KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniJokowi Korban Hoaks Lebih Beruntung Dibanding Korban Hoaks Lain oleh : Kabarindonesia
21-Jan-2019, 11:43 WIB


 
 
KabarIndonesia - Apa yang dialami Presiden Joko Widodo sebagai korban hoaks masih belum ada apa-apanya. Bandingkan dengan korban-korban hoaks lainnya, yang sendirian. Hoaks tak butuh masuk akal. Kurang masuk akal apa lagi, katakanlah, hoaks Jokowi ada di depan D.N. Aidit
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Tetaplah Tenang 23 Jan 2019 10:23 WIB

Filosofi Kopi 20 Jan 2019 01:57 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 

Kepala BNN Budi Waseso Melawat Ke Aceh

 
HUKUM

Kepala BNN Budi Waseso Melawat Ke Aceh
Oleh : Bang Rachmad | 19-Jan-2018, 15:24:32 WIB

KabarIndonesia - Banda Aceh, Masalah narkoba tentu merupakan pekerjaan besar bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Aceh yang terkenal dengan ganja nomor satu di dunia harus dihilangkan persepsi buruk demikian.

Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Pusat Komisaris Jendral Polisi Drs. Budi Waseso S.H datang langsung ke Aceh untuk melakukan kunjungan Kerja (kunker). Budi Waseso dikenal juga dengan sebutan "BUWAS" pernah juga menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri. Setelah ada sedikit persoalan politik akhirnya posisi Budi Waseso (Buwas) sebagai Kabareskrim Mabes Polri digeser menjadi Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional). Sedangkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat Komjen Pol Anang Iskandar bertukar tempat menjadi Kabareskrim Mabes Polri.

Dalam kunjungan kerja Budi Waseso ke Aceh ada beberapa agenda penting yaitu: setibanya pada hari Rabu, 20 Desember 2017, di Aceh langsung menuju Mapolda Aceh, bertemu dengan Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak dan para staf. Kemudian dilaksanakan Apel Gabungan Pemuda Anti Narkoba dan pengucapan ikrar anti narkoba dihadapan kepala BNN Pusat dengan thema, "Saatnya Pemuda Aceh Bergerak dan Menyatakan Lawan Narkoba." Selanjutnya menuju Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh acara Pengukuhan Relawan Anti Narkoba dan pemberian kuliah umum dihadapan ratusan mahasiswa.

Pada malam harinya Komjen Polisi Drs. Budi Waseso S.H, melakukan kunjungan ke kantor BNNP Aceh untuk bertemu dengan Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H, beserta segenap staf dan perwakilan BNN kota/kabupaten se-daerah Aceh. Ramah tamah, makan malam bersama dengan hidangan khusus ikan bakar, gulai bebek, penganugerahan penghargaan bagi PNS BNN kota/kabupaten, pemberian mobil dinas untuk BNN kota/kabupaten.

Negara Indonesia tidak boleh kalah dengan mafia narkoba. Seperti yang terjadi di kolombia, negara tersebut kalah dalam melawan mafia/kartel narkoba. Setelah Badan Khusus Narkoba Amerika Serikat, Drug Enforcement Administration (DEA) turun tangan bersama 30.000 marinir dengan persenjataan lengkap barulah mafia/kartel narkoba di kolombia berhasil ditangani.

Nasir Djamil dari Komisi III DPR RI mengakui bahwa saat ini BNN Pusat telah menjalin kerjasama yang harmonis. Kedepan perlu orang-orang yang lebih GANAS daripada BUWAS untuk memberantas narkoba di Indonesia. Karena dalam beberapa waktu lagi kepala Komisaris Jendral Polisi Drs. Budi Waseso S.H, sudah berakhir masa jabatannya. Makanya perlu dicari orang untuk memimpin BNN Pusat yang singkatan namanya "GANAS." 

BNN Pusat juga belum mempunyai gedung sendiri, di daerah Cawang itu bukan gedung BNN Pusat tetapi milik Mabes Polri dan sudah dua kali diminta Mabes Polri untuk dikembalikan. Bila sudah tiga kali gedung BNN Pusat diminta oleh Mabes Polri maka BNN Pusat akan pindah dan berkantor di Istana Negara.

Saat ini ada lahan tanah yang diberikan oleh Presiden Indonesia untuk kantor baru BNN Pusat di kawasan Tanah Abang. Lahannya masih kosong dan belum dibangun, belum ada anggaran khusus. BNN Pusat juga akan membangun Laboratorium khusus dan Pusdiklat khusus untuk memberantas narkotika di Indonesia.

Pada hari Kamis, 21 Desember 2017, Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Pusat Komisaris Jendral Polisi Drs. Budi Waseso S.H, kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H, beserta segenap staf menuju kawasan bekas lahan ganja di Lamteuba Aceh Besar. BNN Pusat saat ini bekerja sama dengan Kementerian Pertanian membuat program alih fungsi lahan tanaman ganja menjadi tanaman pangan di Aceh Besar.

Disini dilaksanakan program Grand Design Alternative Development (GDAD) semoga dapat meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat Aceh yang hidup dikaki gunung seulawah yang dahulu petani ganja. Masyarakat yang sebelumnya pernah terlibat menanam ganja diharapkan dapat beralih ke sekor pertanian yang lebih produktif.
 
Dengan menerapkan kebijakan untuk mendorong masyarakat agar tidak lagi terjerumus dalam bisnis obat terlarang ini dengan memberi mereka berbagai bentuk pelatihan dan pemberdayaan. Lahan yang digunakan seluas 20 hektar dan ditanami jagung perdana. Hadir juga Menteri Pertanian Dr.Ir.Andi Aran Sulaiman, MP. Kementrian Pertanian akan memberikan bantuan kepada masyarakat melalui Dinas Pertanian Aceh berupa alat-alat pertanian diantaranya, traktor, pompa air dan bibit palawija.

Program Grand Design Alternative Development (GDAD) adalah pilot project pertama BNN Pusat yang diterapkan di Indonesia dan nantinya bisa menjadi kawasan agrowisata. Pada malam harinya dilaksanakan acara ramah tamah di pendopo Gubernur Aceh, Anjong Mon Mata. Acara makan malam bersama, pergelaran tarian Aceh dan pemberian penghargaan BNN Pusat kepada Gubernur Aceh, Keuchik Lamteuba, Bank Aceh, Bupati Aceh Besar.
 
Dari hasil survei BNN Pusat ternyata biaya belanja narkotika mencapai angka Rp 250 Triliyun setahun dengan beragan jenis narkoba. Kepala BNN Pusat Komisaris Jendral Polisi Drs. Budi Waseso S.H; juga menyerahkan contoh jenis-jenis narkotika yang ada dalam suatu figura kepada pemerintah Aceh.

Stop narkoba sekarang juga karena narkoba menimbulkan kerusakan yang luar biasa di muka bumi dan masa depan anak bangsa Indonesia.  WA: 0888.7211.300.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 

 
Sibuk Membuat “TUHAN” 22 Jan 2019 18:53 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia