KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKementerian Ketenagakerjaan Berikan Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja tahun 2017 oleh : Rohmah Sugiarti
20-Jul-2017, 05:23 WIB


 
 
KabarIndonesia – Jakarta,  Kementerian Ketenagakerjaan (19/7) kembali memberikan penganugerahan Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk tahun 2017 di Hotel Bidakara Jakarta.  Adapun penghargaan yang diberikan meliputi penghargaan kecelakaan nihil, SMK3, program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV-AIDS) di tempat kerja, Pembina
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Perumpamaan 17 Jul 2017 13:12 WIB

Why Should I Go Through?. 30 Jun 2017 11:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
BUDAYA

Ritual Penusur Sira, Kearifan Lokal Masyarakat Karo Memprediksi Hasil Panen
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 13-Mei-2017, 15:07:15 WIB

KabarIndonesia – Kabupaten Karo salah satu dari 33 kabupaten/ kota di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dikenal kaya akan adat- budaya yang masih berkembang menjadi tradisi kehidupan sehari- hari. Kabupaten ini dikenal sebagai daerah tujuan wisata di Sumatera Utara dengan keindahan alam, cuaca sejuk dan produsen buah-buahan. Kabupaten Karo berada di dataran tinggi pegunungan Bukit Barisan juga termasuk kawasan Geopark Kaldera Toba. Beberapa tahun belakangan ini, Kabupaten Karo makin dikenal sebagai lokasi terjadinya erupsi gunung Sinabung yang masih terus berlangsung.

Dalam rangka kelangsungan hidup, masyarakat Karo terutama di kalangan petani memiliki tradisi kearifan lokal, peninggalan nenek moyang yang masih tersimpan. Jika kearifan lokal tersebut tidak dilakonkan dan diajarkan pada generasi penerus, kekayaan budaya ini pasti akan tergerus oleh perkembangan zaman.

Pewarta KabarIndonesia mendapat informasi dari Amien Ilyas Sitorus, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov.Sumut bahwa di antara sekian banyak tradisi dan budaya masyarakat Karo, salah satu tradisi-kearifan lokal yakni ritual Penusur Sira diselenggarakan di Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Menurutnya Ilyas, tradisi ini hampir hilang dari kehidupan umum di Kabupaten Karo, namun di desa Dokan selalu dilakukan setiap tahunnya. “Sejak jaman dahulu, masyarakat Desa Dokan meyakini ritual tersebut mampu menerawang hal positif dan negatif yang akan terjadi di kampung” tulis Panyahatan Siregar di media Reporter88.

Dikabarkan, kekayaan budaya Karo ritual Penusur Sira (menurunkan garam), dilakukan warga desa yang dominan menanam padi. Mereka berdoa agar hasil panen dapat baik dan melimpah. Kabarnya, saat melaksanakan ritual mereka bisa memprediksi hasil panen dengan kicauan burung-burung di ladang. Ritual dilaksanakan oleh kaum perempuan dilanjutkan oleh pria dewasa yang dijuluki Simantek Kuta (pemilik kampung) marga Ginting yang tinggal di rumah adat Siwaluh Jabu (delapan rumah).

Memulai ritual, mereka membawa sebatang padi dan sejumlah daun dengan jenis tanaman yang dapat diperoleh dari hutan. Dari ladang para perempuan akan berlari sekencang mungkin menuju rumah adat dan merampas setiap hasil tanaman dan pakaian milik warga yang ada di jalan. Kemudian warga akan ‘menebus’ hasil tanaman yang dirampas dengan garam, kelapa atau hasil bumi dan bukan dengan uang.

“Ritual Penusur Sira dilaksanakan sekali setiap tahun di Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Pada hari Kamis,(11/5) Rumah Karya Indonesia (RKI) bersama masyarakat Dokan kembali mengangkat tradisi kearifan lokal itu” tulis Panyahatan Siregar.. Selain ritual tersebut, warga setempat dan seniman juga menampilkan kegiatan tari dan musik tradisional. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Dokan Art Festival 2017 yang sudah dilaksanakan selama satu tahun terakhir di desa budaya Dokan.

Panglima Kerajaan Desa Dokan, Masri Tarigan, yang ditemui di Desa Dokan menyatakan, ritual ini juga dilakukan untuk menarik perhatian warga yang kesehariaanya sebagai petani di desa mereka untuk menanam padi dengan serentak. "Ritual ini juga dilakukan agar warga Dokan menanam padi secara serentak," ungkap Masri.

Masri Tarigan mengharapkan pada pemerintah daerah khususnya Sumut, untuk lebih memberi perhatian dengan tradisi kearifan lokal di antaranya ritual adat Penusur Sira ini. Selain itu Masri Tarigan menambahkan, nantinya diharapkan ritual adat Penusur Sira ini dapat menjadi destinasi wisata bahkan menjadi lintasan wisata Geopark Danau Toba. "Kita berharap ritual adat Penusur Sira ini dapat menjadi destinasi wisata bahkan menjadi lintasan wisata Geopark Danau Toba nantinya." pintanya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
17 Gubernur Raih Pembina K3 Award 2017oleh : Rohmah Sugiarti
20-Jul-2017, 14:57 WIB


 
  17 Gubernur Raih Pembina K3 Award 2017 Penghargaan Pembina K3 di tingkat provinsi diberikan kepada 17 Gubernur, yakni Jawa Timur, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Bali, Lampung, Riau, Nangroe Aceh Darussalam
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Ramadhan 15 Jun 2017 05:55 WIB

 
Awas Anemia! 17 Jul 2017 13:12 WIB


 

 
Hari Media Social 2017 11 Jun 2017 04:40 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia