KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID INDONESIA 2017: Pemilihan Dua Tim Debat Bahasa Inggris untuk Mewakili Indonesia di WUPID Global oleh : Redaksi-kabarindonesia
18-Okt-2017, 01:37 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 18 Oktober 2017 – Ruang kuliah 7-6 dan 7-7 Sampoerna University Jakarta seketika berubah hening dan suasana menegang sebab Muqriz Mustafa Kamal selaku Chair Adjudicator Final round akan mengumumkan
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Maraknya Pencurian di Kampus 17 Okt 2017 01:31 WIB


 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 

Pemda Harus Berikan Perlindungan Maksimal pada Guru

 
PENDIDIKAN

Pemda Harus Berikan Perlindungan Maksimal pada Guru
Oleh : Jamiel Loellail Rora | 08-Aug-2017, 16:30:08 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Belakangan ini banyak guru yang dipidanakan orang tua murid hanya karena persoalan sepele. Munculnya kasus tersebut menggambarkan perubahan nilai di masyarakat serta kurangnya pemahaman dari para orang tua murid dalam memaknai aturan sekolah yang ditujukan kepada para murid. Demikian ungkap Sa'diyah, S.Pd, salah seorang guru yang bertugas di SMPN 164 Jakarta Selatan.

"Realitas itu menjadikan sekolah bukan lagi ruang nyaman bagi para guru dalam mendidik, menanamkan budi pekerti dan  membentuk karakter anak, termasuk menerapkan nila-nilai disiplin. Kondisi tersebut membuat para guru dicekam rasa ketakutan dalam melaksanakan tugas edukatifnya," beber Sa'diyah.

Pendidik yang telah mengabdikan diri lebih dari 30 tahun ini menambahkan bahwa apa yang terjadi sekarang ini dalam dunia pendidikan kita, harus disikapi serius oleh berbagai pihak. Pihak guru harus mengubah metoda untuk melakukan edukasi dengan cara yang lebih ramah kepada anak didik. Guru dituntut harus memperbesar rasa sabar dalam menghadapi ulah murid. Kerapkali murid menguji kesabaran guru dengan kelakukannya yang terkadang sudah keluar dari jalur peraturan sekolah.

"Namun begitu kita juga tentunya menginginkan para orang tua menyadari betapa beratnya tugas seorang guru dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak mereka yang telah mereka titipkan kepada kami agar anak-anak mereka bisa meraih kesuksesan di masa mendatang," imbuhnya.

Di samping itu, tambah Sa'diyah, pemerintah daerah dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta sepatutnya memberikan perlindungan maksimal kepada guru. Agar apabila sang guru mendapat reaksi negatif dari orang tua murid yang telah menitipkan anaknya untuk diberikan pendidikan yang baik, ada solusi agar persoalan yang muncul itu bisa diselesaikan dengan bijak.

"Jangan hanya karena anaknya kena cubit guru, langsung orang tua murid yang bersangkutan mempidanakan sang guru. Padahal cubitan itu bisa diartikan pula sebagai bentuk hukuman sang guru atas anak didik yang telah melakukan pelanggaran. Banyaknya kasus pemidanaan tersebut, seringkali menjadikan guru enggan bersikap tegas terhadap anak didiknya. Padahal ketegasan amat diperlukan dalam proses pendidikan terutama untuk menumbuhkan rasa kedispilinan," bebernya.

Dalam kaitan ini Sa'diyah mewakili pihaknya selaku pendidik berharap kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru nanti untuk memberikan perhatian khusus pada persoalan yang ada dalam dunia pendidikan kita. Agar kelak para guru dapat mengajar dan mendidik anak didik dengan rasa aman dan nyaman.

"Insya Allah hal tersebut dapat dicarikan jalan keluar terbaiknya. Apalagi gubernur baru nanti, pak Anies Baswedan, kan pernah mejabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," pungkas Sa'diyah sambil tersenyum lebar. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017oleh : Rohmah Sugiarti
12-Okt-2017, 06:52 WIB


 
  Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017 Hong Kong Cyclothon kembali di tahun ketiga, tepatnya pada hari Minggu, 8 Oktober kemarin. Diikuti sekitar 5.000 pesepeda dari seluruh pelosok dunia. Tujuh belas tim balap profesional akan berlaga di UCI Asia Tour Class 1.1 Road Race pertama di Hong
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Danau Toba Bukan Danau Tuba 14 Okt 2017 05:14 WIB


 

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia