KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiBerkat di Balik Wabah Corona oleh : Fida Abbott
09-Apr-2020, 01:17 WIB


 
 
KabarIndonesia - Tahun 2020 ini merupakan tahun bersejarah bagi dunia. Siapa yang tak kenal Covid-19? Makhluk kasat mata ini menjadi populer di mana-mana saat ini. Dia bukan pahlawan dunia yang umumnya dikenang sepanjang masa melainkan sebuah musuh yang dikenal oleh masyarakat
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Pemunafik 05 Apr 2020 16:00 WIB

Rembulan di Celah Matamu 07 Mar 2020 15:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
HUKUM

Terlibat Kasus Penganiayaan Kompol Raja Hotman Ambarita Divonis 3 Bulan Penjara
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 21-Feb-2020, 10:05:02 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Oknum Polisi Kompol Raja Hotman Ambarita dinyatakan bersalah dan pada sidang putusan oleh hakim ketua Paul Marpaung di Pengadilan Samosir Cabang PN Balige, Kamis (20/2/2020), terdakwa divonnis 3 bulan penjara. Demikian laporan Arjuna Bakkara tribun-medan.com, pada hari Jumat (31/2). Dikabarkan, Kompol Raja Hotman Ambarita mengikuti sidang didampingi penasihat hukumnya Abdi Purba. Hakim membacakan pertimbangan-pertimbangan yang menjerat Oknum Polisi tersebut 3 bulan penjara. Kompol Raja Hotman Ambarita didakwa terbukti melakukan penganiayaan terhadap Rudolf Manurung di Lumban Manurung pada 3 Juni 2018 lalu. Dalam persidangan, Hakim menerangkan, terdakwa Raja Hotman Ambarita terbukti memelintir tangan korban Rudolf dan juga memukulnya pakai batu padas bangunan rumah korban Rudolf Manurung. "Menimbang pidana yang dijatuhkan, maka saudara terdakwa Raja Hotman Ambarita secara sah melakukan tindak pidana dan dipenjara selama tiga bulan," ujar Hakim. Kemudian Hakim Ketua Paul Marpaung memberi waktu kepada terdakwa untuk mengajukan pertanyaan. "Ada yang mau ditanyakan ?," kata Paul menanya Raja Hotman Ambarita. "Pikir-pikir dulu pak," jawab Kompol Hotman. Lalu Hakim ketua menutup sidang. Terpantau, menghadiri sidang terakhir ini terdakwa menggunakan sendal jepit dan kaos berkerah warna merah, selama sidang berlangsung Kompol Hotman tertunduk lesu. Usai sidang, terdakwa oknum polisi ini digiring ke mobil tahanan Kejari Samosir bersama tahanan lainnya untuk diantarkan ke Lapas Samosir di Pangururan. Sebelumnya dikabarkan, Kompol Raja Hotman sempat melarikan diri ke Pekanbaru, akibat kasus penganiayaan dan dugaan keterlibatannya dalam kasus pembakaran rumah milik Rudol Manurung. Terkait dugaan terlibat pembakaran rumah, Raja Hotman Ambarita, oknum polisi berpangkat perwira menengah ini, diamankan petugas Subdit III, Ditkrimum Polda Sumatera Utara, Rabu (5/2/2020) lalu. Rumah yang diduga dibakar pada Juni 2018 itu adalah milik Rudolf Manurung (korban penganiayaan) yang berada di tepi Danau Toba, dusun Lumban Manurung, Kelurahan Tuktuksiadong, kecamatan Simanindo, kabupaten Samosir. Sebelum menahan RHA, terkait kasus ini kepolisian juga telah menangkap Rosmaida Manurung yang juga adik kandung korban. Tidak hanya mengamankan oknum polisi yang diduga terlibat, petugas sebelumnya mengamankan seorang wanita di Jakarta terkait kasus yang sama. Terkait oknum polisi yang diamankan dengan dugaan keterlibatan kasus pelemparan bom molotov yang membakar rumah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja yang dikonfirmasi Tribun-Medan.com pada Kamis (6/2/2020) membenarkan informasi tersebut. "Benar oknum polisi berpangkat Kompol diamankan dengan dugaan kasus tersebut," ujarnya. Saat ditanya keterlibatan oknum polisi yang disebut bertugas di Bidokes Polda Sumut itu, pihaknya belum membeberkan secara rinci. "Saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Belum dilakukan reka adegan jadi kita belum mengetahui bagaimana keterlibatannya," ungkap Kombes Tatan. Rosmaida terduga pelaku pembakar rumah milik Rudolf di Tuktuk, ditangkap di Jawa Timur. Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Jonser Banjarnahor mengatakan tersangka ditangkap di dalam Ruko di Jalan Air Langga 53 Desa Seduri Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto Propinsi Jawa Timur. Dari hasil penyelidikan polisi diketahui bahwa Rosmaida Manurung tinggal di kantor PT CGS Lantai II, yang merupakan usaha penyewaan alat berat. Sehingga penangkapan dilakukan oleh Tim Gabungan Polres Samosir pada hari Senin 20 Januari lalu. Tim Polres Samosir yang dipimpin KBO Reskrim Polres Samosir Iptu Jonly W Saragih melakukan penyamaran untuk menyewa alat berat dan meminta untuk bertemu dengan tersangka Rosmaida yang bertindak selaku pengusahanya. Setelah tersangka Rosmaida turun kelantai I, anggota tim langsung mengamankan tersangka dan memberitahukan alasan penangkapan dengan memperlihatkan Sprint Penangkapan dan DPO atas nama yang bersangkutan. "Selanjutnya Rosmaida dibawa ke Polres Mojokerto untuk dinterogasi lebih lanjut dengan berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres," ujar Jonser Banjarnahor. Tentang kejadian pembakaran, Rudolf Manurung menuturkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 22.55 WIB di Lumban Manurung, Kelurahan Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir pada Juni 2018 lalu. Menurut Rudolf, pelaku membakar rumahnya didampingi Hotman Raja Ambarita yang bertugas di Polda Sumut. RM dan RH datang menaiki mobil Kijang Innova warna silver BK 1205 AA pada malam hari sebelum kejadian. Pada rekaman CCTV yang turut disertakan dalam laporan, RM turun dari mobil membawa kantungan plastik ke rumah itu saat malam hari. Dalam hitungan menit setelah Rosmaida keluar tanpa membawa plastik yang sebelumnya dia bawa ke dalam, Rosmaida dan RH segera pergi. Seketika itu pula api berkobar sampai membuat warga se kelurahan Tuktuk heboh pada 6 Juni 2018, pukul 23.00 WIB. Rudolf menduga, pembakaran itu dilakukan karena dia melaporkan ke Polsek Simanindo tentang adanya tindakan penganiayaan terhadap dirinya oleh HRA, pada hari Minggu 3 Juni di Tuktuk Siadong. Sehingga terindikasi, ada aksi balas dendam terhadap dirinya oleh pelaku pembakar rumah. Atas laporan penganiayaan itu, Polres Samosir menetapkan status tersangka terhadap HA. Akhirnya setelah setahun berlalu, atas laporan Rudolf dan melalui proses gelar perkara yang dipimpin Kapolres Samosir, RHA terbukti menganiaya Rudolf. Terkait kasus pertengkaran dan penganiayaan di luar kasus tindakan pembakaran tersebutlah kedua belah pihak kini menempuh jalur pengadilan, hingga Hakim ketua PN Balige menetapkan vonnis 3 bulan penjara bagi oknum polisi RHA.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Cara Mudah Mulai Investasi Saham 27 Mar 2020 16:14 WIB


 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia