KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahGajah Diracun Belalai Dan Gading Dipotong oleh : Jenda Bangun
22-Apr-2017, 12:04 WIB


 
 



KabarIndonesia - Aceh , Bayi gajah ditemukan warga tengah  berjalan - jalan mengitari bangkai seekor gajah jantan di Dusun Munte Desa Ekan, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, kemarin. Sebelumnya gajah ini ditemukan dalam kondisi sakit
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA








 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

Jiwa-jiwa Penantang Zaman 04 Apr 2017 23:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 

Ritual Tulude Di Pohuwato, Tradisi Ucapan Syukur Etnis Sangihe Talaud

 
BUDAYA

Ritual Tulude Di Pohuwato, Tradisi Ucapan Syukur Etnis Sangihe Talaud
Oleh : Syaiful Safril | 14-Mar-2017, 20:56:22 WIB

KabarIndonesia - Pohuwato, Kabupaten Pohuwato yang terletak di ujung barat Provinsi Gorontalo merupakan wilayah yang dikenal dengan kemajemukan suku. Di wilayah terjadi percampuran budaya dan saling mempengaruhi, termasuk budaya suku Sangihe. Keanekaragaman etnis di wilayah Kabupaten Pohuwato telah ada sejak zaman orde baru. Kala itu wilayah Pohuwato masih bagian dari Kabupaten Gorontalo yang menjadi daerah tujuan transmigrasi.

Etnis Sangihe di Kabupaten Pohuwato termasuk yang mendominasi wilayah ini. Selain suku Gorontalo yang merupakan penduduk asli di Kabupaten Pohuwato, tercatat pula suku-suku lain dalam jumlah yang cukup banyak, di antaranya Suku Jawa, Bali, Lombok, Bugis, Bajo. Ada juga suku lainn yang jumlahnya sedikit.

Kemajemukan suku di Pohuwato menambah khasanah budaya di daerah yang dikenal dengan nama Bumi Panua, salah satunya adalah Ritual Adat Tulude. Budaya tahunan suku Sangihe di Kabupaten Pohuwato sudah menjadi tradisi rutin, bahkan telah dilaksanakan sejak belum terbentuknya Kabupaten Pohuwato pada tahun 2003 silam.

Upacara Tulude adalah pengucapan syukur kepada Mawu Ruata Ghenggona Langi (Tuhan yang Mahakuasa), warisan leluhur etnis Sangihe, hajatan tahunan masyarakat Sangihe atas berkat-Nya kepada umat manusia selama setahun yang lalu.

Kata Tulude atau menulude berasal dari kata “suhude” bahasa Sangihe yang secara harafiah berarti tolak atau mendorong. Secara luas dapat diartikan sebagai etnis Sangihe menolak untuk terus bergantung pada pada masa lalu dan siap menyongsong kehidupan yang baru.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2017 ini Ritual Tulude dipusatkan di Wisata Pantai Pohon Cinta, Jumat (10/3) dengan pelaksanaan yang lebih meriah lagi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato. Kemeriahan upacara adat tulude di Kabupaten Pohuwato dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Drs. Jhon Heit Palandung, M.Si bersama rombongan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini tentunya membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato merasa sangat berterima kasih.

Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga dalam inti sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan pemerintah daerah kepulauan Sangihe ini merupakan bentuk silaturahmi dan jalinan kerjasama antar kedua daerah saat ini dan dimasa-masa yang akan datang. Beliau juga berharap, dengan dilaksanakannya upacara adat tulude dapat dijadikan sebagai sebuah wujud syukur bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan berkah dan karunia-Nya. (*) *)


Keterangan Foto :
Bupati Pohuwato dan Bupati Kepulauan Sangihe dalam arak-arakan Upacara Tulude, Jumat 10 Maret 2017

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia