KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniPembenaran Tafsir Anarkis oleh : Anjrah Lelono Broto
05-Sep-2010, 23:55 WIB


 
 
Pembenaran Tafsir Anarkis
KabarIndonesia - Adalah sesuatu yang sangat logis untuk menilai bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sedang gagap menyikapi terbukanya pintu kebebasan. Bebas untuk berpendapat, bebas untuk beribadah, dan sederet pohon prima kebebasan yang lain ternyata gagap dipahami masyarakat Indonesia secara
selengkapnya....


 

Enthusiasm by Fida R. Abbott

 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Jurnalis 25 Jul 2010 19:29 WIB

Lowongan Desainer Grafis 19 Mei 2010 14:56 WIB

 
Tim Pencari Fakta Insiden Biau 02 Sep 2010 02:14 WIB

Polda Kepri Bekuk Jambret 29 Aug 2010 21:06 WIB

 
Cuaca 05 Sep 2010 23:59 WIB

Narsisus 05 Sep 2010 23:58 WIB

 
Floriade, Festival Bunga 20 Aug 2010 12:47 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Meneguhkan KeIndonesiaan Kita 29 Aug 2010 21:03 WIB

Purnama Theatre, Nasibmu Kini 19 Aug 2010 04:04 WIB

 

Resensi Buku: Warisan Penuh Makna dari 100 tahun Muhammadiyah

 
BUDAYA

Resensi Buku: Warisan Penuh Makna dari 100 tahun Muhammadiyah
Oleh : Wahyu Ari Wicaksono | 28-Jul-2010, 11:12:54 WIB

Judul Buku:
100 Wisdom of MUhammadiyah - Hikmah dan Mutiara Kata Muhammadiyah Sepanjang Masa.

Konsep, desain, dan tata letak: PlanB Studios

Kontributor isi:
HM. Amien Rais, dr. Ida Rochmawati, Msc, Sp.KJ, Aga Herman, Moh. Rif'an, Andri Fetty Aisha, Nana Romzana, Yachinta E.D.

Penerbit: PlanBooks, cetakan pertama, Juli 2010


KabarIndonesia - Buku yang merupakan salah satu seri motivasi persembahan untuk satu abad Muhammadiyah ini diterbitkan dengan maksud sebagai dokumentasi atas mozaik ilmu  dari kekuatan keimanan dan ketakwaan tokoh-tokoh Muhammadiyah yang menggerakkan  lisan dan perbuatan mereka yang semata-mata dengan niat ibadah.

Buku ini mampu tampil lebih unik karena dilengkapi dengan berbagai sketsa gambar yang mempertajam isi dari pernyataan para tokoh Muhammadiyah yang ada terhadap berbagai realita kehidupan, sejarah, keimanan, keyakinan, kepercayaan, kenegarawanan, kesetiaan, kepedulian, masa depan, dan masalah-masalah lainnya.

Tentang peringatan akan tantangan di masa depan misalnya, hal ini telah dipesankan secara tegas oleh tokoh Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan melalui kalimat peringatan pada dirinya sendiri namun berbias pada umat manusia secara keseluruhan. "Wahai Dahlan, sungguh di depanmu ada bahaya besar dan peristiwa-peristiwa yang akan mengejutkan engkau, yang pasti harus engkau lewati. Mungkin engkau mampu melewatinya dengan selamat, tetapi mungkin juga engkau akan binasa karenanya..." (KH Ahmad Dahlan).

Tak hanya mengingatkan tentang tantangan masa depan, buku ini juga banyak menngingatkan tentang kewajiban-kewajiban yang kita emban. Meskipun diungkapkan pada masa yang telah silam, tapi makna ungkapan-ungkapan tersebut mampu melampaui batas-batas zaman.  Petuah-petuah dari KH Ahmad Dahlan, Jendral Sudirman, Buya Hamka, H. Darmo Tjahyono, KH. Ahmad Azhar Basyir, HA. Syafii Ma'arif, H. Kartono Kamadjaja, HM. Amien Rais, dan tokoh-tokoh Muhammadiyah lainnya benar-benar terasa aktual dan mampu memberikan masukan berarti bagi aktivitas kita sekarang.

"Memperbaiki urusan yang terlanjur salah dan disalahgunakan atau diselewengkan adalah merupakan kewajiban setiap manusia, terutama kewajiban umat Islam." (KH. Ahmad Dahlan)

"Dalam menghadapi keadaan yang bagaimana pun juga tetap jangan lengah, karena kelengahan dapat menyebabkan kelemahan, kelemahan menyebabkan kekalahan, berarti penderitaan (Panglima Besar Jendral Soedirman)

"Janganl;ah takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang yang tidak pernah mencoba melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita mendapat pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah kedua." (Buya Hamka).

"Dalam mengarungi kehidupan, contohlah pohon pisang. Pohon pisang tidak pernah mati kecuali setelah berbuah. Dipangkas beberapa kalipun, ia akan tumbuh kembali. Namun sekali berbuah, pohon pisang mati sendiri. Semoga sebelum mati kita sudah banyak beramal sholeh." (H. Darmo Tjahyono).

"Ada tiga jenis manusia: manusia jahat, manusia biasa, dan manusia baik. Manusia jahat, sejak bangun tidur sudah berniat dan berbuat jahat. Sementara manusia biasa, tidak ingin berbuat dosa dan kejahatan, namun bila ia kepergok dengan godaan dosa dan kejahatan, ia tidak bisa menghindari. Sedangkan manusia baik sejak bangun pagi sudah berniat dan berbuat baik, dan jika kepergok dengan godaan dosa dan kejahatan, ia mampu menghindari."
(KH. Ahmad Azhar Basyir)

"Rendah hati adalah refleksi dari iman." (HA. Syafii Ma'arif).

Tentu saja sebagai buku kata-kata mutiara tokoh-tokoh Muhammadiyah, ungkapan-ungkapan yang dikutip dalam buku ini juga mampu menjadi refleksi, evaluasi dan motivasi bagi kalangan internal Muhammadiyah.

"Muhammadiyah pada masa sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah pada masa mendatang. Karena itu warga muda-mudi Muhammadiyah hendaklah terus menjalani & menempuh pendidikan serta menuntut ilmu pengetahuan di mana saja. Menjadilah dokter, sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah meester, insinyur, lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu." (KH. Ahmad Dahlan).

"Pimpinan Muhammadiyah sebaiknya kyai yang intelektual atau intelektual yang kyai." (KH Ahmad Dahlan).

"Sekali Muhammadiyah tetap Muhammadiyah. Kata-kata ini bukan untuk Muhammadiyah saja, tetapi juga untuk saya. Saya harap kalau dibaca lagi nama-nama anggauta Muhammadiyah yang 175.000 orang banyaknya, nama saya masih tercantum di dalamnya. Saya harap nama saya tidak dicoret dari daftar keanggautaan Muhammadiyah." (H. Ahmad Soekarno, 1957)

Muhammadiyah itu: yen dijiwit dadi kulit, dicethot dadi otot... setan ora doyan, dhemit ora ndulit... (dicubit malah menjadi kulit, dibetot malah menjadi otot... setan tidak bakal doyan, jin tidak akan menyentuh...) artinya, insan Muhammadiyah adalah pribadi-pribadi yang selalu bekerja dengan ikhlas, tahan banting, dan InsyaAllah tahan kritik dan cemooh manusia, serta tahan godaan setan.
(HM. Amien Rais).

Kearifan dari inti ajaran yang diyakini Muhammadiyah, benar-benar bisa kita rasakan dari kebijakan ungkapan-ungkapan tokoh-tokoh yang kata-katanya dikutip dalam buku ini. Misalnya kelapangan hati dan keterbukaan Muhammadiyah terhadap masalah-masalah yang kerap menjadi perdebatan dan dipermasalahkan oleh beberapa golongan yang ada.

"Tradisi itu buatan manusia dengan akal budinya, dengan perlambangnya, dengan fantasinya, dengan imajinasinya sesuai dengan zamannya. Oleh sebab itu tradisi niscaya akan bergeser sejalan dengan kecerdasan, logika, dan ketebalan beragama manusia di suatu zaman. Maka tradisi itu tidak perlu dimusuhi, diuber-uber lebih daripada musuh, namun perlu ditolerir sejauh tidak bertentangan dengan Islam." (H. Kartono Kamadjaja).

"Ada beberapa jenis kemarahan. Namun kemarahan yang paling indah adalah kemarahan kepada kebathilan. Ada beberapa jenis cinta. namun cinta pada kebenaran adalah cinta yang paling Indah."

"If we do our part, God will do His part." (HM Amien Rais).

"Para begawan tidak bisa berumah di atas angin, lebih-lebih tenggelam di bawah atap kantornya sendiri, tanpa melibatkan diri dalam agenda-agenda pemikiran dan aksi pencerahan bangsa." (HM Haedar Nashir).

"Kerapkali orangtua menyesali pemuda. Menuduhnya bekerja terburu-buru dan kurang pikir. Kerapkali orang muda menuduh orang tua lamban, lambat bertindak dan terlalu banyak berpikir. Alangkah sibuknya dunia kalau pimpinan hanya di tangan yang muda-muda, dan dunia akan membosankan karena lamban geraknya kalau yang memimpin hanya yang tua-tua. Gabungan di antara gelora semangat yang muda dengan renung pikiran yang tua itulah yang menimbulkan keseimbangan di dalam perjalanan hidup." (Buya Hamka).

Akhir kata, menyelami dan merenungi secara dalam 100 Mutiara Kebijakan yang tertulis dalam buku ini, maka kita pun akan mengamini apa yang dituliskan Amien Rais dalam kata pengantarnya bahwa para tokoh Muhammadiyah itu mengunggulkan keikhlasan, keberanian, kesederhanaan, keuletan, dan keyakinan akan masa depan yang lebih baik. Selamat satu abad Muhammadiyah.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!!
Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sinabung Meletus Lagioleh : Andi Cristop
03-Sep-2010, 21:33 WIB


 
  Sinabung Meletus Lagi Letusan kali ini adalah letusan susulan terkuat yang terjadi kemarin pagi (3/9/2010) sekitar pukul 04.40 sampai 04.50 WIB dan merupakan letusan terkuat sejak 29 Agustus lalu. Gunung Sinabung meletus sekitar pukul pukul 04.38 WIB hingga 04.51 WIB. Gunung tersebut menyemburkan asap
selengkapnya....
 
 

 
BERITA LAINNYA
 
DPR Layak Dibubarkan 04 Sep 2010 14:20 WIB


 
Gerakan Anti Malaysia 05 Sep 2010 23:38 WIB


 
PBB Dirikan Akademi Anti Korupsi 05 Sep 2010 14:44 WIB

Ancaman Banjir Mengintai Pakistan 05 Sep 2010 00:06 WIB

 
Perubahan APBD Jambi 06 Sep 2010 22:54 WIB

Anggota Satpol PP jadi DPO 06 Sep 2010 22:49 WIB

 
DFO Bermasalah dan Feng Shui 17 Aug 2010 23:37 WIB

 
Bantuan untuk 39 Atlet Siak 02 Sep 2010 14:37 WIB

Liga Inggris: Aroma Laga Terendus 29 Aug 2010 21:13 WIB

 
Belajar dari Warren Buffet 26 Jul 2010 22:59 WIB

Ustadz SolMed, Saingan UJE? 26 Jul 2010 22:29 WIB

 

 
Mabuk Pakai Kopi Kuda 03 Sep 2010 04:59 WIB


 
Eloknya Si Plirik van Java 31 Aug 2010 13:49 WIB

 
Sarana Komunikasi Tersendat 28 Aug 2010 02:10 WIB

Situs Porno Resmi Diblokir 19 Aug 2010 03:17 WIB

 
Prasangka dan Dengki 06 Sep 2010 17:53 WIB

IIP Santuni Anak Yatim Piatu 25 Aug 2010 12:53 WIB

 
Yayasan Peduli Hutan Lestari
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia