KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWalau Sering Mogok, Mobil Jokowi Tidak Bobrok oleh : Chairil Makmun
27-Mar-2017, 21:28 WIB


 
 
Kabarindonesia, Jakarta -Walaupun sering mogok, mobil Presiden Jokowi bukanlah mobil bobrok. Pengertian mogok pada mobil Presiden tidak sama dengan mogok pada mobil masyarakat pada umumnya. Demikian penjelasan Kepala Sekretariat Kepresidenan Darmansjah Djumala kepada jurnalis di Jakarta, Kamis pagi (23/3/17).
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA











 
BERITA LAINNYA
 
 
Langkah Menuju Pasti 23 Mar 2017 23:05 WIB

Walau Satu Detik Bersama Tuhan 10 Mar 2017 04:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Sekjen IMASEPA Jabar Meminta Kapolres Nabire Memberhentikan Sweeping Di Dogiyai Papua

 
HUKUM

Sekjen IMASEPA Jabar Meminta Kapolres Nabire Memberhentikan Sweeping Di Dogiyai Papua
Oleh : Barnabas Subagio | 24-Jan-2017, 12:50:56 WIB

KabarIndonesia - Cimahi, Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat (Sekjen IMASEPA Jabar) Leonardus O. Magai meminta kepada Kepala Kepolisian Resort Nabire segera memberhentikan sweeping berlebihan yang dilakukan oleh aparat militer yang bertugas di wilayah kabupaten Dogiyai. Hal tersebut disampaikannya usai diskusi Seputar Kondisi Keamanan dan Kenyamanan di awal bulan Januari yang marak terjadi di Kabupaten Dogiyai,  pada Kamis (19/1) di Cimahi.

Leonardus O. Magai menilai dilakukannya sweeping yang berlebihan telah mengganggu masyarakat Kabupaten Dogiyai mencari nafkah. Pada umumnya masyarakat di sana pergi ke ladang atau hutan mencari nafkah dengan kampak, parang, anak panah dan busur.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa masyarakat menganggap kampak, parang, anak panah dan busur itu sebagai badan dan bayang yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. "Saya meminta kepada pihak kepolisian untuk segera memberhentikan sweeping secara berlebihan tersebut" katanya.

Selanjutnya, Leonardus O. Magai yang juga mahasiswa aktif pada Universitas Pendidikan Indonesia Bandung meminta kepada masyarakat Kabupaten Dogiyai agar jangan terprovokasi dengan situasi sweeping dilakukan oleh pihak militer yang bertugas di wilayah Kabupaten Dogiyai.  "Kalau kita tidak mengamankan diri sendiri maka peluang untuk menciptakan konflik di Dogiyai akan semakin terbuka lebar. Dengan demikian, masyarakat sebaiknya perlu meningkatkan kesadaran hukum. "pintanya.

Ditempat yang berbeda, Ketua Presidium Indonesian Police Watch Neta S. Pane melalui telepon selulernya menghimbau kepada pihak kepolisian yang bertugas di kabupaten Dogiyai Provinsi Papua agar dapat memahami kondisi kehidupan sosial budaya sekitar dalam melaksanakan tugas.  Ia melihat bahwa kehidupan masyarakat Kabupaten Dogiyai sangat menggantungkan hidupnya dengan berburu dan berkebun, itu budaya mereka" tandasnya.

Lebih lanjut Neta S Pane mengharapkan bahwa pihak militer yang bertugas di wilayah kabupaten Dogiyai jangan membuat kekacauan tetapi mengamankan masyarakat. Apabila ada kekacauan atau kericuhan yang akan mengganggu keamanan dan ketentraman di wilayah kabupaten Dogiyai provinsi Papua, maka pihak militer hadir sebagai pengaman bukan pengacau. "tutupnya.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Cara Membangun TNI AD Yang Kuat 26 Mar 2017 21:53 WIB

Kavaleri Udara TNI AD 25 Mar 2017 11:08 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Berdoa untuk Perdamaian Dunia 11 Mar 2017 19:07 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia