KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaFida Abbott Promosikan Batik Melalui Peluncuran Buku Hibridanya oleh : Redaksi-kabarindonesia
10-Aug-2018, 04:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda salah satu penyinta media Harian Online KabarIndonesia (HOKI), maka nama Fida Abbott sudah tak sing lagi. Kiprahnya di HOKI sebagai salah satu pewarta warga sudah dimulai sejak bulan Desember 2006. Beberapa bulan kemudian, ia mendapatkan penawaran
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Rindu 28 Jul 2018 11:02 WIB

Hujan 28 Jul 2018 11:02 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
HUKUM

RUU No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Terorisme Menjadi Undang-Undang.
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 25-Mei-2018, 08:17:51 WIB

KabarIndonesia - Perjalanan panjang pembahasan RUU Antiterorisme di tingkat DPR RI sejak tahun 2016 lalu akhirnya selesai dengan diketuknya palu pada Rapat Paripurna DPR RI hari ini Jumat (25/5/2018) akhirnya mengesahkan Revisi Undang-undang (RUU) No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Terorisme menjadi Undang-Undang.

Sebelum disahkan, Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto sebagai ketua sidang mempersilakan Ketua Pansus (Panitia Khusus) RUU Antiterorisme dari Fraksi Partai Gerindra, M Syafii menyampaikan laporannya.

Setidaknya ada 15 penambahan substansi pengaturan dalam RUU Antiterorisme dengan tujuan penguatan pengaturan UU No 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Yang pertama adanya perubahan signifikan terhadap sistematikan UU No 15 Tahun 2003 yaitu menambah bab pencegahan, bab soal korban, bab kelembagaan, bab pengawasan, kemudian soal peran TNI yang itu semua baru dari Undang-Undang sebelumnya,” ujar M Syafii. Pembacaan laporan M Syafii itu mendapat persetujuan dari seluruh fraksi dan peserta sidang tanpa adanya interupsi.
"Apakah laporan dari Ketua Pansus DPR RI dapat diterima dan disetujui oleh peserta sidang?” tanya Agus Hermanto, dan dijawab setuju oleh seluruh peserta rapat.

"Apakah RUU tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Terorisme dapat disetujui untuk disahkan sebagai undang-undang?" tanya Agus.

Selanjutnya, setelah mendengar kata sepakat dari seluruh anggota dewan yang hadir, Agus Hermanto pun secara mantap mengetok palu tanda draf RUU Antiterorisme disahkan menjadi Undang-Undang.

Sebelumnya, pembahasan alot terjadi pada rapat kerja Pansus (Panitia Khusus) RUU Antiterorisme bersama pemerintah Kamis (24/5/2018). Waktu itu ada tiga fraksi yang tidak menyetujui dimasukkannya frasa “motif politik, ideologi, dan gangguan keamanan” pada definisi tersebut, yaitu F-PDI Perjuangan, F-PKB, dan F-Golkar.

Namun akhirnya, 10 fraksi termasuk ketiga fraksi DPR RI menyetujui untuk segera mengesahkan draf revisi Undang-undang no 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Terorisme menjadi Undang-undang, dengan menyepakati poin definisi terorisme, yaitu rumusan alternatif kedua yang menyertakan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Diketahui, RUU Antiterorisme sempat molor selama dua tahun. Pembahasan mengenai RUU tersebut makin ramai didesak setelah terjadinya peristiwa terorisme yang terjadi beruntun di Depok, Surabaya, dan Sidoarjo, Riau yang mengambil korban jiwa.

Seolah tak ingin disalahkan, saling bantah antara DPR dan pemerintah terkait penundaan pembahasan pun sempat mewarnai dinamika. Bahkan, Presiden Jokowi juga sempat menegaskan akan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) jika RUU Antiterorisme belum juga segera disahkan.

Menkumham Yasonna H Laoly yang hadir dalam rapat tersebut mewakili Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengatakan pengesahan RUU Antiterorisme menjadi Undang-Undang ini akan menjadi instrumen penting dalam memberantas tindak pidana terorisme.

Untuk diketahui, definisi terorisme yang disepakati bersama adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Menuju Pulauku Nol Sampaholeh : Rohmah S
20-Jul-2018, 07:18 WIB


 
  Menuju Pulauku Nol Sampah Sejumlah karyawan Astra sedang membuat ecobrick dengan memasukkan sampah plastik ke dalam botol plastik bekas pada kegiatan sukarela karyawan di Kampung Berseri Astra Pulau Pramuka.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia