KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Jakarta,  Saat ini Indonesia dalam keadaan darurat ekologis yang mengancam kelangsungan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu Walhi bersama rakyat pengelola sumber daya alam, organisasi masyarakat sipil, dan unsur lainnya mendesak pemerintah kini dan ke depan menjalankan dan
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Yayasan Tunas Kelape Wadah dalam Mengembangkan Seni Budaya Betawi

 
BUDAYA

Yayasan Tunas Kelape Wadah dalam Mengembangkan Seni Budaya Betawi
Oleh : Jamiel Loellail Rora | 01-Aug-2017, 13:10:49 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Banyak sekali sanggar atau yayasan di Jakarta yang menjadi wadah bagi para seniman dan seniwati  Betawi dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Betawi. Salah satunya adalah Yayasan Tunas Kelape (YTK) yang dipimpin oleh H. Imron Husein, SE. "Secara resmi kita berbadan hukum itu pada tahun 2014. Tapi sebelum itu kita sudah aktif melakukan upaya pengembangan budaya Betawi, terutama dalam melestarikan dan mengembangkan silat Betawi dengan nama PPS Beksi DKI Jakarta," ujarnya.

Menurut Haji Imron, YTK memiliki catatan perjalanan panjang yang dimulai dengan nama PPS Beksi DKI Jakarta. Pada setiap kali ada ‘hajatan' dalam mengembangkan dan melestarikan silat Betawi maka PPS Beksi DKI Jakarta tampil sebagai panitia penyelenggara.

"Kala itu YTK sebagai panitia penyelenggara difasilitasi oleh  Dinas Olahraga dan Pemuda ( Disorda) yang sekarang namanya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Fasilitas  itu terjadi sejak bang Haji Syaefullah menjabat sebagai Kepada Dinas Pemuda dan Olahraga. Kalau sekarang beliau menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta," tuturnya.

Menurut Haji Imron, nama PPS Beksi DKI Jakarta diganti menjadi Yayasan Tunas Kelape pada tahun 2014. Ada aturan tertulis dan himbauan dari Bamus Betawi bahwa seyogyanya seluruh ormas-ormas atau lembaga apapun yang berada di  dalam naungan Bamus Betawi  harus memiliki badan hukum. "Nah, sejalan dengan itu maka YTK pun melegalisasi keberadaannya sebagai lembaga yang berbadan hukum pada tahun 2014." sebutnya.

Ditambahkannya lagi bahwa pada tahun 2015 lahirlah Perda No. 4  Tahun 2015 tentang pelestarian Budaya Betawi. Setahun berikutnya Pergub  No. 229 Tahun 2016 dan disusul Pergub No. 11 Tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi. "Berbicara sebelum disahkannya Perda dan Pergub itu, seakan-akan kita sudah memproyeksikan bahwa kelak ada legalitas formal, payung hukum, yang akan menaungi seluruh kegiatan bernuansa etnik seni budaya Betawi," ujar Haji Imron.

Haji Imron menjelaskan, pihaknya mengikuti apa yang diperintahkan Bamus Betawi karena amat dipahami pada akhirnya nanti, Bamus Betawi itu sebagai ‘pintu masuk' buat elemen yang ada di naungan Bamus Betawi. Karena semua program dalam rangka mengimplementasikan Perda dan Pergub tersebut  pada akhirnya nanti ke SKPD dan Bamus Betawi.

"Kedua institusi inilah yang  akan selalu bersinerji. Tinggal kita selaku elemen tersebut bagaimana merespon semua itu agar pada waktunya nanti kita siap memanfaatkan dan menyikapinya dengan baik untuk kemajuan Betawi, khususnya seni budaya Betawi," jelas Haji Imron.

Di singgung masalah kegiatan YTK, dengan gamblang Haji Imron menyatakan bahwa kegiatan YTK memang lebih domain di persilatan. Namun di acara perhelatan persilatan yang YTK gelar itu ada kisi-kisi lain yang secara otomatis akan terlibat, terangkat, dan terekspos. Setiap kali YTK menggelar acara festival silat harus selalu ada gambang kromong sebagai musik pengiring.  Pada setiap penyambutan tamu kehormatan juga selalu ada prosesi palang pintu. Bahkan ada juga kuliner Betawinya serta aksesoris Betawi karena di setiap acara yang YTK gelar selalu menyediakan stand yang bisa diisi oleh pelaku usaha kecil menengah dari kalangan Betawi

"Kalau sudah berbicara seperti itu kan berarti Festival Silat Betawi yang YTK selenggarakan merupakan sebuah kegiatan yang terintegrasi. Apalagi YTK selalu mengajak pihak ketiga sebagai stakeholder. Menjalin mitra dengan mereka yang kita anggap berpotensi dan bisa diajak bersinergi untuk kegiatan kebersamaan," ujarnya mengakhiri bincang-bincangnya dengan pewarta kabarindonesia. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Mengenang Hari Juang Kartika 13 Des 2017 11:39 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia