KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaPeran Serta Ita Siregar dalam Mengembangkan Dunia Sastra Kristen di Indonesia oleh : Fida Abbott
13-Feb-2018, 23:22 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berkenalan dengan sosok Ita Siregar beberapa tahun lalu bukanlah suatu hal yang kebetulan. Saya bertemu dengannya lewat salah satu media sosial terbesar di dunia, yaitu facebook, melalui sebuah grup penulisan. Facebook memungkinkan siapa pun berkenalan dengan mudah walau
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 

Wali Murid SMPN 1 Asembagus Laporkan Kasek ke Kejari

 
PENDIDIKAN

Wali Murid SMPN 1 Asembagus Laporkan Kasek ke Kejari
Oleh : Gustiar W.h | 02-Des-2010, 23:41:53 WIB

KabarIndonesia - Bondowoso, Tingginya biaya yang harus dikeluarkan oleh para orangtua agar bisa menyekolahkan anaknya membuat mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi putra-putri mereka. Meskipun pemerintah telah memberikan subsidi bagi sekolah, mulai tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah namun beban biaya masih ditanggung para wali murid. Bermacam pungutan dilakukan oleh pihak sekolah dengan alasan untuk peningkatan mutu pendidikan bagi siswanya.

Dicanangkannya program Wajib Belajar 9 tahun oleh pemerintah diwujudkan dengan memberikan bantuan kepada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama berupa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Siswa Miskin (BSM) serta pembangunan fisik sekolah disalurkan melalui DAK. Namun pada kenyataannya masih banyak sekolah-sekolah yang membebani wali murid dengan biaya-biaya yang seharusnya sudah bukan menjadi tanggungan mereka.

Tidak ada transparansi dalam penggunaan dana bantuan pemerintah, adanya Komite Sekolah malah terkesan menjadi corong bagi sekolah untuk menekan para wali murid. Akibatnya banyak orangtua yang terpaksa tidak menyekolahkan anaknya lantaran tidak mampu membiayai. Demikian pula yang terjadi di SMPN 1 Asembagus, pungutan terhadap para siswanya menjadi beban bagi para wali murid, tekanan terhadap para wali murid sering dilakukan setiap rapat komite sekolah. Ironisnya setiap keputusan rapat ditetapkan secara sepihak oleh komite sekolah tanpa melalui persetujuan para wali murid.

Para wali murid tidak diberi kesempatan untuk mengajukan keberatan atau usulannya. Khawatir berpengaruh terhadap perlakuan sekolah kepada putra-putri mereka, dengan terpaksa para wali murid menerima keputusan rapat tersebut.Sikap diam tidak dilakukan oleh Agus Ariyanto, wali murid. Orangtua siswa kelas 8 yang bernama Sila Arwin Prasetyo itu melaporkan tindakan pihak sekolah kepada Kejaksaan Negeri Situbondo atas dugaan sejumlah penyimpangan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Ketua Komite Sekolah SMPN 1 Asembagus.

Menurut keterangan Agus saat ditemui mengungkapkan bahwa Kepala Sekolah bekerja sama dengan Ketua Komite Sekolah melakukan praktek pungutan dan penyalah gunaan dana BOS. Pungutan dengan alasan peningkatan mutu siswa dilakukan secara berkala oleh pihak sekolah mulai uang laboratorium sebesar Rp. 6.000 perbulan, uang lab. bahasa asing Rp. 5.000 perbulan, uang LKS Rp. 65.000 persemester, uang komputer Rp. 6.000 perbulan dan iuran untuk pembangunan musholla.

Padahal para wali murid sudah membayar uang insidental setiap tahun dengan jumlah yang berbeda yaitu kelas 7 sebesar Rp. 400.000 kelas 8 sebesar Rp. 350.000, dan kelas 9 sebesar Rp. 300.000. Parahnya lagi dana Bantuan Siswa Miskin juga dipotong sebesar Rp. 250.000 dari jumlah seharusnya Rp. 550.000 persiswa dengan alasan pemerataan bagi siswa yang tidak menerima. Ironisnya dari sisa yang seharusnya diteriima sebesar Rp. 275.000 masih dipotong biaya administrasi sebesar Rp. 25.000.

Atas tindakan sewenang-wenang pihak sekolah tersebut, Agus melaporkannya kepada Kasi Intel dan Pidsus Kejaksaan Negeri Situbondo serta melayangkan surat pengaduan kepada Bupati dan DPRD Situbondo. Salah satu wali murid kelas biligual yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan bahwa dirinya dipungut biaya tambahan sebesar Rp. 100.000 per bulan dan Rp. 400.000 persemester untuk biaya sarana dan prasarana kelas bilingual. Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 1 Asembagus Dra. Hj. Tatik Krisnawati, M.Pd tidak dapat dihubungi untuk mendapatkan komentar tentang hal tersebut dengan alasan sedang berada di luar kota.

Menurut Peraturan Pemerintah RI nomor 48 tahun 2008 dan PP RI nomer 17 tahun 2010 tentang pengaturan pendanaan sekolah disebutkan bahwa bagi sekolah yang sudah menerima dana Bantuan Operasioanl Sekolah (BOS) dilarang/tidak diperkenankan memungut biaya apapun dari wali murid. Tindakan yang dilakukan oleh SMPN 1 Asembagus bertentangan dengan kedua peraturan pemerintah tersebut. Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Situbondo Drs. Budi Hartono saat ditemui mengatakan bahwa SMPN 1 Asembagus adalah sekolah rintisan internasional, jadi masih ditolerir jika melakukan pungutan terhadap murid atau wali murid dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolahnya.

"Kebanyakan para wali murid kan tidak memahami hal-hal semacam itu, tapi ga usah dieksposlah, hal seperti itu kan sudah lumrah" kata Budi. "Intinya kalau pingin sekolah ya harus keluar biaya, mas " imbuhnya lagi.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Konsisten Pegang Teguh Netralitas 15 Feb 2018 23:19 WIB


 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia