KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Tepat 45 tahun lalu, Argopandoyo Tri Hanggono dilahirkan di Kota Jakarta, sebagai anak ketiga dari pasangan W. Sudaryo dan Martha Beetje.

Ayah dua anak ini memiliki ketertarikan pada dunia jurnalistik sejak mengikuti kegiatan penerbitan Warta Yohanes
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 

Yayasan Tunas Kelape Wadah dalam Mengembangkan Seni Budaya Betawi

 
BUDAYA

Yayasan Tunas Kelape Wadah dalam Mengembangkan Seni Budaya Betawi
Oleh : Jamiel Loellail Rora | 01-Aug-2017, 13:10:49 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Banyak sekali sanggar atau yayasan di Jakarta yang menjadi wadah bagi para seniman dan seniwati  Betawi dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Betawi. Salah satunya adalah Yayasan Tunas Kelape (YTK) yang dipimpin oleh H. Imron Husein, SE. "Secara resmi kita berbadan hukum itu pada tahun 2014. Tapi sebelum itu kita sudah aktif melakukan upaya pengembangan budaya Betawi, terutama dalam melestarikan dan mengembangkan silat Betawi dengan nama PPS Beksi DKI Jakarta," ujarnya.

Menurut Haji Imron, YTK memiliki catatan perjalanan panjang yang dimulai dengan nama PPS Beksi DKI Jakarta. Pada setiap kali ada ‘hajatan' dalam mengembangkan dan melestarikan silat Betawi maka PPS Beksi DKI Jakarta tampil sebagai panitia penyelenggara.

"Kala itu YTK sebagai panitia penyelenggara difasilitasi oleh  Dinas Olahraga dan Pemuda ( Disorda) yang sekarang namanya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Fasilitas  itu terjadi sejak bang Haji Syaefullah menjabat sebagai Kepada Dinas Pemuda dan Olahraga. Kalau sekarang beliau menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta," tuturnya.

Menurut Haji Imron, nama PPS Beksi DKI Jakarta diganti menjadi Yayasan Tunas Kelape pada tahun 2014. Ada aturan tertulis dan himbauan dari Bamus Betawi bahwa seyogyanya seluruh ormas-ormas atau lembaga apapun yang berada di  dalam naungan Bamus Betawi  harus memiliki badan hukum. "Nah, sejalan dengan itu maka YTK pun melegalisasi keberadaannya sebagai lembaga yang berbadan hukum pada tahun 2014." sebutnya.

Ditambahkannya lagi bahwa pada tahun 2015 lahirlah Perda No. 4  Tahun 2015 tentang pelestarian Budaya Betawi. Setahun berikutnya Pergub  No. 229 Tahun 2016 dan disusul Pergub No. 11 Tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi. "Berbicara sebelum disahkannya Perda dan Pergub itu, seakan-akan kita sudah memproyeksikan bahwa kelak ada legalitas formal, payung hukum, yang akan menaungi seluruh kegiatan bernuansa etnik seni budaya Betawi," ujar Haji Imron.

Haji Imron menjelaskan, pihaknya mengikuti apa yang diperintahkan Bamus Betawi karena amat dipahami pada akhirnya nanti, Bamus Betawi itu sebagai ‘pintu masuk' buat elemen yang ada di naungan Bamus Betawi. Karena semua program dalam rangka mengimplementasikan Perda dan Pergub tersebut  pada akhirnya nanti ke SKPD dan Bamus Betawi.

"Kedua institusi inilah yang  akan selalu bersinerji. Tinggal kita selaku elemen tersebut bagaimana merespon semua itu agar pada waktunya nanti kita siap memanfaatkan dan menyikapinya dengan baik untuk kemajuan Betawi, khususnya seni budaya Betawi," jelas Haji Imron.

Di singgung masalah kegiatan YTK, dengan gamblang Haji Imron menyatakan bahwa kegiatan YTK memang lebih domain di persilatan. Namun di acara perhelatan persilatan yang YTK gelar itu ada kisi-kisi lain yang secara otomatis akan terlibat, terangkat, dan terekspos. Setiap kali YTK menggelar acara festival silat harus selalu ada gambang kromong sebagai musik pengiring.  Pada setiap penyambutan tamu kehormatan juga selalu ada prosesi palang pintu. Bahkan ada juga kuliner Betawinya serta aksesoris Betawi karena di setiap acara yang YTK gelar selalu menyediakan stand yang bisa diisi oleh pelaku usaha kecil menengah dari kalangan Betawi

"Kalau sudah berbicara seperti itu kan berarti Festival Silat Betawi yang YTK selenggarakan merupakan sebuah kegiatan yang terintegrasi. Apalagi YTK selalu mengajak pihak ketiga sebagai stakeholder. Menjalin mitra dengan mereka yang kita anggap berpotensi dan bisa diajak bersinergi untuk kegiatan kebersamaan," ujarnya mengakhiri bincang-bincangnya dengan pewarta kabarindonesia. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017oleh : Rohmah Sugiarti
12-Okt-2017, 06:52 WIB


 
  Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017 Hong Kong Cyclothon kembali di tahun ketiga, tepatnya pada hari Minggu, 8 Oktober kemarin. Diikuti sekitar 5.000 pesepeda dari seluruh pelosok dunia. Tujuh belas tim balap profesional akan berlaga di UCI Asia Tour Class 1.1 Road Race pertama di Hong
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Danau Toba Bukan Danau Tuba 14 Okt 2017 05:14 WIB


 

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia