KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniJokowi Korban Hoaks Lebih Beruntung Dibanding Korban Hoaks Lain oleh : Kabarindonesia
21-Jan-2019, 11:43 WIB


 
 
KabarIndonesia - Apa yang dialami Presiden Joko Widodo sebagai korban hoaks masih belum ada apa-apanya. Bandingkan dengan korban-korban hoaks lainnya, yang sendirian. Hoaks tak butuh masuk akal. Kurang masuk akal apa lagi, katakanlah, hoaks Jokowi ada di depan D.N. Aidit
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Filosofi Kopi 20 Jan 2019 01:57 WIB

Senja Kan Berlalu 19 Jan 2019 14:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 

Menengok Sarung Sutera Mandar

 
BUDAYA

Menengok Sarung Sutera Mandar
Oleh : Chali Mustang | 10-Des-2011, 19:31:23 WIB

KabarIndonesia - Kabupaten Polewali Mandar atau Polman adalah salah satu daerah kabupaten di wilayah Provinsi Sulawesi Barat. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Mamasa di sebelah utara, Kabupaten Pinrang di sebelah timur, Selat Makassar di sebelah selatan, dan di sebelah baratnya berbatasan dengan Kabupaten Majene.

Daerah yang terdiri dari 16 kecamatan, 109 desa dan 23 kelurahan ini memendam sejumlah karya khas budaya lokal. Salah satunya adalah sarung sutera yang biasa disebut lipa' sabbe. Sarung ini merupakan kreasi khas penenun Mandar yang tak jarang dijadikan cindera mata atau oleh-oleh bagi orang yang berkunjung ke Kabupaten Polman. 
Sarung sutera Mandar banyak diproduksi oleh masyarakat penenun di Kecamatan Tinambung, Balanipa dan Kecamatan Campalagian. Sebagian menenun dengan cara tradisional dan sebagian lagi menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin atau ATBM.

Pemerintah rupanya menyadari bahwa sarung sutera Mandar adalah karya lokal yang patut dilestarikan. Karenanya, masyarakat terus dibekali pelatihan untuk mengembangkan usaha pembuatan sarung sutera Mandar agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Baru-baru ini, Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (BPPNFI) Regional V Makassar melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Polewali Mandar membekali masyarakat setempat tentang bagaimana cara menggunakan pewarna alam pada benang sutera. 
Dalam kegiatan yang antara lain digelar di Desa Pallis, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman tersebut warga dilatih memanfaatkan daun dan kulit buah untuk mewarnai sutera seperti daun mangga, daun jati, kulit buah kakao dan lain-lain.

Balai Industri Sutera Desa Samasundu, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah satu pusat tenun sarung sutera Mandar. “Balai ini beroperasi sejak tahun 2007, sekarang kader kami sudah mampu memproduksi empat meter kain sutera setiap hari,” kata Muhammad Djumadil, Instruktur sarung tenun sutera Polman.

Menurut Djumadil, kain sutera yang diproduksi kadernya dijual antara 50.000 hingga 150.000 rupiah permeter. “Harganya tergantung corak yang digunakan, biasanya antara lima puluh sampai seratus lima puluh rupiah permeter,” katanya.

Selain corak mandar yang berciri khas kotak-kotak, tiga motif lain yang juga kerap diincar konsumen di Balai Industri Tenun Sutera Mandar Samasundu adalah motif sure salaka (warna hitam), pangngulu (warna campuran) dan sure parara (warna merah).

“Pelanggan kami tidak hanya berasal dari Mandar tapi juga dari luar Mandar seperti Makassar bahkan dari Jakarta,” ujar Djumadil.

Di Kabupaten Polewali Mandar sendiri, sarung sutera Mandar biasanya dipakai pada pesta pernikahan atau acara adat setempat. Keberadaan sarung ini tentu saja menjadi bagian karya masyarakat lokal yang memperkaya keberagaman budaya di Indonesia. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia