KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaPeran Serta Ita Siregar dalam Mengembangkan Dunia Sastra Kristen di Indonesia oleh : Fida Abbott
13-Feb-2018, 23:22 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berkenalan dengan sosok Ita Siregar beberapa tahun lalu bukanlah suatu hal yang kebetulan. Saya bertemu dengannya lewat salah satu media sosial terbesar di dunia, yaitu facebook, melalui sebuah grup penulisan. Facebook memungkinkan siapa pun berkenalan dengan mudah walau
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA











 
BERITA LAINNYA
 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 

Kepala BNN Budi Waseso Melawat Ke Aceh

 
HUKUM

Kepala BNN Budi Waseso Melawat Ke Aceh
Oleh : Bang Rachmad | 19-Jan-2018, 15:24:32 WIB

KabarIndonesia - Banda Aceh, Masalah narkoba tentu merupakan pekerjaan besar bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Aceh yang terkenal dengan ganja nomor satu di dunia harus dihilangkan persepsi buruk demikian.

Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Pusat Komisaris Jendral Polisi Drs. Budi Waseso S.H datang langsung ke Aceh untuk melakukan kunjungan Kerja (kunker). Budi Waseso dikenal juga dengan sebutan "BUWAS" pernah juga menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri. Setelah ada sedikit persoalan politik akhirnya posisi Budi Waseso (Buwas) sebagai Kabareskrim Mabes Polri digeser menjadi Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional). Sedangkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat Komjen Pol Anang Iskandar bertukar tempat menjadi Kabareskrim Mabes Polri.

Dalam kunjungan kerja Budi Waseso ke Aceh ada beberapa agenda penting yaitu: setibanya pada hari Rabu, 20 Desember 2017, di Aceh langsung menuju Mapolda Aceh, bertemu dengan Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak dan para staf. Kemudian dilaksanakan Apel Gabungan Pemuda Anti Narkoba dan pengucapan ikrar anti narkoba dihadapan kepala BNN Pusat dengan thema, "Saatnya Pemuda Aceh Bergerak dan Menyatakan Lawan Narkoba." Selanjutnya menuju Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh acara Pengukuhan Relawan Anti Narkoba dan pemberian kuliah umum dihadapan ratusan mahasiswa.

Pada malam harinya Komjen Polisi Drs. Budi Waseso S.H, melakukan kunjungan ke kantor BNNP Aceh untuk bertemu dengan Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H, beserta segenap staf dan perwakilan BNN kota/kabupaten se-daerah Aceh. Ramah tamah, makan malam bersama dengan hidangan khusus ikan bakar, gulai bebek, penganugerahan penghargaan bagi PNS BNN kota/kabupaten, pemberian mobil dinas untuk BNN kota/kabupaten.

Negara Indonesia tidak boleh kalah dengan mafia narkoba. Seperti yang terjadi di kolombia, negara tersebut kalah dalam melawan mafia/kartel narkoba. Setelah Badan Khusus Narkoba Amerika Serikat, Drug Enforcement Administration (DEA) turun tangan bersama 30.000 marinir dengan persenjataan lengkap barulah mafia/kartel narkoba di kolombia berhasil ditangani.

Nasir Djamil dari Komisi III DPR RI mengakui bahwa saat ini BNN Pusat telah menjalin kerjasama yang harmonis. Kedepan perlu orang-orang yang lebih GANAS daripada BUWAS untuk memberantas narkoba di Indonesia. Karena dalam beberapa waktu lagi kepala Komisaris Jendral Polisi Drs. Budi Waseso S.H, sudah berakhir masa jabatannya. Makanya perlu dicari orang untuk memimpin BNN Pusat yang singkatan namanya "GANAS." 

BNN Pusat juga belum mempunyai gedung sendiri, di daerah Cawang itu bukan gedung BNN Pusat tetapi milik Mabes Polri dan sudah dua kali diminta Mabes Polri untuk dikembalikan. Bila sudah tiga kali gedung BNN Pusat diminta oleh Mabes Polri maka BNN Pusat akan pindah dan berkantor di Istana Negara.

Saat ini ada lahan tanah yang diberikan oleh Presiden Indonesia untuk kantor baru BNN Pusat di kawasan Tanah Abang. Lahannya masih kosong dan belum dibangun, belum ada anggaran khusus. BNN Pusat juga akan membangun Laboratorium khusus dan Pusdiklat khusus untuk memberantas narkotika di Indonesia.

Pada hari Kamis, 21 Desember 2017, Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Pusat Komisaris Jendral Polisi Drs. Budi Waseso S.H, kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H, beserta segenap staf menuju kawasan bekas lahan ganja di Lamteuba Aceh Besar. BNN Pusat saat ini bekerja sama dengan Kementerian Pertanian membuat program alih fungsi lahan tanaman ganja menjadi tanaman pangan di Aceh Besar.

Disini dilaksanakan program Grand Design Alternative Development (GDAD) semoga dapat meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat Aceh yang hidup dikaki gunung seulawah yang dahulu petani ganja. Masyarakat yang sebelumnya pernah terlibat menanam ganja diharapkan dapat beralih ke sekor pertanian yang lebih produktif.
 
Dengan menerapkan kebijakan untuk mendorong masyarakat agar tidak lagi terjerumus dalam bisnis obat terlarang ini dengan memberi mereka berbagai bentuk pelatihan dan pemberdayaan. Lahan yang digunakan seluas 20 hektar dan ditanami jagung perdana. Hadir juga Menteri Pertanian Dr.Ir.Andi Aran Sulaiman, MP. Kementrian Pertanian akan memberikan bantuan kepada masyarakat melalui Dinas Pertanian Aceh berupa alat-alat pertanian diantaranya, traktor, pompa air dan bibit palawija.

Program Grand Design Alternative Development (GDAD) adalah pilot project pertama BNN Pusat yang diterapkan di Indonesia dan nantinya bisa menjadi kawasan agrowisata. Pada malam harinya dilaksanakan acara ramah tamah di pendopo Gubernur Aceh, Anjong Mon Mata. Acara makan malam bersama, pergelaran tarian Aceh dan pemberian penghargaan BNN Pusat kepada Gubernur Aceh, Keuchik Lamteuba, Bank Aceh, Bupati Aceh Besar.
 
Dari hasil survei BNN Pusat ternyata biaya belanja narkotika mencapai angka Rp 250 Triliyun setahun dengan beragan jenis narkoba. Kepala BNN Pusat Komisaris Jendral Polisi Drs. Budi Waseso S.H; juga menyerahkan contoh jenis-jenis narkotika yang ada dalam suatu figura kepada pemerintah Aceh.

Stop narkoba sekarang juga karena narkoba menimbulkan kerusakan yang luar biasa di muka bumi dan masa depan anak bangsa Indonesia.  WA: 0888.7211.300.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Konsisten Pegang Teguh Netralitas 15 Feb 2018 23:19 WIB


 

 
 

 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia