KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Baru Covid-19 Terutama di Pilkada 2020 oleh : Danny Melani Butarbutar
21-Sep-2020, 15:35 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan Maklumat untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Maklumat Kapolri bernomor Mak/3/IX/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020.

"Jadi
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Eksekusi Rumah di Desa Hutagalung Tarutung Menuai Kecaman

 
HUKUM

Eksekusi Rumah di Desa Hutagalung Tarutung Menuai Kecaman
Oleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak | 11-Sep-2020, 15:37:20 WIB

KabarIndonesia -Tarutung, Jerit tangis dan teriakan protes terdengar riuh di tengah keluarga Utian boru Simatupang, warga Desa Siraja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut, pasca eksekusi pembongkaran rumah di lahan sengketa.
Eksekusi dilakukan di atas lahan bersertifikat BPN nomor 235 oleh pihak juru sita Pengadilan Negeri Tarutung Endy Jeremes Ayal dan dalam kawalan puluhan polisi Rabu (9/9). Eksekusi yang mengharulan itu disaksikan ratusan warga sekitar yang menonton dengan antusias. Mereka berkerumun merapat. Ada yang masih pakai masker tapi banyak pula yang mengabaikan protokol kesehatan.
Sotarduga Hutagalung, salah satu pewaris rumah yang dieksekusi tampak mengamuk menuntut juru sita menunjukkan surat pembatalan sertifikat atas nama orang tuanya yang telah diterbitkan Badan Partanahan Nasional Tapanuli Utara pada 2008 lalu.
"Apa arti sertifikat rumah kami ini pak juru sita!" teriak Sutarduga disahuti tangisan anggota keluarga lainnya. Sertifikat Prona itu ditunjukkannya penuh emosi kepada para petugas kepolisian saat pembacaan amar putusan oleh juru sita pengadilan.
Namun pihak juru sita PN Tarutung tampaknya tidak mengacuhkan teriakan Sotarduga, dan dalam kawalan polisi terus membacakan putusan.
Merasa tak berdaya melakukan protes, eksekusi terlaksana juga saat keluarga Sutarduga memindahkan barang-barang mereka dari rumah tereksekusi.

Dinilai Cacat Hukum

Poltak Silitonga selaku kuasa hukum Jonni Hutagalung, James Ramli Hutagalung, Sotarduga Hutagalung dan Sanita Hutagalung, anak-anak dari tergugat Utian boru Simatupang, menilai eksekusi cacat hukum dan merasa dipaksakan oleh Ketua PN Tarutung. Poltak mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan perlawanan eksekusi yang diatur oleh undang-undang.
"Kami berhak membuat permohonan kepada Ketua PN Tarutung sampai tiga kali. Untuk menunda pelaksanaan eksekusi sampai ada putusan pengadilan yang tetap. Karena dalam undang-undang diatur para pihak punya hak melakukan perlawanan eksekusi," katanya.
Ini sudah beberapa kali gugatan dan lain perkara dan tak ada hubungannya dengan sertifikat.
Kata Poltak, pihaknya juga sudah meminta perlindungan hukum kepada Polres Tapanuli Utara. Tetapi dari eksekusi hari ini, dinilainya kepolisian berpihak kepada juru sita pengadilan.
"Proses hukum masih berjalan di PN Tarutung dan hari ini agendanya adalah pemeriksaan saksi tentang gugatan perlawanan eksekusi yang dilakukan. Tetapi mereka tidak menghiraukan. Saya tidak mengerti, begitu banyak perkara di negeri ini yang sudah inkrah tanpa ada perlawanan eksekusi, tapi toh belum juga dieksekusi. Ini ada perlawanan, ada gugatan perlawanan melawan hukum, kita lakukan namun pembongkaran tetap dilaksanakan," kata Poltak kesal.
Atas kejanggalan Itu, Poltak meminta keadilan kepada penegak hukum dan juga kepada Presiden Joko Widodo agar menjadi perhatian serius khususnya di Tapanuli Utara.
"Keluarga ini adalah orang miskin. Sudah lansia, mengapa rumahnya harus dirobohkan. Karena rumah ini merupakan bagian dari warisan nenek moyang mereka. Makanya saya heran, mengapa PN Tarutung memaksakan eksekusi ini dengan polisi yang begitu banyak," katanya. Poltak menegaskan, pihaknya akan melaporkan permasalahan ini ke Komisi Yudisial RI di Jakarta.
"Karena hal ini kami anggap kesewenang-wenangan terhadap masyarakat lemah. Seharusnya semua masyarakat harus sama di mata hukum," katanya.
Dijelaskan bahwa sebelumnya rumah Utian boru Simatupang memiiki sertifikat yang diterbitkan BPN Tapanuli Utara pada 2008. "Dalam putusan yang pertama ada kejanggalan, yaitu pembatalan sertifikat oleh pengadilan negeri. Setahu saya tidak ada PN yang membatalkan sertifikat, yang berhak membatalkan adalah PTUN," tandasnya.
Juru sita PN Tarutung, Endy Jeremes Ayal kepada wartawan mengatakan, bahwa aturan pembatalan eksekusi itu tidak ada. "Apakah ada pembatalan eksekusi dari MA, apakah ada? Kalau tidak ada, ya sudah kami laksanakan," katanya.
Saat disinggung bahwa objek gugatan sudah bersertifikat sejak 2008 silam, Endy Jeremes Ayal berkilah, "ini sudah beberapa kali gugatan dan lain perkara dan tak ada hubungannya dengan sertifikat," katanya. Informasi lain menyebut,eksekusi terhadap tanah dan bangunan tersebut telah tertunda sebelumnya.
Pada Maret 2020 lalu sudah direncanakan eksekusi, namun atas inisiatif tokoh masyarakat dan kepala desa membuat rencana PN Tarutung itu batal.
Namun hingga enam bulan berlalu, tidak tercapai kesepakatan dan akhirnya dilakukan eksekusi hari ini.
Warga yang menyaksikan jalannya eksekusi sangat menyayangkan kenapa haruscdi masa pandemi Covid-19 saat ini eksekusi dilakukan. Ada di antara warga yang mengucurkan air mata menyaksikan perobohan rumah nenek tua itu.(*)

Foto : Nenek lansia dijaga seorang keluarga kebingungan namun pasrah menyaksikan suasana proses eksekusi rumahnya. ( dok/ online)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Investasi Reksa Dana Kian Mudah 26 Sep 2020 19:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia