KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPolri dan Bawaslu Siap Optimalkan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2019 oleh : Rohmah S
13-Sep-2018, 16:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Terkait dengan pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin  semua akan berjalan aman dan lancar.  Guna memaksimalkan melaksanakaan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Adapun dalam pelaksanaan pengamanan
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 

Forum Promoter 2018 POLRI: Hoax Ancam Persatuan dan Kesatuan Indonesia (2)

 
HUKUM

Forum Promoter 2018 POLRI: Hoax Ancam Persatuan dan Kesatuan Indonesia (2)
Oleh : Rohmah S | 24-Apr-2018, 10:58:09 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Berkaitan dengan persoalan hoax, menurut Selamatta perkara hoax pada lini massa Twitter untuk di Indonesia memiliki tingkat tertinggi dalam penyebaran isu berita hoax, yakni 104.375 cuitan. Sementara untuk di negara lain seperti AS sebanyak 68.494 cuitan padahal AS sebagai negara pengguna twitter terbanyak di dunia, tapi penyebaran berita hoax tidak sebanyak di Indonesia.

Sementara itu pembicara lainnya, AKP (Pol) Bayu Hernanto, S.Kom., S.IK, Kasubnit V Subdit III Direktorat Siber Polri, menyebutkan bahwa sebenarnya Hoax sudah ada sejak Perang Dunia Ke-2.

Bayu mencontohkan berita hoax yang terjadi pada saat itu yakni “Pada awal bulan September 1939, Adolf Hitler, memerintahkan untuk menyerang Polandia karena telah menembaki tentara Jerman. Peristiwa ini merupakan awal pemicu meletusnya Perang Dunia II. Namun kebohongan akhirnya terungkap bahwa ternyata tentara Jerman sendiri yang membunuh pasukan Jerman di perbatasan Polandia (Sumber: HTTPS://HYPE.IDNTIMES.COM/FUN-FACT/SISTA-NOOR-ELVINA/SEREM-PERISTIWA-INI-TERJADI-AKIBAT-KABAR-HOAX-LHO-C1C2/FULL).

Lalu Bayu juga mengungkapkan kejadian Hoax yang berdampak pada situasi ketahanan pangan dan masyarakat di daerah yang terjadi di Indonesia. Dia menyontohkan kasus Hoax telur palsu yang beredar di media massa.  

“Beredar viralnya Isu Hoax terkait telur palsu, ternyata membawa dampak besar. Kepala Satgas Pangan Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan omzet telur di pasaran, baik dari sisi peternak maupun pedagang menurun hingga 40 persen,” kata Bayu mengutip salah satu media.

Bayu menyebutkan ada Undang-Undang yang bisa menjerat soal Hoax, yakni Perundang-undangan No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Aturan itu ada di dalam pasal 27,28,30 dan 31.


Ciri-ciri Hoax

Ada beberapa ciri hoax yang bisa dikenali menurut Selamatta, yakni
  1. Menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan, dll. (fear arousing)
  2. Sumber tidak jelas dan tidak ada yang bisa dimintai tanggung jawab atau klarifikasi. (whispered propaganda)
  3. Pesan sepihak, menyerang, dan tidak netral atau berat sebelah (one-sided)
  4. Mencatut nama tokoh berpengaruh atau pakai nama mirip media terkenal. (transfer device)
  5. Memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama, suara rakyat. (plain folks)
  6. Judul dan pengantarnya profokatif dan tidak cocok dengan isinya.
  7. Memberi penjulukan. (name calling)
  8. Minta supaya dishare atau diviralkan. (band wagon)
  9. Menggunakan argumen dan data yang sangat teknis supaya Nampak ilmiah dan dipercaya (card stacking)
  10. Artikel yang ditulis biasanya menyembunyikan fakta dan data serta memelintir pernyataan narasumbernya.
  11. Berita ini biasanya ditulis oleh media abal-abal. Media yang tidak jelas alamat dan susunan redaksi.
  12. Manipulasi foto dan keterangannya. Foto-foto yang digunakan biasanya sudah lama dan berasal dari kejadian di tempat lain dan keterangannya juga dimanipulasi. Pelaku juga dapat mengubah latar dan foto sebuah peristiwa dengan mengandalkan kecanggihan piranti pengolah gambar dan keterampilannya.
Selamatta juga memberikan gambaran mengenai Bentuk Hoax (Pesan yang Menipu) antara lain:
  1. Bisa berupa berita dusta dari sebuah situs.
  2. Berupa pesan berantai yang menyesatkan.
  3. Foto hasil rekayasa atau editan.
  4. Foto lama diberi keterangan seakan baru, untuk benarkan isu actual.
  5. Foto dari luar negeri tapi seakan di Indonesia.
  6. Meme yang menyesatkan.
  7. Link berita benar dari media berkredibilitas, tapi diberi pengantar yang menipu, menyesatkan, berbeda dengan isinya kalau di klik.


Bisnis Dibalik Hoax
Perlu diketahui bahwa perkembangan hoax yang begitu mengancam ini bisa dikarenakan penyebaran berita Hoax bisa meraup keuntungan yang lumayan menggiurkan.

Selamatta menyebutkan setiap kali berita bombastis (clickbait) diklik, maka pemilik situs bisa mendapat keuntungan dari iklan.

Menurut hasil penelusuran dari Bareskrim, Sindikat SARACEN misalnya, memiliki 800.000 akun lebih. Jika 1000 x klik = 1 USD atau sekitar 14.000 rupiah.

Sungguh sebuah keuntungan yang cutup membuat banyak orang tergiur karenanya. (*)




 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia