KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
HiburanToko Boekoe Tempo Doeloe oleh : Kabarindonesia
04-Apr-2020, 09:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hampir setiap anak Tempo Doeloe senang baca komik, termasuk saya. Sebelum ada komik dalam bentuk buku, kami selalu membaca komik strip yang terdapat di koran ataupun majalah.

Misalnya, Put On yang terbit rutin di surat
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA






 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemunafik 05 Apr 2020 16:00 WIB

Rembulan di Celah Matamu 07 Mar 2020 15:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
UDAH BOSAN BINGIT EUUY! 06 Apr 2020 15:03 WIB

 

Menelisik Tradisi Soja dan Bagi Bagi Angpau

 
BUDAYA

Menelisik Tradisi Soja dan Bagi Bagi Angpau
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 23-Jan-2020, 13:52:26 WIB

KabarIndonesia - Ternyata masih banyak orang Tionghoa yang belum tahu bagaimana seharusnya melakukan soja (Jawa: sungkem) yang benar. Cara soja yang benar berdasarkan pedoman seharusnya “YANG” memeluk “YIN” atau tangan kanan dikepal kemudian tangan kiri menutupi tangan kanan dan jari jempol harus berdiri lurus, dan menempel keduanya.

Soja kepada yang lebih tua dengan mengangkat sejajar mulut, soja kepada yang seumuran sejajar dengan dada, soja kepada yang lebih muda sejajar dengan perut, sedangkan soja kepada para Dewa harus sejajar dengan mata, dan kalau soja kepada Tuhan harus di atas kepala.

Pada saat penulis masih kecil,  di hari raya Tahun Baru Imlek kami saling mengucapkan “Sin Cun Kiong Hie” (Xin Chun Gong Xi) yang berarti selamat menyambut musim semi atau selamat tahun baru.

Namun ucapan demikian sekarang sudah dianggap kuno alias tidak trendi lagi. Maklum telah diganti dengan ucapan “Gong Xi Fa Cai” atau (Kiong Hie Hoat Tjay) yang berarti semoga sukses selalu atau selamat jadi kaya.

Maklum generasi sekarang sudah lebih ke money-oriented begitu, dan bagi mereka yang ingin mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek dengan kalimat yang lebih afdol lagi lihat text di bawah ini: “Gong Xi Fa Cai ¬ Wan Shi Ru Yi - Shen Ti Jian Kang. Yang berarti: "Semoga sukses selama-lamanya dan selalu dalam keadaan sehat".

Tradisi Tahun Baru Imlek selalu dikaitkan pula dengan pemberian ANGPAU. Dalam dialek Hokkien menyebutnya angbao, Kantonis sebagai lai see (利市/利是), Vietnam sebagai lì xì, dan Korea sebagai sae bae don (세뱃돈/歲拜돈).

Kata ANGPAU itu sendiri diserap dari dialek Hokkian yang arti harfiahnya adalah bungkusan atau amplop merah. Warna merah itu dalam budaya Tionghoa berarti lambang warna pembawa hokie maupun kegembiraan.  Angpau bukan hanya diberikan pada saat Tahun Baru Imlek saja, melainkan lazim juga diberikan pada saat pesta pernikahan, masuk rumah baru, ulang tahun, maupun acara-acara pesta lainnya.

Yang berkewajiban memberi angpau pada umumnya orang yang telah berkeluarga, sebab dalam budaya Tionghoa, pernikahan itu merupakan batasan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Disamping itu orang yang telah menikah, kebanyakan secara ekonomi pasti sudah jauh lebih mapan. Walaupun demikian bagi mereka yang belum menikah, tetapi ingin juga turut memberikan angpau, maka sebaiknya uang tersebut diberikan dengan tanpa menggunakan amplop merah.

Kewajiban memberi angpau bukan terhadap anak-anak saja, melainkan juga kepada orang yang dituakan.

Pemberian angpau pada hari Tahun Baru Imlek itu sendiri sebenarnya mempunyai makna yang lebih dikenal dengan sebutan “Ya Sui” yang berarti hadiah untuk anak-anak dalam rangka pergantian tahun maupun pertambahan usia. Tradisi Ya Sui ini sudah dikenal sejak jaman Ming dan Qing.

Karakter Sui dalam Ya Sui berarti “umur”, dan ini sebenarnya mempunyai lafal yang sama dengan karakter Sui lainnya yang berarti “bencana”.

Jadi, Ya Sui ini bisa juga diartikan sebagai simbol atau lambang untuk penangkal bencana, dengan harapan anak-anak yang mendapatkan hadiah Ya Sui tersebut akan terlindungi selama setahun mendatang dengan tanpa adanya gangguan penyakit maupun bencana.

Sebenarnya kalau ditelusuri dengan benar, pemberian angpau ini belum dikenal ketika jaman dahulu, sebab mereka baru mengenal dan baru menggunakan uang kertas pada pada jaman dinasti Song dan uang kertas tersebut baru benar-benar menyebar luas secara resmi pada jaman dinasti Ming.

Nominal uang kecil yang beredar di Tiongkok pada saat itu masih dalam bentuk koin perunggu yang diberi lubang segi empat di tengahnya dan ini lebih dikenal dengan nama Wen atau Tongbao.

Koin-koin yang akan dihadiahkan tersebut sebelumnya diikat terlebih dahulu menjadi untaian uang dengan menggunakan tali merah. Orang-orang kaya memberikan untaian uang sampai 100 koin, sebab ini juga melambangkan umur panjang. Selamat menyongsong Tahun Baru Imlek. (MU*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Cara Mudah Mulai Investasi Saham 27 Mar 2020 16:14 WIB


 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia