KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB


 
 
PARIWISATA

Geopark Kaldera Toba Akan Ditetapkan Sebagai UNESCO Global Geopark Bulan September 2019
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 24-Jul-2019, 15:43:30 WIB

KabarIndonesia - Balige, Selama berkunjung di The Kaldera Danau Toba, Menpar Arief Yahya juga meminta progress perkembangan UGG – UNESCO Global Geopark yang ditargetkan tahun 2019 ini masuk. Tidak ada pilihan lain, untuk menjadi destinasi kelas dunia, maka harus punya stempel yang dikeluarkan oleh lembaga dunia pula.

“Pilihan buat Danau Toba adalah status UGG, agar levelnya naik dan diakui dunia,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. Demikian dikabarkan Andhy Marpaung, kasubbid pengembangan destinasi kementerian pariwisata saat mendampingi Menpar memastikan dibangunnya infrastruktur di salah satu "Bali baru" Danautoba, Kamis (18/7).

Lalu bagaimana statusnya sampai tadi malam, 18 Juli 2019?
Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem, Deputi Pengembangan Destinasi Kemenpar, Indra Ni Tua menjelaskan bahwa 3 surat Menteri Pariwisata ke UNESCO sudah diterima oleh UNESCO Headquarters Paris, Prancis. Surat tersebut yakni tertanggal 19 Maret 2019, 29 Mei 2019, dan terakhir 27 Juni 2019. Semua sudah dilampiri Final Report, Executive Summary Masterplan GNKT, Surat GNKT kepada Menteri Pariwisata, dan surat-surat sebelumnya.

“Dubes RI untuk UNESCO, Pak Surya Rosa di Paris terus memonitor. Kemarin beliau bertemu Margareth Patzak yang menangani dokumen kita, kata oke, dan sudah mengirim ke cloud council yang akan mengevaluasinya,” kata Indra Ni Tua kepada media yang hadir mengikuti acara Menpar.

“Insyaallah, Geopark Kaldera Toba bisa ditetapkan sebagai UGG di bulan September 2019 ini,” harap Hiramsyah S Thaib, Ketua Tim Percepatan 10 "Bali Baru" yang juga ikut saat Menpar Arief Yahya mempresentasikan kembali keseriusan pemerintah Presiden Jokowi untuk membangun Geopark Danau Toba.

Kepada media dikawasan The Kaldera Danau Toba, Menteri Arief Yahya menjelaskan bahwa untuk menjadi destinasi kelas dunia, maka 3A-nya juga harus standar internasional. “Khusus Atraksi, Danau Toba harus berkelas dunia. Potensinya sangat kuat, 'nature'nya kuat, 'culture'nya ada, event buatan juga sangat kuat. Komitmen Pak Presiden Jokowi untuk pariwisata juga sangat serius, dan sudah menjadikan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas,” ungkapnya.

Arief juga mengatakan bahwa ada 5 destinasi yang masuk super prioritas sekarang ini yakni Danau Toba Sumatera Utara, Borobudur Joglosemar, Mandalika Lombok NTB, Labuan Bajo Komodo NTT dan KEK Likupang Minahasa Utara (Minut) Sulawesi Utara. “Kalau atraksinya sudah kelas dunia, diakui dunia, maka mudah untuk mempromosikan di pasar-pasar utamanya,” papar Arief Yahya.

Lebih lanjut diinformasikan, sambil menunggu KDT masuk status UNESCO Global Geopark, Menpar Arief Yahya minta agar The Kaldera Danau Toba yang kini ditangani BPODT ini segera berjalan (running). Dia mengajak pihak ketiga untuk mengelola secara professional dan memang sudah punya pengalaman bergerak di sana.

"Kalau kawasan ini mulai ramai dikunjungi orang, instagenic, banyak spot selfie, seperti komunitas Genpi membuat Destinasi Digital selama 2 tahun terakhir, maka bisnis pariwisata akan hidup. Setelah itu investor akan semakin tertarik mengembangkan usahanya di The Kaldera juga. Kalau kita bisa membayangkannya, maka kita pasti bisa mewujudkannya. Begitupun prinsip dalam membangun ekosistem pariwisata di sini,” tuturnya.

Ketika media menanyakan, "bagaimana dengan akses ke kawasan Danau Toba,?"
Menpar Arief menjelaskan bahwa Bandara Silangit sudah internasional, dan sedang diperbesar terminalnya. Panjang runway juga sudah dibangun untuk pesawat berbadan menengah. Tol Kualanamu-Tebing Tinggi sudah beroperasi. Tebing TInggi – Parapat diperlebar, ditambah inner ring road dan outer ring road. Empat pasang dermaga di Samosir dan satu lagi di Pulau Sumatera juga sudah. “Dari dua kapal yang dijanjikan Pak Jokowi, satu sudah! Tinggal satu lagi,” ungkap Arief Yahya.

Arief Yahya mengaku, diantara 4 destinasi Super Prioritas lainnya, Danau Toba tergolong paling cepat dan paling maju inftrastruktur aksesnya. “Dulu, dulu Silangit itu nol, dan saya yang ngotot untuk dibangun. Dulu dicibir, siapa yang mau terbang ke sana? Sekarang anda bisa cek sendiri 450 ribu orang turun via Silangit, Siborong Borong,” kata Arief Yahya.

Kalau wisnus bisa terus bertumbuh pesat, Arief Yahya yakin international visitors juga akan bertumbuh besar. Sumut dengan ikon Danau Toba itu targetnya 1 juta wisman. Apakah itu mimpi?
“Tidak! Itu bisa kita raih, asal infrastruktur aksesnya memadahi. Anda bisa bayangkan, 1 juta orang itu jika spendingnya USD 1000 saja, sudah aka nada perputaran uang senilai Rp 14 Triliun. Maka masyarakat dan industry akan makmur di sini,” jelas dia.

Kalau akses dan atraksi sudah kelas dunia dan hebat, maka para pelaku industri Pariwisata akan hidup dan membuat amenitas. Dalam hal ini paling dominan di akomodasi. “Saya yakin bisa!” pungkasnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
HOW ARE YOU MY FRIEND? 27 Jun 2020 05:21 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia