KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRektor Universitas Pendidikan Indonesia Tutup Usia oleh : Barnabas Subagio
23-Apr-2017, 20:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bandung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Furqon, MA. Ph.D., menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (22/4/2017) pukul 10:25 WIB di Rumah Sakit Advent, Jl. Cihampelas No.161, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun pewarta KabarIndonesia, awalnya beliau sedang
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

Jiwa-jiwa Penantang Zaman 04 Apr 2017 23:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 
 
HUKUM

Fenomena Seputar Novel Baswedan dan Masalah yang Menjeratnya
Oleh : Irvany Ikhsan | 07-Feb-2017, 05:37:22 WIB

KabarIndonesia - Biografi kompol Novel Baswedan yang tersebar di media dinyatakan: masuk Akpol 1995-1998 ; masa dinas tahun 1998-2005 di Polres Bengkulu. Disini ada lompatan sejarah yang langsung tahun 2007 awal Novel bergabung dengan KPK hingga hari ini. Pada periode 2005 hingga 2007 tidak pernah ditemukan informasi resmi Novel berdinas di mana. Namun jika jeli dan mengerti aturan main menjadi pegawai tetap di KPK maka akan jelas bahwa Novel sejak tahun 2004 sudah bertugas di KPK secara resmi. Pada tahun 2012 menurut liputan6.com sudah mengundurkan diri dari Polri dan menjadi pegawai tetap. Syarat untuk menjadi pegawai tetap, sudah dua periode atau 8 tahun menjadi Tenaga Bantuan.

Pada tanggal 5 Mei 2015 kuasa hukum kami datang ke Kantor KPK dan menyerahkan Laporan atau surat pengaduan bernomor 072/PUBLICA-LF/IRVANY/V/2015 tanggal 4 Mei 2015 atas dugaan Penyalahgunaan Wewenang yang diduga dilakukan oleh Kompol Novel Baswedan dan Direktur Monitoring  KPK Ina Susanti [pensiun]. Pelaporan dilakukan karena kedua pejabat tersebut diduga telah melakukan interogasi secara tidak sah dan penyitaan dua buah handphone dari yang diinterogasi. Hand phone tersebut milik seorang isteri yang dinikahi secara sah dan berijin negara dan interogasi terjadi di rumah suaminya pada tanggal 8 Oktober 2014. 

Suami hanya bisa melongo bingung, ada apa gerangan kasus yang melibatkan isteri yang bernama Fitri Prihatingsih SE karena yang bersangkutan hanya seorang ibu rumah tangga. Sehari setelah diinterogasi pihak KPK, mendapat kabar dari isteri Lilyani bahwa bunda Fitri pergi [pagi hari pukul 6:00] meninggalkan rumah dengan terburu-buru tanpa membawa tas. Kedatangan dua kolega dari isteri Lilyani yang mana isteri Lilyani juga bekerja di KPK dan jabatannya waktu itu Koresepim KPK, kedatangan yang suami kira hendak menemui rekan kerjanya. Kenyataannya yang disasar adalah bunda Fitri dan bunda Fitri pun terlihat akrab dengan mereka. 

Setelah bunda Fitri pergi, isteri Lilyani pun berselang sebulan juga pergi. Isteri Lilyani pergi tanpa pamit seperti bunda Fitri. Padahal kedatangan bunda Fitri atas undangan suami untuk datang ke kediaman yang diperuntukan isteri Lilyani. Untuk bunda Fitri, ada disediakan di apartemen Essence dan disalah gunakan oleh kelompok bunda Fitri. Oleh sebab itu, diundang ke kediaman isteri Lilyani karena hendak membahas kelanjutan pernikahan. Dan dipanggil juga karena waktu bunda Fitri pergi meninggalkan kediaman, buku nikahnya tidak dibawa. Suami menawarkan bunda Fitri jika ingin kembali menjadi isteri selayaknya dan hidup normal, janji tidak mengulangi lagi sebagaimana yang diakui di hadapan AKP Budi Cahyono SH.

Dengan adanya intervensi dua pejabat KPK membuat urusan mejadi ruwet karena tidak diketahui lagi keberadaan bunda Fitri. Telpon dan sempat kirim utusan ke rumah ibunya di desa Bojong, Kuningan dijawab tidak boleh diganggu tapi tidak boleh bicara juga. Tanya guru ngajinya apakah ada melihat Fitri karena guru ngaji tentu tidak mau bohong dan rumahnya berdekatan. Dijawab, menurut ibunya tidak boleh diganggu. Tanya kepala KUA kabupaten Kuningan apa ada gugatan cerai dari bunda Fitri. Ada, tetapi dibatalkan karena bunda Fitri tidak muncul di sidang. Bukan keinginan bunda Fitri artinya mengugat cerai dan disimpulkan ada di Jakarta. Suami tidak salah jika menuduh Novel dan Ina Susanti yang menyembunyikan bunda Fitri karena kesusahan yang telah mereka perbuat yang mengakibatkan bunda Fitri yang sudah ingin hidup normal, kembali disandera orang.

Kalau bunda Fitri, mobil yang menjemput diketahui yaitu mobil sedan Ford Fiesta warna Putih Nopol B 1472 UOO sekitar jam 5:00 kurang. Kalau isteri Lilyani, tidak ada yang melihat dijemput dengan kendaraan apa. Isteri Lilyani pergi tanggal 10 November 2014 dan kembali ke rumah dengan diantar beberapa aparat Polresta Bekasi Kota pada tanggal 14 November 2014 dan tiba di depan rumah jam 22:00 lewat. Namun pihak Polresta Bekasi Kota cukup bijak menyelesaikan masalah yang menurut mereka tuduhan KDRT tidak cukup bukti. Laporan Polisi pun dicabut oleh isteri Lilyani atas perintah Kanit Unit PPA, ibu Sri [almarhum]. 

Seminggu setelah kedatangan Polresta Metro Bekasi Kota, secara mengherankan Novel datang lagi namun bersama rombongan yang memang ada kaitannya dengan kedinasan, yaitu membahas finalisasi resign dan juga mengantarkan barang-barang pribadi yang masih tertinggal dan mereka juga meminta kembali kartu asuransi sebagai pegawai KPK. Nah, Novel ini mau apa? Ternyata mau bicara dengan suami yang artinya di luar kedinasan atau keperluan pribadi yang ditumpangi Novel ke urusan dinas. Kedatangan kali ini Novel ingin bicara, dan Novel hanya mau bicara empat mata. Suami persilakan di meja makan. Ternyata membahas Polresta Bekasi Kota dan tentunya menjadi aneh tau dari mana perihal tersebut? 

Jelas merupakan kriminalisasi, setelah ada lagi gugatan isteri Lilyani di Polres Metro Jakarta Timur dengan tuduhan KDRT lagi dan memang isteri Lilyani ada datang dan membuat kehebohan hingga suami jatuh pingsan pada tanggal 29 September 2015. Sebenarnya isteri Lilyani tau selama suami ditinggal dalam kesendirian suami mengalami serangan jantung pada tanggal 20 Juni 2015 bertepatan ulang tahun Novel ke-38. Jam 1:30 dini hari mengendarai mobil sendiri. Dan jarak RS Omni Pulomas hanya lima menit dan berhasil ditolong dan musti masuk ICU. Sempat isteri Lilyani datang, hampir jam 20:00 namun hanya sebentar dan suami dimaki-maki [karena jerit-jerit] marah di ruang ICU dengan menyatakan kenapa mas Ari diadukan ke KPK. Ya ampun, koq jadi kakaknya, Ari Widodo. Untung dokter Muhammad Basalamah Sp JT tau pasiennya di Bullying. Isteri lilyani dikejar dokter dan dia lari terbirit-birit. Memang mau membullying dan memang mau sebentar karena ada pesta. Dan bunda Fitri kumat lagi.

Keluar rumah sakit mendapat hadiah gugatan cerai, gugatan hak asuh dan tuduhan KDRT. Namun, atas Pelaporannya nomor 995 / K / X / 2015 / Res.JT tanggal 1 Oktober 2015 diduga bukan isteri Lilyani pelapornya namun pemilik mobil B 1472 UOO yang namanya memang hampir mirip. Penetapan Tersangka pun atau SPDP tanggal 1 Oktober 2015, berjarak 3 tahun dengan penetapan Tersangka Novel, yaitu tanggal 1 Oktober 2012 dan berjarak 8 tahun dengan tewasnya ibunda suami atau ibu mertua isteri Lilyani tanggal 1 Oktober 2004. Ibunda dan anaknya menjadi Tersangka berjarak 11 tahun. Dan Novel adalah seorang POLisi. Dan terekam dalam nopol B 1138 POL, mobil isteri Lilyani yang hilang dicuri pada tanggal 25 Januari 2015 yang rencananya untuk kriminalisasi pasal Penadah. Dimana setelah mobil dicuri datang yang mau meminjam uang dengan memberi jaminan mobil sejenis, namun masih leasing. Oleh suami pinjaman diberikan, jaminan ditolak karena semata kuatir mobil jaminan hilang dicuri orang. 

Kalau bunda Fitri, kasus yang pernah bikin suami sakit kepala adalah urusan di Polres Metro Jakarta Selatan dengan Laporan Polisi nomor 1994 / K / X / 2013 / PMJ / Res Jak Sel tanggal 6 Oktober 2013 karena terkait banyak orang dan suami diminta untuk mencabut Laporan Polisi, dan dicabut seketika pada awal Desember 2013. Tidak menyangka bunda Fitri jadikan tempat tinggal seperti Club House orang-orang penting. Bersamaan gedung KPK yang menurut media dikepung Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya dan juga provost namun tidak ada foto yang membuktikan pernyataan tersebut. Diduga, berita tersebut di besar-besarkan dan sumbernya dari tempat tinggal Bunda Fitri yang saat itu ada yang berkumpul juga. 

Atas pengetahuan ini, setelah mencabut laporan, pada akhir tahun 2013 suami didatangi oleh Ismi Kenang atau Donny Syarief Setiawan. Ismi Kenang yang menurut bunda Fitri sebelum dibuat pergi, tujuannya untuk mengeksekusi suami. Karena gagal, oleh suami bunda Fitri, ditawari kerja sama dan barangkali lagi butuh uang. Dia kirim nomor rekening BCA atas nama temannya, menurut dia, dan suami bunda Fitri transfer Rp 7 juta. Dapat lah nama asli Ismi Kenang. Ada keunikan dari kasus ini, diawali dengan Laporan Polisi nomor 1994 / K / X dan diakhiri dengan Laporan Polisi nomor 995 / K / X , jika diselisihkan didapat angka 999 jika ditulis dengan angka romawi menjadi DID dimana D = 500, dan ID = 499 dan DID = 999. 

Dan singkatan DID tidak asing bagi kami, Daniel Indra Djajadi, namun pada usia 52 tahun pada tanggal 25 November 2015 missing di Misool, Mayag, Raja Ampat dan belum ditemukan sampai hari ini. Padahal ditunggu di Jakarta karena hendak konsultasi masalah laporan di Polres Metro Jakarta Timur dan gugatan cerai karena dengan Relaas atau panggilan sidang perkara 3526 diterima pada tanggal 12 November 2015 untuk sidang pertama 3 Desember 2015. Atas tuduhan KDRT digunakan untuk mengugat cerai yaitu perdata dan juga gugatan pidana. Apa kira-kira pendapatnya karena kenal banyak penyidik mungkin paham namun tidak sempat bertemu. Setelah suami baca-baca litelatur hukum ternyata, hendak mengunakan putusan Verstek.***
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot/com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.comBerita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia