KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (9), kita telah melihat kepintaran Presiden Jokowi dalam membalikkan keadaan dari semula dianggap penakut dan pengecut, tiba-tiba membalikkan keadaan dengan secara berani bergabung
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 
 
PENDIDIKAN

Komnas Perlindungan Anak Indonesia Tandatangani Nota Kesepahaman Dengan Universitas HKBP NOMMENSEN Siantar
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 24-Apr-2019, 15:24:20 WIB

KabarIndonesia - Pematangsiantar, Profesor DR. Sanggam Siahaan, MHum, selaku rektor yang bertindak untuk dan atas nama Universitas HKBP Nommensen (UHN) Pematangsiantar, dan Arist Merdeka Sirait, Ketua umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bertindak untuk dan atas nama Komisi Nasional Perlindungan Anak secara bersama-sama, menandatangani sebuah Nota Kesepahaman ( memorandum of understanding), bertempat di aula kampus Universitas HKBP Nommensen pada hari Rabu (24/4).

Sebelumnya kedua belah pihak telah disepakat menjalin kerjasama mengenai pendidiksn perlindungan anak usia sekolah dan pertemuan ilmiah terkait anak. Kesepakannitu kemudian dituangkan dalam sebuah Nota Kesepahaman ( memorandum of understanding) yang memuat persetujuan dan mekanisme penyelenggaraan kerjasama serta panduan bagi kedua belah pihak untuk melaksanakan isi nota kesepahaman itu.

"Maksud dan tujuan dilaksanakan kerjasama ini adalah untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi khususnya kepada anak usia sekolah secara profesional terpadu dan terkoordinasi, " demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada sejumlah media cetak dan online selepas menyampaikan paparannya dihadapan ratusan mahasiswa dan pegiat perlindungan Anak, pada hari Rabu (24/04) siang.

Arist Merdeka Sirait alummi SMA Kampus Universitas HKBP Nommensen jebolan 1978 itu lebih jauh menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama itu meliputi penyelenggaraan pendidikan Perlindungan Anak untuk usia sekolah berupa pertemuan-pertemuan ilmiah di tingkat lokal nasional regional maupun internasional.

Kemudian melakukan penelitian yang menghasilkan temuan-temuan terkait perkembangan karakter dan perlindungan anak usia sekolah, ditambah dengan kegiatan penyuluhan tentang perkembangan karakter dan perlindungan anak usia sekolah kepada masyarakat desa dan kota.

Sementara itu, sebagai wujud pengabdian kepada masyatakat, lingkup kerja sama lainnya adalah saling bertukar data dan informasi dan memberikan akses kepada Mahasiswa melakukan kegiatan pemagangan di Komnas Perlindungan Anak (KPA)

Sedangkan untuk melaksanakan ruang lingkup kerjasama ini, kedua pihak bersepakat untuk setiap kegiatan dilakukan pengaturan teknis bersama secara rinci oleh pihak universitas dan pihak KPA dan pelaksanaan kegiatan para pihak dapat mengikutsertakan lembaga terkait yang bergerak di bidang perlindungan anak

Lebih jauh Arist menjelaskan bahwa segala pembiayaan yang timbul akibat dari Nota Kesepahaman ini disepakati dibebankan pada anggaran ke belah pihak.

Hal yang menarik dalam momen tersebut, sebelum dilakukannya penandatanganan Nota Kesepahaman ini, pihak Universitas menyelenggarakan seminar nasional dengan topik "Memutus Mata Rantai Kekerasan Terhadap Anak di lingkungan terdekat Anak".

Seminar yang juga membahas gerakan Perlindungan Anak dilingkungan Pendidikan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, para pekerja media, pemerhatidan pegiat anak-anak dan para aktivis aktivis perlindungan anak juga dihadiri oleh pengurus pegiat Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di wilayah Siantar Simalungun khususnya para mahasiswa mahasiswa yang tergabung di dalam Universitas HKBP Nommensen.

Seminar nasional ini yang diawali dengan doa dan kebaktian singkat oleh Pdt. Paulina Sirait, STh mendapat antusias dari ratusan mahasiswa yang berkumpul di Aula Kampus HKBP Nommensen. Selanjutnya seminar dibuka resmi oleh wakil rektor I, Profesor DR. Selviana Napitupulu, MHum, dan yang bertindak sebagai moderator Dr. David Manalu selaku Rektor III Universitas HKBP Nommensen.

Pofesor DR. Selviana Napitupulu, MHUm dalam sambutannya menekan bahwa kerjsama yang dilakukan Universitas HKBP Nommensen dengan Komnas Perlindungan Anak adalah sebagai wujud kepedulian civitas akademi terhadap masalah-masalah sosial termasuk masalah sosial anak. Kampus Universitas HKBP Nommensen tidak bisa diam atas peristiwa-peristiwa yang dialami anak. Oleh sebab itu Selviana manyampaikan harapannya dihadapan ratusan mahasiswa kiranya dimasa depan mahasiswa menjadi pionir gerakan perlindungan anak berbasis kampus, keluarga dan masyarakat.

Selanjutnya, Arist Merdeka Sirait putra Siantar dalam presentasinya menjelaskan bahwa kota Siantar dan kabupaten Simalungun masuk dalam kategori /Darurat Kekerasan Terhadap Anak". Karenanya ia mengajak para mahasiswa dan para pegiat perlindungan anak di Siantar Simalungun dan sekitarnya untuk bersama-sama melawan kejahatan dan pelanggaran hak anak di lingkungan masyarakat.

"Jadilah mahasiswa yang peduli anak sebagaimana yang diamanatkan pasal 76 dan 78 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak." tegasnya.

Selanjutnya, menjawab pertanyaan peserta, Arist Merdeka secara tegas menyatakan: tidak tidak ada toleransi dan kata damai terhadap segala bentuk kekerasan terhadap anak. Sebab kejahatan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa maka penanganannya pun harus dan harus luar biasa (extraordinary).

"Oleh sebab itu, mari kita ciptakan dan bangun rumah kita sebagai rumah yang terus bersahabat, ramah dan terus beribadah dan senantiasa mengucap syukur," demikian Arist mengakhiri presentasinya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia