KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

Tentang Dia 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB

 
 
PENDIDIKAN

194 Orang Sarjana STAKPN Tarutung Diwisuda
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 10-Mar-2018, 06:40:54 WIB

KabarIndonesia - Acara Wisuda XVII Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Tarutung dilaksanakan di auditorium kampus jl. Balige, Silangkitang kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumut, pada hari Rabu, (7/3).

Sidang terbuka dengan acara tunggal Wisuda ke-17, dipimpin oleh Ketua STAKPN Prof Dr Lince Sihombing, MPd, dihadiri Civitas Akademika, Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Bishop GKPI, Tamu dari Basilica, Tokoh Agama Kristen, PGI dan undangan lainnya.

Tepat pukul 08.00 WIB, acara wisuda diawali ibadah bersama dipimpin Bishop GKPI sekaligus sebagai pengkhotbah, yang diikuti seluruh dosen-civitas akademik, calon wisudawan, para orang tua wisudawan/wisudawati dan keluarga.

Usai ibadah dilaksanakan upacara nasional dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan penyampaian kata-kata sambutan dari sedikitnya 7 orang pembicara, dan terakhir diminta kata sambutan dari Bupati Tapanuli Utara (berhalangan hadir).

Salah seorang pembicara, Ketua komisi pemuda PGI Sumut, Anton Sianipar dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini Desa butuh sarjana, ilmuwan untuk membangun desa, dengan menggali dan mengembangkan potensi desa. "Karena itu kami himbau kepada orangtua untuk tidak menghambat para alumni untuk bekerja, mengabdi dan melayani di desa. Jadilah alumni sebagai pemuda yang takut akan Tuhan, ilmu yg didapat tidak sekedar dibanggakan tapi buktikan kebanggaan dan tingkatkan kemampuan dengan berkreatifitas-berinovasi," pintanya.

Selanjutnya Waket I STAKPN bidang akademik dan pengembangan lembaga STAKPN Tarutung, Dame Taruli Simamora MPdK melaporkan bahwa calon wisudawan yang akan diwisuda sejumlah 194 orang terdiri dari S2 (pasca sarjana) Pendidikan Agama Kristen (PAK) 9 orang, S1 PAK 142 orang, S1 Teologi 23 orang, S1 Musik Gereja 16 orang, dan S1 Pastoral Counseling 4 orang.

Kemudian Ketua STAKPN Prof Dr Lince Sihombing, MPdK mengetuk palu tanda dibukanya acara pokok, dan beranjak menuju podium untuk menyampaikan kata sambutan dan arahan serta ucapan terimakasih kepada segenap pihak yang hadir.

"Hidup ini adalah kesempatan, harus jadi berkat. STAKPN dengan bangga mempersembahkan 194 wisudawan kepada negara, masyarakat dan gereja. Kepada anak-anak kami para wisudawan saya ucapkan 'happy graduation for you all," sebutnya dengan gembira seraya meminta seorang dosen menyanyikan lagu dan mengajak hadirin nyanyi bersama.

Lebih lanjut, Dr Lince yang menyebut ada tiga Sekolah Tinggi Agama Kristen negeri di Indonesia yakni di Manado, Ambon dan Tarutung satu-satunya di Indonesia bagian Barat. Ketiga lembaga ini dipimpin oleh wanita "Srikandi", yang terus berjuang, bertekun dan berusaha hingga hasilnya statusnya akan meningkat dan berubah menjadi Institut.

"Bulan Maret ini STAKPN akan menjadi IAKN (Institut Agama Kristen Negeri), ini adalah hasil perjuangan, ketekunan, keseriusan dan usaha. Nantinya dengan IAKN akan bertambah prodi yang dikelola yakni jurusan kewirausahaan, wisata rohani, manajemen, dan PGSD. Selanjutnya alumni IAKN harus bisa 'serving abroad', maka harus bisa bahasa Inggris dlm khotbah," sebutnya.

"Begitu juga halnya hari ini, wisuda bukan akhir perjuangan atau sekedar euphoria. Tapi kita ingin hari-hari semakin baik dan semakin sulit, maka harus dipahami masyarakat butuh kita. Alumni bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani. Saya meminta perhatian kita, seperti apa yang disebut JF Kennedy, jangan tanya apa yang kamu peroleh tapi tanya dirimu apa yg bisa kau buat. Jadi asah ilmu dan keterampilan untuk memperbaiki kinerja. Tantangan ke depan adalah melayani 3 T, terluar-terpencil-tertinggal," pungkas Dr. Lince Sihombing.

Seterusnya dikabarkan, keseluruhan acara mewisuda 194 orang tersebut berakhir pada pukul 14.00 WIB dalam suasana gembira, ditandai dengan berhamburnya para orangtua dan wisudawan keluar auditorium. Wisudawan bergegas untuk berfoto pada empat stand yang disediakan panitia sementara sebagian keluarga dengan wajah lesu segera keluar kampus untuk mencari makan siang.

Mengikuti rangkaian acara wisuda ke 17 ini, beberapa peserta orangtua dan undangan yang hadir, terutama mereka yang sudah sering mengikuti acara wisuda di perguruan tinggi merasakan hal yang unik atau tidak lazim pada susunan acara.

Pewarta kabarindonesia yang hadir mengikuti acara ini mendengar komentar dan pendapat tentang rangkaian acara yang terkesan bertele-tele dan kurang terencana. Dapat dibayangkan acara tunggal adalah wisuda, namun terkesan sebagai sebuah seminar atau diskusi sebab lebih dari 7 orang yang diundang pembicara/pemberi kata sambutan, hingga peserta menjadi bosan dan keluar masuk ruang auditorium.

Acara kata-kata sambutan yang seyogianya hanya 30 menit (tertulis di undangan) ternyata memakan waktu hingga lebih dari 2 jam. Ini mengakibatkan pergeseran waktu acara utama wisuda dimulai sekitar pukul 11.30 sampai pukul 14.00 WIB.

"Harusnya acara difokuskan pada acara, tidak seperti ini banyak bicara pidato, bagaimanapun calon tidak lagi mendengarkan ceramah. Kalo memang ada seperti itu ya dituntaskan sebelumnya. Lihat mondar mandir, keluar masuk ruangan karena bosan dan mungkin lapar," sebut seorang Ibu dari Pekanbaru, kepada awak media ini.

Ditambahkannya bahwa tertib acara hanya ditulis pada undangan sementara susunan rangkaian acara tidak tersedia pada buku acara yang dibagikan.
Pada buku tertib acara (disebut harus dibawa pulang) tertulis daftar isi, visi misi stakpn, tertib acara (tak ada), tertib acara kebaktian, teks lagu anakhonhi do hamoraon di ahu, padamu negeri, janji alumni dan mars & hymne stakpn. Sementara pada undangan dituliskan persiapan wisuda dan prosesi (1 jam 40 menit), ibadah singkat (20 menit), upacara nasional 10 menit, kata-kata sambutan (30 menit), pelantikan wisuda (2 jam 30 menit) dan penutupan 10 menit.

Dengan demikian acara wisuda tidak dirancang dengan serius, bahkan terasa tergesa-gesa, sehingga tertib acara tidak sempat disusun. Informasi yang diperoleh media, hal ini terjadi karena acara wisuda ke 17 telah beberapa kali perubahan tanggal, seyogianya tanggal 2/3 akhirnya dilaksanakan tanggal 7/3.

"Sudah beberapa kali dirubah, karena ada sesuatu hal yang terjadi terkait pemerintahan sekolah yang kurang kondusif," sebut seorang dosen wanita, seraya menambahkan bahwa kelompoknya akan mengajukan tuntutan penjelasan atas 20 point pertanyaan kepada "Srikandi" Ketua STAKPN yang ditengarai tidak transparan, dan akuntabel serta selalu bersikap pencitraan diri. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB


 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia