kearifan lokal untuk memulai sebuah kegiatan, boleh disebut rapat koordinasi.

Biasanya acara 'tonggo raja' ditandai jamuan makan bersama dengan para undangan diiringi penyerahan "tudutudu ni sipanganon" (makanan khusus) secara adat dari tuan rumah (host acara) kepada tokoh adat masyarakat setempat (dongan sahuta), dengan penyampaian pepatah/umpasa terkandung maksud dan tujuan acara pesta yang akan digelar.

Demikianlah halnya Dinas Pariwisata Samosir dipimpin Kadisnya Ombang Siboro, menggelar acara adat "tonggo raja" dalam rangka mendukung dan mempersiapkan penyelenggaraan Festival Pasir Putih (White Sand Festival) yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 31 Maret 2018 mendatang di kawasan Pantai Indah Situngkir, kecamatan Pangururan Samosir.

Acara tonggo raja digelar dengan mengundang tokoh masyarakat dan raja adat "bolahan amak" (lokasi festival) dari lima desa di kawasan pasir putih Parbaba dan pantai Indah Situngkir, kecamatan Pangururan, Selasa (20/3).

Dikabarkan, saat acara tonggo raja ini, raja adat dan tokoh masyarakat setempat sangat menyambut baik atas terlaksananya acara tersebut. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Samosir dan kami siap untuk mendukung pelaksanaan festival tersebut. Dan berjanji akan mengerahkan dan mengajak masyarakat untuk ikut dalam kegiatan kirab budaya festival itu,” sebut juru bicara tokoh adat.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Samosir, Ombang Siboro menyampaikan bahwa festival pasir putih adalah salah satu even dari rangksian Horas Samosir Fiesta 2018. "Salah satu tujuan diselenggarakannya even festival pasir putih, dalam rangka menjadikan objek wisata itu semakin mendunia, serta akan dikunjungi oleh para wisatawan dari berbagai belahan dunia," sebutnya.

Ditambahkannya, dengan menggelar berbagai even, pada akhirnya juga akan mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Samosir Negeri Indah Kepingan Surga dengan potensi budaya dan tradisi yang dimiliki. "Kita berharap agar seluruh masyarakat kawasan pasir putih dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan yang hadir. Juga turut serta secara aktif dalam memeriahkan event budaya pasir putih itu,” pungkasnya.

Digelarnya acara "tonggo raja" ini, para netizen di medsos mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya meminta dukungan dan partisipasi warga adat masyarakat setempat setempat. "Tonggo raja adalah adat budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan, ini bermakna luas bahwa sebuah acara dengan partisipasi masyarakat niscaya sukses" sebut netizen Melani Butarbutar, seorang pengamat kepariwisataan.

"Kedepannya, acara tonggo raja tidak hanya untuk satu even, akan sangat baik jika setiap even didahului tonggo raja, karena tonggo raja itu sendiri adalah sebuah even budaya dengan ritual adat di dalamnya, menjadi objek atau sasaran wisatawan," pungkas Butarbutar. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB


 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia