KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahOperasional Pelabuhan Simanindo Kembali Dibuka dengan Pengoperasian Kapal Ferry dan Kapal Kayu oleh : Danny Melani Butarbutar
07-Jul-2018, 14:45 WIB


 
  KabarIndonesia - Samosir, Sejak peristiwa tenggelamnya kapal kayu KM. Sinar Bangun di perairan Tigaras pada Senin (18/6) Pemerintah telah menghentikan operasional transportasi kapal trayek Simanindo (Samosir) - Tigaras (Simalungun). Hal ini sangat berdampak luas kepada roda perekonomian masyarakat.

Namun,
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Ruang dan Cinta Penyatu Segalanya 27 Jun 2018 05:55 WIB

Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Tradisi Minum Teh

 
BUDAYA

Tradisi Minum Teh
Oleh : Nurulita Rachma Budi Utami | 20-Nov-2011, 17:10:09 WIB

KabarIndonesia - Tradisi minum teh bagi masyarakat Tiongkok bukanlah hal baru. Bahkan para kaisar istana, menjamu para tamunya dengan acara  minum teh bersama. Di Indonesia pun, minuman teh juga menjadi suguhan bila ada tamu yang datang berkunjung ke rumah. Air teh dengan aromanya yang khas dan di beri gula, banyak di sukai orang.  Di warung- warung, supermarket, hingga toko banyak terdapat aneka macam minuman teh dengan aneka rasa. Teh cukup dikenal luas sebagai minuman di segala lapisan masyarakat.

Bagaimanakah asal-usul minuman teh ini berasal? Sehingga banyak di sukai orang dan tentu saja minuman yang satu ini memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Di lihat dari arti bahasa, ternyata teh berasal dari kata angin yang bertiup.  Tradisi minum teh pun berawal dari ketidak sengajaan.

Kaisar Shen Nung adalah orang yang pertama kalinya menemukan teh. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2737 sebelum masehi, ketika ia sedang merebus air untuk minum saat ia sedang beristirahat. Dikarenakan rasa letih dan lelah dari sebuah perjalanan, sang kaisar lupa menutup ketel tempat merebus air. Pada saat yang sama angin bertiup kencang membawa daun-daun kering yang ada di sekitarnya. Daun kering yang bercampur dengan air panas itu pun berubah warna dan berbau harum.

Sang kaisar pun menjadi sangat penasaran, ia segera meminum ramuan air daun kering tersebut. ternyata rasa air itu sangat nikmat dan segar. Sejak saat itu tradisi meramu dan minum teh, menjadi hal yang sangat di gemari di negeri Tiongkok. Kebiasaan ini menyebar ke daerah Arab dan ditiru oleh orang Eropa pada tahun 1610. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  FWD Life Gandeng Special Olympics Indonesia untuk Program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Intelektual di Semarang – PT FWD Life Indonesia (FWD Life), pelopor asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia, telah meresmikan kerja sama dengan Special Olympics Indonesia (SOIna) pada 18 April 2018 lalu. Setelah peluncuran kerja sama, FWD Life kemudian menggelar roadshow perdana di Bandung pada
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia