KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit, dan Tol Media (Sebuah Kesaksian untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
FamGofest 2019 Hadir di BSD City 21 Nov 2019 09:18 WIB

 

 

Pembentukan Dewan Mangaraja Adat Batak dan Lembaga Adat Budaya Batak

 
BUDAYA

Pembentukan Dewan Mangaraja Adat Batak dan Lembaga Adat Budaya Batak
Oleh : Dantas | 27-Des-2018, 08:17:26 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) dan Lembaga Adat Budaya Batak (LABB) diresmikan berdiri 5 Desember 2018, di Aula Hiobadja, Universitas Mpu Tantular, Cipinang Besar, Jakarta Timur. Berdirinya DMAB dan LABB ini merupakan wujud kesepakatan dan kebersamaan para Ketua Umum atau Ketua Punguan Marga-marga (perkumpulan rumpun beberapa marga) maupun Ketua Umum atau Ketua Punguan Marga (perkumpulan satu marga) yang ada di wilayah Ibukota Negara, Jakarta dan sekitarnya.

Peristiwa ini menjadi sangat bersejarah bagi masyarakat Batak di Indonesia, maupun di Mancanegara, karena diyakini baru kali ini berhasil mengundang dan melibatkan sekitar 160 pimpinan atau pengurus marga-marga. Bahkan setelah hampir setahun melakukan perbincangan (rembukan) secara ‘long march' sejak Nopember 2017, dan menggelar perhelatan pertama Seminar Adat Budaya Batak, 8 Februari 2018, di Aula Hiobadja, Universitas Mpu Tantular, Cipinang Besar, Jakarta Timur.
 
Sebagaimana penuturan Panitia, para narasumber itu juga sekaligus sebagai inisiator yakni Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, MA (Adat Dalihan Na Tolu/ DNT); Dr. H.P Panggabean, SH., (Masyarakat Hukum Adat Batak); Marsma TNI (Pun) M. Situmorang (Pelestarian Tradisi Adat Batak Bagi Generasi Muda); dan Togarma Naibaho (Seni Budaya Batak).   Sedangkan penyanggah, Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM (Ketua Umum DPP Forum Bangso Batak Indonesia); Sam Sarumpaet (Profesional Seni Budaya/ Dosen); dan Moderator, Dr. Ir. Mangasi Panjaitan, ME (Rektor universitas Mpu Tantular). Selanjutnya Panitia membentuk Komisi-komisi yang menggodok perbincangan mengenai 3 (tiga) bidang yaitu: Bidang Adat Budaya Batak; Bidang Masyarakat Hukum Adat Batak; dan Bidang Seni Budaya Batak. 

  
Keinginan luhur pembentukan kedua lembaga ini sebagai final pertemuan-pertemuan selama ini, dan yang akan dijadikan sebagai wadah bersama seluruh marga-marga, dalam rangka membantu mengatasi berbagai problem yang muncul di masyarakat Batak khususnya.

Harus diakui, banyaknya problem yang terjadi di masyarakat Batak akibat perkembangan zaman yang ditandai dengan pesatnya pengaruh Informasi dan Teknologi (IT), menciptakan tantangan peradaban baru. Tantangan ini termasuk dalam hal: tradisi, sosial, budaya, ekonomi dan Bona Pasogit (kampung halaman), sehingga dipandang perlu sebuah lembaga yang dapat membuat panduan-panduan dan membantu solusi-solusi alternatif, berikut pola penanganan berbagai kasus dengan pendekatan hukum adat dan Dalihan Na Tolu (Tiga Tungku). 

Disisi lain, munculnya regulasi-regulasi dalam bidang kemasyarakatan maupun Undang-undang Desa, membuka peluang untuk melakukan berbagai penyesuaian dan perkuatan dalam perwujudannya. Tentu, berbagai perkembangan dan kemajuan masyarakat maupun wilayah, akan menjadi titik perhatian utama yang perlu dikerjakan secara bersama-sama.     
Dalam berbagai kesempatan diskusi, hal ini dipaparkan oleh para inisiator antara lain: Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, MA (Yayasan Palito); Dr. H.P Panggabean, SH., MH, mantan Hakim Agung (Ketua Umum Kerabat/ Kermahudatara (Kerukunan Masyarakat Adat Batak/ Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara); Marsma TNI (Pun) M. Situmorang (Penasehat PLD Distrik VIII HKBP Jakarta) maupun Budi P. Sinambela, BBA (Ketua Umum Yayasan Budi Murni Jakarta/ YBMJ, yang menaungi Universitas Mpu Tantular).

Dalam pantauan penulis, tanggal 5 Desember 2018 itu, Sidang Umum Pembentukan DMAB dan LABB dipimpin Ketua Umum Panitia, Mayjen TNI (Purn) Dr. K. Joy Sihotang, MSc, didampingi Sekretaris Drs. Hotland Hutajulu, MM serta para inisiator. Melalui mekanisme yang disepakati peserta, maka terpilihlah para Ketua Umum dan para Wakil Ketua Umum DMAB. DMAB kemudian membentuk LABB, dan selanjutnya memimpin pengucapan ikrar.
 
Diawal acara, dilakukan dulu  Sidang Pleno Komisi I dan II yang menyampaikan Laporan Hasil-hasil Rapat Komisi selama hampir setahun, oleh Ketua Komisi I Bidang Adat dan Budaya Batak, Jadisman Hutapea, dan Ketua Komisi II Bidang Masyarakat Hukum Adat Batak, Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu.

Terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) adalah: Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu, dengan para Wakil Ketua Umum 1-6 yaitu: Marsda TNI (Purn). JFP Sitompul; Prof. Dr. Laurence A. Manullang; Drs. Jackson M. Turnip, MH; Drs. Martua Situngkir, Ak; Dr. Pontas Sinaga; dan Nikolas S. Naibaho.   
Sedangkan Ketua Umum Lembaga Adat Budaya Batak (LABB) Pusat terpilih adalah: Budi P. Sinambela, BBA, dengan para Wakil Ketua Umum 1-9 yaitu: F. Jadisman Hutapea; Drs. Hotland Hutajulu, MM; St. Ir. Monang Sirumapea; St. Drs. Radjamuda Sidabutar, SH., MH; Ir. Restu Silitonga; Robert Anton Situmeang; St. Abidan Simanjuntak; Ir. Mukhtar Panjaitan; dan St. Paul Tampubolon.

Diketahui, para anggota DMAB terdiri dari para Ketua Umum atau Ketua Marga-marga, maupun Ketua-Ketua Umum atau Ketua-ketua Perkumpulan Marga, maupun para perwakilan pengurus yang memegang mandat. Sedangkan LABB, selain Ketua Umum, Sekjen, Ketua Bidang maupun Pengurus Marga pemegang mandat perwakilan perhimpunannya, juga ditambah dari para aktivis Sosial dan Budaya Batak.
   
Secara prinsipal, DMAB disebut menetapkan posisi sebagai lembaga yang bersifat Legislatif (Strategis), sedangkan LABB adalah sebagai lembaga yang bersifat Eksekutif (Operasional). Dalam posisinya, LABB merupakan pusat, yang nantinya akan membentuk jajaran organisasinya di berbagai wilayah Provinsi, hingga Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia, bahkan di Mancanegara
   
Dikatakan Panitia, mereka mengundang sekitar 160-an Punguan Marga yang ada di wilayah Jabodetabek. Berdasarkan absen, ada sekitar 300-an orang lebih yang hadir pada waktu itu. Setelah itu, dilakukan acara-acara Rapat Komisi I, Rapat Komisi II, Dengar Pendapat Pakar dan Akademisi, Dengar Pendapat Para Praktisi Adat Batak. 

Sementara itu diinformasikan, DMAB dan LABB akan membuat program kerja sesuai tupoksinya masing-masing. Direncanakan, tahun 2019 akan mengadakan ‘Pesta Bolon' (Pesta Besar) sekaligus sosialisasi kepada seluruh masyarakat Batak se Indonesia, bahkan se-Dunia. (*)

Foto:Para Inisiator, Pengurus DMAB dan LABB yang baru terbentuk, bersama peserta

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia