KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID - 2017 Ajang Debat Menantang! oleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 16:38 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 20 Oktober 2017 - Gaduhnya para mahasiswa saat istirahat makan siang, mengikuti ajang debat WUPID - 2017, tak sejalan dengan keseriusannya berkompetisi. Mereka berdebat mempertahankan argumentasinya, baik pro dan kontra, berdasarkan data akurat dan pola pikir kritis.
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 

IPOM Sinyalir Eagle High dan Rajawali Langgar Standar ISPO yang Diamanatkan Secara Hukum

 
HUKUM

IPOM Sinyalir Eagle High dan Rajawali Langgar Standar ISPO yang Diamanatkan Secara Hukum
Oleh : Wahyu Ari Wicaksono | 07-Okt-2017, 17:40:41 WIB

KabarIndonesia - Internasional Palm Oil Monitors (IPOM) mensinyalir perkebunan kelapa sawit Eagle High yang dimiliki oleh Peter Sondakh yang menguasai Rajawali tidak mengikuti Inisiatif Minyak Sawit Lestari Indonesia (ISPO) wajib, yang dikembangkan dengan dukungan United Nations Development Programme (UNDP) untuk membantu memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi menjadi berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat miskin dan penduduk yang terpinggirkan di Indonesia. ISPO, yang berlaku untuk semua petani kelapa sawit di Indonesia, dikembangkan untuk mengatasi keberlanjutan industri di tingkat nasional.

Telah dilaporkan bahwa Eagle High, yang merupakan salah satu produsen minyak sawit terbesar di Indonesia secara egois telah mengabaikan peraturan tersebut untuk keuntungan jangka pendeknya sendiri. Selain itu, Perkebunan Eagle High belum memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)-nya meskipun secara terbuka menyatakan bahwa mereka berupaya mendapatkan sertifikasi pertamanya pada tahun 2016.

Secara historis, ekspor minyak kelapa sawit ke Uni Eropa telah turun secara signifikan sejak 2014. Faktor utama adalah komitmen Belanda, yang mempertanggungjawabkan 60% impor minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia pada tahun 2012, untuk hanya menggunakan minyak sawit lestari yang bersertifikat, yang menyebabkan impor dari kedua negara turun antara tahun 2012 dan 2016.

Selanjutnya pada bulan April 2017, sebuah peraturan disahkan yang menyatakan bahwa Uni Eropa akan memastikan bahwa minyak kelapa sawit yang diimpor ke Uni Eropa berasal dari sumber yang berkelanjutan dan hanya mengimpor minyak sawit lestari setelah tahun 2020. Pelanggaran Eagle High yang secara terang-terangan ini tidak akan menjadi pertanda baik bagi mereka serta tanpa sertifikasi RSPO dan ISPO, ia akan kehilangan seluruh aliran pendapatan Eropa, yang kerugiannya akan mencapai ratusan juta Euro.

Bukan rahasia lagi bahwa praktik Eagle High telah tercemar secara kontroversi karena praktik budidaya minyak kelapa sawit yang tidak berkelanjutan, pelanggarannya yang secara terang-terangan terhadap peraturan atas nama keuntungan jangka pendek bagi para pemegang sahamnya, pembakaran liar, pelanggaran hak asasi manusia dan sebagainya yang telah mengakibatkan mereka tidak bisa mendapatkan sertifikasi yang relevan.

Jika Eagle High tidak secara drastis memperbaiki praktiknya untuk mematuhi standar yang diamanatkan ini, kemungkinan besar mereka akan kehilangan arus pendapatan Eropa karena negara maju sekarang hanya berfokus pada pembelian minyak kelapa sawit lestari. Hal ini akan mengakibatkan kekalahan bisnis Eagle High terhadap perusahaan yang mampu memenuhi standar yang dimandatkan. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
WUPID - 2017 Berfoto Bersamaoleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 00:06 WIB


 
  WUPID - 2017 Berfoto Bersama Para peserta, juri dan panitia WUPID Indonesia 2017, Jakarta (14-15/10/17), berfoto bersama di akhir acara. Dua dari 30 tim (berhak mewakili Indonesia di QUIP WUPID (World Universities Peace Invitational Debate) Global 2017, Malaysia (8-12/12/17). Aldwin & Ibrahim - Universitas
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ekspedisi NKRI Gelar Nikah Massal 20 Okt 2017 05:37 WIB

Skenario Menjatuhkan TNI 19 Okt 2017 00:54 WIB

 
Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi JK 20 Okt 2017 15:13 WIB


 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia