KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Maret 2017 oleh : Redaksi-kabarindonesia
29-Mar-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia - Eliyah Acantha Manapa Sampetoding atau sering dipanggil Antha, lahir di Ujung Pandang (Kota Makassar), Sulawesi Selatan, 19 November 1991. Antha berdarah Toraja.
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Langkah Menuju Pasti 23 Mar 2017 23:05 WIB

Walau Satu Detik Bersama Tuhan 10 Mar 2017 04:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Sengketa di Lanud Halim Perdanakusuma Karya ke-32 Chappy Hakim

 
BUDAYA

Sengketa di Lanud Halim Perdanakusuma Karya ke-32 Chappy Hakim
Oleh : Rio Anggoro | 07-Aug-2016, 10:08:58 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Masalah pelabuhan udara (airport) dan juga secara khusus tentang pangkalan udara (Lanud) militer yang juga digunakan oleh penerbangan sipil komersial dibahas didalam buku ini. Karena airport adalah sarana vital bagi dunia penerbangan, tanpa pelabuhan udara, pesawat udara baik sipil maupun militer, tidak mungkin dapat terbang atau mendarat ataupun untuk pemberangkatan dan tujuan para pengguna penerbangan.

Tabrakan antara pesawat Batik Air dengan pesawat Trans Nusa pada tanggal 4 April 2016 yang beruntung tidak menimbulkan korban jiwa, serta kejadian yang serupa antara pesawat Batik Air dengan pesawat Trans Wisata pada tanggal 7 April 2016 menjadi titik tolak Marskal Cheppy Hakim (mantan KSAU) meluncurkan sebuah buku "Sengketa Di Lanud Halim Perdanakusuma" Jumat (29/07/16) di Hendropriyono Strategic Consulting, Halim.

"Dunia penerbangan dewasa ini bukan hanya kebutuhan golongan elit masyarakat tertentu saja, tapi sudah merupkan kebutuhan masyarakat luas, baik pemerintahan, pengusaha, mahasiswa, pegawai biasa, petani, nelayan, pedagang kecil dan sebagainya", ujar Chappy Hakim.

Negara Indonesia butuh 70 tahun untuk membina air power. Indonesia sangat rawan terhadap potensi kedirgantaraan, maka air power adalah unsur yang sangat penting untuk menjaga stabilitas negara. Dan hal ini yang diperhatikan oleh Presiden Jokowi, lanjutnya.

Demikian penting dan strategisnya peran pelabuhan udara bagi penerbangan, baik sipil maupun militer, maka faktor keamanan dan keselamatan penerbangan merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan dunia penerbangan itu sendiri. Tanpa adanya jaminan keselamatan dan keamanan penerbangan, tidak mungkin ada orang atau badan atau siapapun yang akan menggunakan jasa penerbangan.(*)



 
 
Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini!  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Cara Membangun TNI AD Yang Kuat 26 Mar 2017 21:53 WIB

 
Presiden Kagumi Dalihan Natolu 28 Mar 2017 12:23 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Berdoa untuk Perdamaian Dunia 11 Mar 2017 19:07 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia