KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalTotal Pasien Covid-19 Yang Sembuh di Tanah Air Berjumlah 1.317.199 Orang oleh : Danny Melani Butarbutar
25-Mar-2021, 12:08 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Melansir berita KOMPAS.com, bahwa hingga Kamis (25/3/2021),jumlah Pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh bertambah 4.656 orang dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh berjumlah 1.317.199 orang.

Data tersebut disampaikan Satuan Tugas
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA





 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PARIWISATA

Festival Tangkap Ikan Tradisional Mardoton di Samosir Danau Toba
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 13-Mar-2021, 12:47:52 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Kurun waktu 22 tahun belakangan, para nelayan tradisional di kawasan Danau Toba kian terpuruk. Ketidak seimbangan ekosistem di Danau Toba seperti sekarang, menjadi salah satu faktor pemicu minimnya jumlah tangkapan ikan nelayan. Hal lain adalah pengaruh masuknya kontribusi limbah domestik ke Danau Toba.

Nelayan-nelayan yang dikenal dengan istilah lokal kawasan Toba seperti Pandaram, Martoba, Panggobuk, Paddabu, sudah jauh dari cerita-cerita indah masa lalu. Kehidupan yang dirasakan nelayan saat ini, tidak semanis keindahan Danau Toba jaman dulu.

Kenangan menangkap ikan berkeranjang-keranjang pada masa lalu, tinggal cerita. Melihat keresahaan nelayan tersebut, Komunitas Anak Tao (Komunitas Pemuda Krearif Toba) berinisiatif mengembalikan kejayaan Pandaram di masa lalu.

Komunitas Anak Tao bersama para nelayan tradisional pekan ini, menyelenggarakan Festival Edukasi Mardoton di Pulau Samosir. Mardoton diartikan, bertangkap ikan memakai jaring secara tradisional, Sabtu (13/3/2021).

Dalam Festival ini, Komunitas Anak Tao mengajak semua pihak untuk menjaga Ekosistem Danau Toba yang berkelanjutan, dengan berbasis kearifan lokal, serta menjaga keseimbangan. Meminimalisir tangkapan ikan kecil dengan menerapkan mata jaring yang lebih besar. Melarang pemakaian strum dan bom ikan atau racun.

Selain menangkap ikan dengan ukuran yang terpola, penargetan melakukan penaburan benih secara berkala. Membiasakan syukuran pemujaan terhadap Maha Pencipta melalui "Pasahat Itak Putih Tu Namboru Saniang Naga" secara Batak diyakini sebagai Dewi Air Pemberi Berkat.

Mardoton, salah satu kekayaan intelektual para pendahulu di pinggiran Danau Toba untuk menghidupi keluarganya. Sampai hari ini Mardoton masih menjadi sistem mata pencaharian sebagian masyarakat di sana.

Oppu Dika Sinaga (65) tahun, merupakan keluarga dari sekian banyak Pandaram yang menggantungkan hidup dari Mardoton di Pulau Samosir. Pandaram artinya, istilah untuk nelayan tradisional Danau Toba. Mardoton bukan saja berhenti pada persoalan menangkap ikan, melainkan proses membuat doton adalah hal penting yang harus dipahami.

Bagi Oppu Dika Sinaga ada ketentuan-ketentuan tertentu agar Pandaram atau Pardoton bisa menghasilkan tangkapan ikan yang baik dari Danau Toba. Mulai dari mempersiapkan doton yang biasa disebut "Pauli Doton, Mangikkot-ikkot, atau Manopong Doton" sejumlah rangkaian yang harus dilalui.

Manopong Doton, berarti bermain dengan hitungan, menghitung mata jaring pada Doton. Doton tidak dapat dipasang ke danau bila tidak ada ramo (pelampung). Jarak ramo pertama dengan ramo kedua dan selanjutnya tentu diikat berdasar jumlah hitungan topongan yang sudah ditentukan. Satu hitungan topongan pun tidak ada yang boleh meleset.

Bila hitungan lebih atau kurang, risiko kerusakan Doton tinggi serta tangkapan ikan tidak berhasil baik. Hitungan topongan yang tepat mampu menangkap ikan dengan baik. Membalut tanpa mencekik ikan, sehingga ikan mampu bertahan hidup lebih lama.

Topongan yang tidak tepat, akan mengakibatkan doton mudah terkoyak bila ikan yang ukurannya jauh lebih besar menabrakkan diri ke doton. Manopong bagi pandaram, harus membutuhkan konsentrasi penuh. Kesulitan manopong doton bukan hal yang gampang dikerjakan.

Ada rumus mate matika didalamnya, agar mata jaring tidak lari. Doton yang rusak, pada masanya tidak ujuk-ujuk langsung diganti doton baru. Ada ilmu spesialis untuk memperbaikinya oleh Pandaram. Mangumei istilahnya, yang dalam praktiknya menyatukan kembali yang terpisah, merajut benang-benang yang terkoyak.

Festival Mardoton kali ini, tepatnya jatuh pada Bulan Sipaha Sada pada Penanggalan Kalender Batak dan digelar sepanjang Bibir Pantai Tuktuk dan sekitarnya.

Sekilas tentang pengertian Mardoton, merupakan cara bertangkap ikan yang dilakukan sejak puluhan tahun belakangan oleh para orang-orang tua di Kawasan Danau Toba.

Pada mulanya menggunakan bubu, kemudian penggunaan Doton pun mulai akrab. Bahan Doton terbuat dari atom maupun berbahan kain yang dirajut menjadi mata jaring beragam ukuran setelah diproduksi massal secara pabrikan.

Febry Siallagan mengatakan, Komunitas Anak Tao berfokus pada edukasi melalui beberapa rangkaian kegiatan. Antara lain, focus group discussion, pembentukan komunitas pardoton, perlombaan manopong doton, edukasi ekosistem danau toba, penaburan 20.000 benih ikan jahir dan 200 benih, endemik toba, lomba menghias solu, pameran kuliner ikan danau toba, pemutaran film semi documenter Ahu Pardoton hingga penanaman dan 100 bibit pohon yang tentu harus diikuti perawatan dan bukan sekedar ditanam.

Dalam rangkaian menurunkan perahu ke Danau Toba atau Poda Patuat Solu, biasanya ada ritual tertentu.

“Manduda nitak asa horas-horas mamakke, jala dapot-dapotan mabbuat dekke. Jala dipangido i tu Par Aek Silio-tio. Ima na di dok Namboru Saneang Naga Laut, (menyajikan itak, sebagai media doa agar kita sehat-sehat dalam memakai solu dan mendapatkan ikan yang banyak dari Danau Toba)," kata Oppu Disnan Sigiro tempo hari.

Itak ini yang dipakai khusus untuk ritual yang berhubungan dengan Danau Toba kata Oppu Disnan, adalah itak Gaburgabur. Tujuannya, agar seperti filosofi itak tersebut, Pandaram bisa memperoleh kemakmuran. (Itak adalah olahan tepung dari beras mentah yang dicampur dengan gula merah dan kelapa yang sudah diparut, penyajianya tidak dimasak).

Apa yang dilafalkan Oppu Disnan adalah kutipan doa yang biasa dia lakukan saat menurunkan solu ke Danau Toba sebelum dipakai bertangkap ikan atau Mandaram.

Oppu Disnan Sigiro adalah sesepuh dalam lingkar Pandaram yang bahkan separuh hidupnya menghabiskan waktu sebagai Pandaram di Pulau Samosir. Dia seorang yang masih setia dengan pesan dan petuah-petuah leluhur.

Oppu Disnan berkata, ada prosesi tertentu agar solu membawa keberuntungan pada pengguna. Membuat sesajian dari tepung beras untuk media doa kepada Tuhan Sang Pencipta melalui Namboru Saneang Naga Laut.

Saniang Naga Laut, menurut orang Batak sebagai dewi air yang diwakilkan perwakilan Tuhan sebagai pemberi berkat yang berkuasa di Air.(Sumber: HP Tampubolon, wahananews.com)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hacker ClanX12 15 Jan 2021 06:38 WIB

 

 
 

 

 
 
 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia