KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID INDONESIA 2017: Pemilihan Dua Tim Debat Bahasa Inggris untuk Mewakili Indonesia di WUPID Global oleh : Redaksi-kabarindonesia
18-Okt-2017, 01:37 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 18 Oktober 2017 – Ruang kuliah 7-6 dan 7-7 Sampoerna University Jakarta seketika berubah hening dan suasana menegang sebab Muqriz Mustafa Kamal selaku Chair Adjudicator Final round akan mengumumkan
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 
 
PENDIDIKAN

Perlukah Generasi Muda Mengikuti Wajib Militer?
Oleh : Iin Suwandi | 24-Jan-2017, 12:54:23 WIB

KabarIndonesia  - Wajib militer atau biasa disingkat Wamil adalah kewajiban bagi seorang warga negara yang berusia antara 18-27 tahun untuk menyandang senjata, menjadi anggota tentara dan mengikuti pendidikan militer.  Wamil biasanya diadakan untuk meningkatkan kedisiplinan, ketangguhan, keberanian dan kemandirian sehingga akan tertanam rasa tanggung jawab kebangsaan yang tidak mudah luntur.      

Saat ini muncul penguatan agar lulusan pendidikan kedinasan seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) agar mengikuti Wajib Militer. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menanggapi usulan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, agar lulusan IPDN Wajib Militer dengan ditambah pendidikan militer selama tujuh bulan.  Dengan adanya usulan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan solusi dengan menjawab pertanyaan wartawan disela-sela Rapim TNI tahun 2017 di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Senin (16/1/2017) lalu.   
Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa IPDN selama mengikuti pendidikan sudah dididik disiplin yang baik, berpengetahuan yang baik. Jika kemudian akan mendapat kurikulum bela negara dan wajib militer, maka itu harus ada aturannya dan harus dibuat Undang-Undangnya sehingga menjadi jelas. Yang jelas, kalau ada aturannya TNI akan mudah lakukan pelatihan bagi siapa saja.   
Apa yang diungkapkan Panglima TNI tersebut merupakan sinyal kuat bagi IPDN untuk melangkah maju dalam menempuh Wajib Militer. Syaratnya adalah harus segera dibuat aturan yang jelas sehingga sasaran pelatihan yang akan dicapai dapat tergambar secara jelas.

Sesungguhnya permasalahan  bukan hanya buat IPDN yang dapat mengikuti Wamil, tetapi juga bagi generasi muda dan berbagai elemen keorganisasian yang perlu untuk ditempa wawasan kebangsaan. Yang pasti harus ada aturan yang sudah disepakati bersama maka komponen masyarakat wajib mengikuti latihan kemiliteran.
 
Diketahui bersama bahwa, masalah Nasionalisme kian pelik hingga menemukan titik puncak kompleksitasnya. Kenyataannya di dalam masyarakat jelas telah timbul degradasi moral, radikalisme, anti sosial, hingga krisis jati diri. Ini adalah bagian kecil dari sejumlah masalah yang sedang menggerogoti bangsa ini.

Fondasi nilai-nilai Nasionalisme yang telah terbentuk sejak ikrar pertama dideklarasikan para pejuang sejak puluhan tahun yang lalu telah tergerus oleh perkembangan zaman. Generasi muda dengan berbagai identitas tengah disergap arus globalisasi. Di tengah arus tersebut, gerakan pemuda kemudian dianggap sedang mengalami distorsi yang sangat luar biasa.
 
Menurut David C. Korten (1988) terdapat empat mainstream yang mengendalikannya yaitu: 1) Teknologi pesat melebihi era sebelumnya; 2) Masyarakat dunia bergerak sangat dinamis; 3) persaingan semakin menajam dan;  4) pasar terbuka.

Distorsi ini menemukan wujud baru seperti kegilaan di lini media sosial dengan segala berita hoaxnya.  Maka kemudian jangan heran ketika pemuda dan pemudi saat ini tidak menemukan sentuhan egaliteritariannya lagi. Budaya membaca buku dan diskusi-diskusi yang harusnya menjadi dialektika pemuda kini hanya terwakilkan oleh kegilaan di lini media sosial masing-masing, tidak jarang ditutup dengan like dan  share, tanpa mengecek kebenaran berita tersebut.
     
Kegilaan ini pada satu titik seringkali adanya perubahan ke dalam sebuah anekdot sederhana, "sandang, casan, yang penting viral". Boleh jadi tanggung jawab sebagai agen perubahan telah bergeser. Dengan demikian keharusan para generasi muda dibina oleh TNI melalui program Wajib Militer untuk menanamkan Nasoinalisme agar tidak tergerus dan digilas oleh arus globalisasi.*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//
      

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017oleh : Rohmah Sugiarti
12-Okt-2017, 06:52 WIB


 
  Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017 Hong Kong Cyclothon kembali di tahun ketiga, tepatnya pada hari Minggu, 8 Oktober kemarin. Diikuti sekitar 5.000 pesepeda dari seluruh pelosok dunia. Tujuh belas tim balap profesional akan berlaga di UCI Asia Tour Class 1.1 Road Race pertama di Hong
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Danau Toba Bukan Danau Tuba 14 Okt 2017 05:14 WIB


 

 

 

 

 
Kampanye Olah Raga 18 Okt 2017 10:35 WIB

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia