KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Pelatihan Menulis Online Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPenguasaan Lahan Oleh Pejabat dan Konglomerat oleh : Kabarindonesia
19-Feb-2019, 17:33 WIB


 
 
KabarIndonesia - Capres 2014 dan 2019 Prabowo Subianto membenarkan, dia menguasai 220.000 hektar di Kalimantan Timur dan 120.000 hektar di Aceh. Dia membenarkan. Dia pun pantas kesal dan iri, seputar maraknya penguasaan lahan oleh korporasi dan larinya uang ke asing.
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sesal 21 Feb 2019 18:13 WIB

Aku Butuh Sedikit Ruangmu 21 Feb 2019 18:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PENDIDIKAN

Asja, Mantan Terpidana Korupsi
Oleh : Sarkoni M. Asyeh (ronny) | 28-Nov-2011, 18:09:26 WIB

KabarIndonesia - Bagi banyak kalangan rasanya tak ada yang tak kenal dengan seorang Asep Zaenudin, dia adalah staf pada Dinas Pendidikan Kota Bandung. Bahkan belum juga lepas dari ingatan ketika "Asja" begitu Asep Zaenudin akrab disapa, dituntut 1,5 tahun penjara di Pengadilan Negeri Bandung, pada 4 Agustus 2009 yang lalu. Jaksa menilai Asep terbukti melakukan korupsi Dana Alokasi Khusus untuk pembangunan 11 sekolah dasar negeri di Kota Bandung.
      
Dan dinilai sudah memenuhi semua unsur pasal yang didakwakan, yakni pasal 2 ayat (1), pasal 3, 18 dan subsider pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 dan Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
      
Saat peristiwa itu terjadi, di Dinas Pendidikan Asja menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Proyek DAK senilai Rp 2,75 miliar untuk 11 sekolah dasar di Kota Bandung. Namun, dalam pelaksanaanya, ia didakwa menilap dana bantuan untuk rehabilitasi sekolah serta pengadaan sarana pendidikan dan buku perpustakaan.
      
Dalam pengadaan mebel sekolah, seperti meja, kursi siswa dan guru, papan tulis, Asja dinilai telah mengarahkan 11 kepala sekolah untuk membuat surat pesanan yang ditujukan kepada Direktur CV Yuda Perkasa, Hery Setiawan. Surat pesanan itu lalu diminta diserahkan kepada Asja.
      
Namun, saat pengadaan dilaksanakan, Asja  nyatanya mengambil alih pengadaan mebel untuk sembilan dari 11 sekolah, antara lain SD Kebon Gedang I, SD Babakan Ciparay, SD Sukaraja, SD Buah Batu 5/6, SD Rancabolang, SD Neglasari. Alasaannya Yuda Perkasa tidak dapat menyelesaikan pekerjaan.
      
Dengan DAK dari masing-masing sekolah, Asja lalu membeli perlengkapan mebel untuk sembilan sekolah tersebut dari Ai Suhayati, Direktur PD Ai Suhayati, senilai total Rp 171,6 juta. Namun, hingga pengadaan selesai, Asja hanya membayar Ai senilai Rp 90,6 juta.
      
Asja juga mengarahkan 11 kepala sekolah untuk memesan buku perpustakaan dan sara-na multimedia pendidikan kepada CV Cahaya Abadi. Atas jasanya itu, di ketahui bahwa Asja menerima hadiah berupa uang dari CV Cahaya Abadi sejumlah Rp 8,2 juta.
      
Selain dari CV Cahaya, Asja juga didakwa menerima pemberian uang dari enam reka-nan perorangan terkait rehabilitasi fisik di sekolah-sekolah tersebut senilai total Rp 42,5 juta. Dengan demikian total uang gratifikasi yang diterima Asja dari perorangan adalah sebesar Rp 50,7 juta, yang digunakan untuk kepentingan pribadi.
      
Tapi itu masa lalu, kini Asja sudah setahun lebih menghirup udara bebas karena ia tidak sampai 1 tahun, konon sekitar 6 bulan saja  Asja mendekam di Rutan Kebon Waru, Bandung. Bahkan hebatnya lagi, tak berapa lama menempati "kursi nganggur" sejak masuk tahun anggaran 2011 lalu sampai sekarang Asja tetap memegang  kegiatan sekaligus selaku Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK).
      
Inilah cara-cara lama bangsa kita yang memupuk pelaku korupsi untuk kemudian akan memungkinkan dia (Asja-red) melakukan hal yang sama alias korupsi lagi. Karena kini Asja sudah mulai bermain dengan miliaran rupiah uang uang negara. Apalagi saat ini juga Asja dikenal oleh banyak orang "rajin nyawer" untuk kelas uang ratusan ribu rupiah, tapi bukan tidak mungkin sudah ratusan juta uang negara yang di "sawerkan" Asja...?
         
Dan untuk diketahui bahwa pada tahun anggaran 2011 ini pemerintah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menyiapkan anggaran Rp 35 miliar untuk merehabilitasi, membangun ruang kelas baru (RKB) serta ruang belajar lain di sekitar 186 sekolah tingkat SD dan SMP. Untuk sumber dana pembangunan pada 2011 ini berasal dari APBD Kota, Bantuan Provinsi (Banprov) serta APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2010/2011. Dari total dana Rp 35 miliar tersebut, terbesar diperoleh dari APBN melalui DAK 2010/2011 sekitar 70%. (*)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Marc Marques Juara Dunia MotoGP 09 Feb 2019 02:01 WIB


 

 
 

 

 

 
Agama Penyadaran 21 Feb 2019 18:15 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia