KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiPerpanjangan Masa Pendaftaran PMOH oleh : Redaksi-kabarindonesia
23-Feb-2018, 06:20 WIB


 
 
KabarIndonesia - Untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang baru saja mengetahui mengenai pendaftaran PMOH Tahun Ajaran X, 2018, maka manajemen PMOH akan memperpanjang masa pendaftaran hingga 26 Februari 2018. Harapan manajemen PMOH agar mereka memiliki waktu cukup untuk melengkapi persyaratan pendaftaran.
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Penghianat 22 Feb 2018 12:07 WIB

Dengarkan Kami 22 Feb 2018 12:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
HUKUM

Setnov Diberi Jam Tangan Termahal Senilai Rp 1.3 Miliar
Oleh : Benny Aswadina | 09-Okt-2017, 11:19:30 WIB

KabarIndonesia - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipimpin Agus Rahardjo mengantongi bukti temuan dari biro penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) kasus mega korupsi proyek e-KTP yang merugikan Negara Rp 2.3 Triliun yakni bukti pemberian jam tangan super mewah merk Richard Mile Rp 1.3 miliar pada Ketua DPR RI yang juga Ketum Golkar Setya Novanto akrab disapa SETNOV.

Juru bicara KPK, mantan aktivis ICW Bung Febri Diansyah diundang Pimpred tvOne Karni Ilyas menjadi narasumber Indonesia Lawyers Club. ILC talk show terdasyat pada tema "Novanto,Wow" Febri mengatakan, KPK telah menerima dari FBI sejumlah bukti kasus mega korupsi e-KTP diduga melibatkan warga negara dari perusahaan AS. "Yang pasti ada bukti-bukti menunjukkan indikasi aliran dana sejumlah pejabat Indonesia yang sedang diproses juga di Amerika Serikat. KPK juga berkoordinasi dengan otoritas di negara lain untuk pengumpulan bukti kasus mega korupsi e-KTP," katanya beberapa rekan jurnalis TV dengan mantap..

Agen FBI Jonathan Holden dalam pernyataannya dengan VOA Amerika dengan tegas mengatakan bahwa almarhum Johannes Marliem pernah menghadiahkan dan memberikan (grativikasi) jam tangan super mewah senilai Rp 1.3 miliar kepada petinggi partai berlambang Pohon Beringin Golkar, Setya Novanto nama populernya SETNOV. Keterangan Holden didapatkan dari pemeriksaan Johannes Marlim Agustus 2017 sebelum Johannes Marliem meninggal dunia karena bunuh diri.

Penyidikan FBI berlanjut ke pengadilan. Saat ini pemerintah federal Minesotta AS menyita aset Johannes Marliem 12 juta AS yang diduga didapatkan melalui skandal melibatkan pejabat publik Indonesia. Menurut agen FBI Holden, Johannes mengakui telah memberikan sejumlah uang pada sejumlah pejabat Indonesia atas lelang e-KTP baik langsung maupun melalui perantara.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Konsisten Pegang Teguh Netralitas 15 Feb 2018 23:19 WIB

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia